in ,

Gluten Free Sama Dengan Hidup Sehat, Benarkah?

Kenapa harus sampai harus menghindari gluten?

Pernah dengar atau membaca makanan bebas gluten di berbagai produk kemasan makanan? Banyak yang bilang bahwa gluten berbahaya bagi tubuh, makanya kampanye makanan gluten free atau bebas gluten mulai sering terdengar. Namun sebetulnya apa yang dimaksud dengan gluten?

Benarkah gluten begitu jahat untuk tubuh hingga harus dihindari ?

Gluten berasal dari kata ‘glue’ dalam bahasa latin, artinya sesuatu yang mudah menempel dan lengket seperti lem.

Gluten merupakan sekumpulan protein yang terdapat di semua jenis gandum seperti gandum hitam (rye), jelai (barley), spelt, dan triticale.

Ekstrak dari gluten salah satunya berbentuk tepung, di Indonesia kita mengenalnya sebagai tepung terigu.

Makanan yang mengandung gluten dan mudah ditemui di pasaran adalah pasta, mie, roti, hingga sereal.

Mengonsumsi gluten sebetulnya berbahaya bagi para penderita celiac, yakni penyakit yang menyerang sistem imun.

Bagi penderitanya gluten akan dikenali sebagai zat yang berbahaya dan mengganggu penyerapan nutrisi makanan dalam tubuh.

Masalah yang biasanya langsung dirasakan adalah anemia, pusing, dan mengalami gangguan pencernaan.

Namun, menghindari gluten nyatanya tidak hanya penting bagi penderita penyakit celiac ini tapi semua orang dianjurkan untuk mulai mengurangi konsumsi gluten sehari-hari.

Mia Maria saat memaparkan materinya tentang gluten di Happiness Festival di Jakarta (28/4). (Foto: Belanga.id/Anisa Giovanny)

Menurut ahli nutrisi Mia Maria, gluten memiliki sifat yang mengentalkan dan mengikat makanan yang masuk ke perut, akibatnya nutrisi dari makanan tidak akan terlepas dan terserap dengan baik.

“Gluten bisa merusak dinding-dinding usus kita dan akhirnya bisa bocor,” jelasnya saat ditemui di Happiness Festival di Lapangan Banteng, Jakarta (28/4).

Baca juga: Happiness Festival 2019: ‘Avengers’ Ajak Masyarakat Hidup Lebih Bahagia

“Nanti nutrisi yang harusnya lari ke organ lain dulu malah tidak bisa disalurkan dengan baik karena udah bocor duluan.”

Mia menambahkan, “Memang tidak langsung dirasakan seperti penderita celiac atau yang sensitif sama gluten, tapi pasti pelan-pelan ada efeknya, seperti perut kembung, pusing-pusing, gangguan pencernaan, mudah lelah, dan lainnya.”

Melihat dampak negatif dari gluten, tidak mengherankan kalau mulai banyak edukasi tentang makanan yang bebas dari gluten.

Ada baiknya bagi yang tidak intoleran terhadap gluten pun harus waspada dengan asupan gluten di dalam tubuh.

Selain itu, dengan menghindari konsumsi gluten kinerja pencernaan jadi lebih baik. Nutrisi dapat lebih mudah tersebar sempurna ke segala organ dan memberikan manfaat maksimal untuk tubuh.

Dengan catatan, asalkan dibarengi dengan pola makan yang seimbang.

Mengurangi gluten bisa dimulai dari mengganti bahan-bahan yang mengandung gandum dan tepung terigu ke yang lebih sehat.

Misalnya menggunakan tepung alternatif seperti tepung singkong, tepung beras hitam, beras putih, tepung ubi, tepung pati garut, tepung sagu, tepung ketan hingga tepung pisang.

“Di sini (tepung selain terigu atau tepung gandum) banyak dan mudah ditemui, karena memang tepung dari gandum sebetulnya tidak pernah bisa tumbuh di sini,” paparnya.

Tepung-tepung tersebut bebas gluten dan punya manfaat besar bagi tubuh. Tepung sagu, misalnya, bisa mengobati berbagai masalah pencernaan seperti kembung, sembelit, asam lambung, maag dan gangguan pencernaan lainnya.

Tepung sagu juga bisa meningkatan produksi enzim pencernaan untuk melindungi usus agar tidak kering, dan kerap diresepkan kepada penderita muntaber.

Sebabnya, tepung sagu bisa memberikan efek dingin dan menenangkan perut dari rasa sakit.

Selain tepung-tepungan, masih banyak makanan lainnya yang gluten free seperti daging, ikan, hidangan laut, buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, telur dan umbi-umbian.

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advocate

Written by AnisaGiovanny

Content Author
Tips Bisnis Kuliner

Bisnis Kuliner di Era Digital, Makanan Lokal Lebih Unggul

Konsumsi Vitamin D Dapat Cegah Depresi!