Gulai Pliek U, bukti keberagaman adalah sebuah kenikmatan

Pliek u sendiri terbuat dari daging kelapa yang dibusukkan. Nah, lho! ‘Busuk”?

Gulai Pliek U, bukti keberagaman adalah sebuah kenikmatan

Jika ingin menikmati sensasi rasa lebih dari tujuh jenis sayur dalam sekali santap, maka gulai pliek u bisa dicoba.

Dalam satu mangkuk yang disajikan termuat berbagai sayur seperti nangka muda, melinjo, kacang panjang, jantung pisang, rebung, pepaya mengkal, cepokak dan labu siam tercampur sempurna dalam kuah santan yang kental.

Rasa dari setiap sayur tersebut juga tidak saling mendominasi ataupun hilang, melainkan masih dengan karakter rasa yang sama.

Keunikan dari gulai pliek u khas Aceh ini terletak pada satu bumbu yang wajib digunakan yaitu pliek u atau ada juga yang menyebutnya patarana.

Bukan menjadi masalah jika gulai ini hanya dimasak menggunakan empat jenis sayur ataupun lebih dari sepuluh jenis sayur.

Namun, gulai ini hanya akan dinamakan gulai pliek u jika bumbu tersebut dibubuhkan.

Bumbu ini seperti pengikat rasa dari seluruh campuran sayur-sayuran dan rempah-rempah serta santan.

Pliek u sendiri terbuat dari daging kelapa yang dibusukkan. Nah, lho! ‘Busuk”?

Tenang!

Masyarakat Aceh zaman dahulu telah mewariskan cara mengolah kelapa yang busuk untuk diolah kembali dan layak dikonsumsi.

Daging kelapa yang sengaja dibusukkan ini akan menghasilkan minyak dalam waktu kurang lebih satu minggu.

Kemudian, minyak diekstrak menggunakan alat khusus yaitu peuneurah dan weng,  

Peunerah yaitu dua bilah papan yang tebal dan panjang dipancangkan ke tanah, sedangkan weng adalah kayu atau logam yang dipasang melintang pada peunerah yang dapat diputar untuk menghimpit kedua papan peunerah.

Biasanya, jika kondisi matahari terik memerlukan waktu tiga hari.

Ampas kering tersebut kemudian disangrai dan menghasilkan pliek u. Bumbu ini bisa disimpan dalam waktu lama dan aman dikonsumsi.

Resep gulai pliek u yang merupakan warisan dari masyarakat Aceh zaman dahulu tetap terjaga dan dilestarikan hingga sekarang.

Dahulu, gulai pliek u ini merupakan gulai kesukaan para raja dan menjadi masakan wajib dalam penjamuan pada saat acara-acara besar di lingkungan kerajaan.

Kalau sekarang gulai ini sangat mudah dijumpai di rumah makan Aceh. Bahkan, di Banda Aceh sendiri gulai ini banyak dijual dalam jajanan lauk-pauk lima ribuan.

Nenek moyang Indonesia memang bijak dalam memberi petuah, bahkan sering menyisipkannya dalam masakan, seperti gulai pliek u ini.

Masyarakat Aceh juga menganggap gulai pliek u sebagai lambang keharmonisan dari keberagaman.

Hal ini tidaklah berlebihan, campuran dari berbagai jenis sayur disatukan dalam kuali dengan segala perbedaan rasa, bentuk, dan warna.

Kemudian dimasak dengan membubuhkan pliek u tersebut dan menghasilkan rasa yang begitu nikmat.

Segala perbedaan karakter tersebut seperti keberagaman bangsa Indonesia, kemudian diikat dengan rasa unik ‘pliek u’ dan ini dinamakan ‘cinta’.

Bukankah ini mengingatkan kita bahwa keberagaman itu adalah sebuah kenikmatan dan anugerah?

Suka? Vote Artikel Ini!

10 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up