Ingin Memulai Bisnis Kuliner? Simak Tips dari F&B Consultant, Billy Oscar

Ingin Memulai Bisnis Kuliner? Simak Tips dari F&B Consultant, Billy Oscar
Kopimana27 (Foto: IG @kopimana27)

Lima tahun berkecimpung menjadi konsultan restoran, tangan dingin Billy Oscar turut membesarkan sejumlah bisnis kuliner di Indonesia.

Antara lain Marco Padang, BlackGarlic by William Wongso, ARTOTEL Indonesia, RON’S Laboratory, Prince House Group, Pesto Autentico, dan Cassis Gourmand.

Passion Billy di bidang kuliner memang kuat. Sebelum mendirikan jasa konsultasi F&B yang ia nama Soal Perut itu, Billy lebih dulu dikenal sebagai food blogger.

“Kalau kita ingin buka usaha, terutama di bisnis kuliner, kita harus punya passion di dalamnya.”

Namun passion bukan satu-satunya penentu sukses. 

Dalam talkshow Start Your F&B Business Now! di event Localtaste, di Jakarta, Sabtu 30 Maret 2018, Billy membagikan tips sukses memulai bisnis kuliner. Simak tipsnya.

Billy Oscar

Billy Oscar dalam talkshow Start Your F&B Business (Foto: Shabrina Anggraini)

Create a brand with strong and unique concept

Brand merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah bisnis, apa pun bisnisnya.

Agar brand kuliner kita mampu dikenal dan diterima oleh konsumen, kita harus menciptakan sebuah brand yang kuat dengan konsep yang unik dan punya trademark yang membedakan brand kita dengan brand lain yang sejenis.

Pastikan bahwa kita melakukan market research terlebih dahulu sebelum menciptakan sebuah brand.

“Market research ini sangat penting dilakukan sebelum branding. Brand kuliner yang kita buat harus punya trademark yang membuatnya beda dengan brand lainnya,” kata Billy.

Billy mencontohkan coffee shop. Banyak sekali coffee shop di Jakarta, tapi antara coffee shop satu dengan lainnya punya perbedaan.

Kopimana27 di Tebet, misalnya. Coffee shop itu punya keunikan dengan konsep ‘Warung Kopi dan Penitipan Istri’, signature coffee-nya bernama Kopi Buatan Istri’, dan dekorasi di cafenya ada tulisan ‘Selayaknya kopi, istri adalah titipan’.

“Itu adalah hal yang unik dan membedakan Kopimana27 dari coffee shop lainnya,” jelas pria berkacamata ini.

Branding yang diciptakan oleh Kopimana27 dengan Kopi Buatan Istri jelas tidak dilakukan sembarangan. Menurutnya, Kopimana27 pasti sudah melakukan market research dulu sebelum bikin brand yang unik, menarik, dan menggelitik, tapi enggak asal-asalan.

“Kenapa Kopimana27 bikin warung kopi tempat penitipan istri? Bisa jadi itu karena dekat situ ada sekolah dan setiap kali ingin menjemput anak-anaknya sekolah, ada ibu-ibu yang mampir ngopi di sekitar situ,” kata Billy.

Raise the capital (funding)

Supaya bisnis terus berjalan lancar dan sukses, kita membutuhkan modal yang harus diperhitungkan masak-masak. Modal sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan operasional suatu bisnis. Semakin besar bisnis kita, otomatis semakin banyak juga modal yang kita butuhkan.

“Berapa banyak modal yang dibutuhkan, bisa balik modalnya kira-kira kapan. Semua ada perhitungannya,” kata Billy.

Besar kecilnya modal disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, seperti besarnya bisnis, bidang usaha, dan tingkat perputaran modal. Untuk bisnis kuliner misalnya, kita membutuhkan modal untuk bahan baku, peralatan, packaging atau kemasan, biaya pemasaran, dan banyak lagi.

Billy mengambil contoh dari usaha coffee shop.

“Kalau kita mau buka coffee shop, paling tidak kita harus siap modal untuk membeli biji kopi, alat atau mesin penyeduh kopi, grinder, gelas, dan cangkir. Itu baru bahan baku dan alatnya saja, belum yang lain-lain,” ujar Billy.

Location, location, location

Lokasi yang strategis dan mudah dijangkau konsumen menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah bisnis F&B. Saking pentingnya faktor lokasi, Billy sampai mengulangnya sebanyak tiga kali.

Location, location, location. Kalau bisnis juga dilakukan secara offline, maka faktor ini sangat menentukan keberhasilan bisnis F&B,” ujar pemilik akun Instagram @billyoscar ini.

Sebelum menentukan lokasi usaha, kita harus melakukan riset dan pertimbangan terlebih dahulu.

Selain mudah dijangkau konsumen, Billy juga mengatakan bahwa lokasi sebaiknya mudah dijangkau layanan order makanan via aplikasi semacam Go-Food, agar konsumen dapat mengorder makanan lewat layanan tersebut dengan mudah.

Great value is a must

Bisnis kita harus punya value atau nilai lebih, misalnya pada branding or packaging dan food presentation.

Di zaman modern di mana media sosial semacam Instagram tak lepas dari kehidupan sehari-hari, bisnis kuliner dituntut punya packaging yang menarik dengan tampilan produk yang cantik.

Packaging harus menarik supaya jadi value tersendiri. Makanya kita harus mendesainnya dengan bagus karena visual itu penting. Usaha kita juga harus punya logo yang unik dengan tagline yang gampang dikenal,” jelas Billy.

Tak hanya visual yang menarik, produk juga harus punya cita rasa yang enak.

Billy mengatakan bahwa akan lebih baik lagi jika produk kita punya cita rasa unik yang beda dari yang lain dengan harga terjangkau.

Marketing plan & strategy

Marketing plan dan strategi ini mencakup online brand activation, opening, dan maintenance.

“Sebelum bisnis berjalan, kita bikin online brand activation dulu. Bikin teaser dan campaign lewat Instagram supaya orang penasaran dengan produk kita. Jadi ketika kita launching perdana, orang sudah ngeh. Menciptakan awareness lewat online brand activation ini penting,

Online brand activation ini tentunya dilakukan ketika konsep bisnis kita sudah mantap, produk dan branding sudah oke, dan target market sudah ditentukan. Target market ditentukan agar activation yang dilakukan betul-betul tepat sasaran.

Setelah online brand activation dibuat, kita bisa opening atau launching produk. Billy mewanti-wanti bahwa kedua hal ini dilakukan bertahap, jangan dibalik prosesnya, “Jangan ketika sudah opening lalu baru mengaktifkan media sosial, itu sebenarnya sudah telat.”

Setelah opening, jangan membiarkan bisnis berjalan atau mengalir begitu saja, “Bisnis kita harus tetap di-maintenance,” tandasnya.

Bisnis kita juga harus selalu berinovasi, dan up to date mengikuti perkembangan zaman agar selalu menarik minat konsumen. Tentunya inovasi ini tak sembarangan ikut-ikutan dan harus cocok diterapkan di produk kita.

“Kemarin ketika booming film Black Panther, ada pengusaha yang menciptakan produk black burger,” ujar Billy.

Pokoknya, kita harus pandai-pandai membaca peluang dan mengikuti perkembangan tren yang ada.

Itu dia tips memulai bisnis kuliner dari Billy Oscar. Intinya, jika kita ingin memulai bisnis, berangkatlah dari passion yang kita punya, lalu jalani dengan penuh perhitungan, perencanaan, dan strategi agar bisnis kita bisa berkembang maju dan sukses.

Editor: Sica Harum

Baca juga 

Danu Sofwan, Comblangnya Cendol dengan Susu
Lima Bisnis Restoran Artis Indonesia ini Viral dan Sukses Berat
Resto Bali Masuk 50 Best Restaurants 2018

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Shabrina Anggraini
Written by
Doyan nulis, icip-icip makanan, ngemil, dan bereksperimen di dapur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up