Logo Balanga

Happiness Festival 2019: ‘Avengers’ Ajak Masyarakat Hidup Lebih Bahagia

 Happiness Festival 2019: ‘Avengers’ Ajak Masyarakat Hidup Lebih Bahagia

Konferensi pers Happiness Festival 2019 di Ruang Komunal Indonesia, Jumat (26/4). (Foto: Belanga.id/Rikko Ramadhan)

Event tahunan Happiness Festival kembali digelar di Lapangan Banteng, Jakarta 27-28 April 2019. Mengambil tema alignment for harmony atau keselarasan menuju harmoni, Happiness Festival mengajak masyarakat untuk hidup bahagia seutuhnya.

Dalam Happiness Festival 2019 akan hadir para ‘Avengers Happiness’ yang akan membagikan tips untuk hidup lebih bahagia.

Para avengers itu berasal dari berbagai latar belakang, seperti penyanyi Andini Aisyah, Psychoterapist Coach Yusa Azis, Founder Parompong Rendy Aditya Wachid, Founder Telapak Silverius Oscar Unggul, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Gluten Free Sama Dengan Hidup Sehat, Benarkah?

Mereka disebut avengers karena berhasil mengatasi ketidakharmonisan lewat tiga konsep yang mampu meningkatkan kualitas hidup manusia, yaituopen mind, open heart, dan open will .

“Inilah cikal bakal praktik menuju kebahagiaan,” ujar Program Director Happiness Festival 2019 Cokorda Istri Dewi di One Pacific Place, Jakarta, Jumat (26/4).

“Yaitu dengan menjaga keselarasan menuju harmoni antara manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan manusia lain serta manusia dengan alam,” terangnya.

Tindakan open mind dapat dilakukan dengan belajar membuka pikiran, menantang asumsi yang selama ini diyakini benar, dan menyimak hal baru dengan rasa penasaran layaknya anak-anak.

Sementara, open heart berarti menyadari keterbatasan, berani membuka diri, dan berlatih untuk berempati, serta berbelas kasih sesama manusia.

Terakhir, untuk mempraktikkan open will dilakukan dengan melepaskan kekhawatiran dalam diri, sehingga mampu mengakses kreativitas dan kebijaksanaan dari diri sendiri.

Dewi menambahkan bahwa saat ini ada tiga jurang atau three divides yang menimbulkan ketidakharmonisan, yaitu social divide, ecological divide, dan spiritual divide.

Social divide meliputi kesenjangan secara ekonomi yang lebar antara mereka yang memiliki modal dengan orang-orang yang bahkan harus hidup di bawah garis kemiskinan.

Sementara itu, jurang ekologi atau ecological divide menunjuk pada manusia yang menggunakan sumberdaya alam secara eksploitatif tanpa memikirkan generasi berikutnya.

Yang terakhir, spiritual divide mengacu pada manusia yang kehilangan hubungan dengan dirinya sendiri, hilang arah, dan bahkan sampai ada yang berpikir untuk bunuh diri.

Penting Menjaga Kesehatan Jiwa dan Fisik

Menurut penyanyi Andien, menjaga kesehatan jiwa sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

Terlebih, faktor kebahagiaan sejatinya berasal dari diri sendiri, bukan dari faktor di luar diri, atau barang-barang yang ingin dimiliki.

Happiness Festival 2019
Dua happiness avengers, Andien dan Yusa berbagi tips menciptakan kebahagiaan dalam hidup. (Foto: Belanga.id/Rikko Ramadhan)

“Sebagai contoh, kebahagiaan seorang anak itu yang bisa menentukan, ya anak itu sendiri bukan dari hal-hal yang kita berikan,” ujar Andien dalam kesempatan yang sama.

Ia menyayangkan stigma masyarakat yang menganggap konsultasi ke psikolog berarti seseorang mengalami ketidakwarasan.

Terlebih di era media sosial saat ini dengan judgement dan bullying yang kerap terjadi tanpa pandang bulu. Andien berharap masyarakat dapat lebih sadar dalam menjaga kesehatan jiwa mereka.

“Jika banyak orang yang aware, maka akan lebih banyak orang yang lebih nyaman menjalani hidup,” pungkasnya.

Happiness Festival ini juga digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Kebahagiaan Internasional tiap 20 Maret.

Ajang ini merupakan yang kedua kalinya setelah sukses dilakukan di Taman Menteng tahun 2018 lalu.

Happiness Festival mengajak seluruh lapisan masyarakat terlibat aktif dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan serta mengatasi ketidakharmonisan.

Selain workshop yang menghadirkan para avengers, acara ini akan diramaikan penampilan Glenn Fredly, Andien, Dewa Budjana, Endah and Rhesa, dan Mocca.

Penulis: Rikko Ramadhan
Editor: Ellen Kusuma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *