Gurame Mejret

Iseng-iseng di sela-sela hujan hari ini, saya jadi teringat gurame mejret, makanan favorit sejak masa kecil.

Kalau lagi hujan besar seperti di tempat saya sekarang ini, pasti rasa malas untuk keluar rumah melanda. Kalau kata anak-anak ‘jaman Now’  adalah “mager”, alias malas gerak.

Nah itulah yg seringkali saya alami ketika hujan. Tapi udara yang yang dingin, cuaca yang bikin “mager”, seringkali bikin nafsu makan tiba-tiba meningkat.  Namun apa daya, enggak bisa keluar rumah.

Maklum, keluarga kami hanya memiliki vespa butut si papa.

Untungnya mama saya adalah salah satu ibu-ibu  yang doyan banget ngumpulin bahan-bahan masakan di dalam kulkas. Ikan yang selalu ada dan jadi favorit adalah gurame.

Ya.. klo kata mama saya, tulangnya besar, jd buat anak-anak gak rawan ketulangan,harga bersahabat, sekaligus mudah dan enak diolah jadi apa saja…..????????

Ketika udara dingin, lapar melanda.. maka mama saya dengan sigap langsung buka kulkas.

Menu favorit  dan yang dibidik untuk diolah adalah si gurame. Yang paling simpel dan digemari dalam keluarga kami adalah “Gurame Mejret”.

Yaa.. begitulah kami menyebut menu yang satu ini.

Nama itu berawal dari kami yang bertanya, “Ma.. itu kok ikannya begitu?”

Beliau menjawab “Iya ini kan gurame mejret, jadi dia mejret ketiban pete dan sambel.”
????????

Alasan simpel tanpa penjelasan lebih panjang.. hahahahaa

Apapun namanya, kami selalu jadikan makanan ini favorit.

Selain waktu memasak yang gak butuh lama,makannya panas-panas, ditambah topping petai yang menggoda.

Lainnya lagi yang paling berkesan adalah keseruan makannya.

Makan ini sering rebutan, cuil kanan, cuil kiri, kadang ngakalin dapat dagingnya bukan sambalnya tanpa diangkat. Ini semua jadi kompetisi dan keseruan tersendiri.

Belum lagi mama selalu jadikan bekal perjalanan saya jika saya harus keluar kota atau melakukan kegiatan yang membuat saya harus bawa bekal makanan.

Hmmm… selepas saya menikah, jadi jarang-jarang deh menikmati hidangan ini. Paling sering 1-2minggu sekali. Padahal kalau dulu bisa seminggu dua kali.

Benar-benar menu sederhana yg selalu bikin saya kangen rumah dan mama…????????

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *