Logo Balanga

Gembus si Jajanan Langka Khas Cilacap

 Gembus si Jajanan Langka Khas Cilacap

Mungkin kebanyakan orang merasa asing dengan jajanan dari olahan singkong yang satu ini.

Bentuknya simpel seperti donat, teksturnya empuk saat dimakan masih hangat, rasanya gurih, dan yang pasti harganya bisa dibilang murah, lho. Kalian cukup mengeluarkan uang Rp5.000 saja, sudah bisa mendapat paling sedikit 10 buah.

Gembus. Begitulah orang-orang di Cilacap menyebutnya.

Memang sedikit aneh dan asing didengar. Apalagi jajanan bernama gembus ini bisa dibilang sulit didapati pada hari-hari biasa, kecuali saat ada pagelaran wayang atau acara-acara besar, seperti acara budaya ataupun acara hajatan.

Nah, kebetulan di kampung tempat aku tinggal ini selalu diadakan tradisi “sedekah bumi” di mana akan ada syukuran bersama dan pertunjukan wayang setiap tahunnya.

Makanya tidak heran kalau gembus bakal jadi jajanan primadona yang paling banyak dicari masyarakat termasuk keluargaku sendiri. Karena di saat seperti itulah kita bisa dengan sangat mudah mendapatkan gembus, tanpa perlu mencari-cari terlebih dahulu

Suatu hari, terbesit keinginan untuk menikmati jajanan khas Cilacap tersebut di hari-hari biasa. Dengan resep yang Bibi ketahui lewat internet, ia pun langsung segera mencoba bikin gembus buatannya sendiri.

Sederhana memang, tapi siapa sangka butuh keahlian untuk bisa membuatnya dengan baik dan enak. Sebab, hasil akhir Bibi mencoba untuk pertama kali adalah gagal. Begitu juga untuk percobaan berikutnya.

Berbeda dengan apa yang dialami oleh kakak sepupuku yang bekerja di Jakarta. Karena saking penasaran dan inginnya ia membawa oleh-oleh khas Cilacap tersebut, ia lalu mencari dan memesan adonan gembus yang masih mentah alias yang belum digoreng untuk ia bawa ke Jakarta.

Sesampainya di Jakarta, kakak sepupuku pun segera mencoba menggoreng adonan gembus itu. Namun, entah apa yang salah, adonan tersebut tidak mengembang seperti yang seharusnya. Padahal cara yang ia lakukan sudah sama seperti yang ia ketahui saat membeli gembus di kampung. Benar-benar butuh keahlian untuk membuatnya, bukan?

Rupanya, sekarang takdir begitu baik, karena aku sudah bisa membeli gembus dengan mudah. Membeli Gembus goreng yang bentuk adonannya bulat, disiram dengan lelehan gula jawa, dan dibungkus dengan daun pisang di pasar saat pagi.

Selain itu, membeli gembus goreng berbentuk donat tanpa tambahan apa-apa alias rasa original seperti yang biasa dijual saat acara-acara besar itu di tukang jualan pinggir jalan raya yang tidak jauh dari rumahku mulai sore hari.

Tentu kedua gembus itu memiliki sensasi rasanya masing-masing, tapi gembus dengan rasa original inilah yang paling aku dan banyak orang sukai karena bisa dinikmati dalam keadaan masih hangat sehingga tidak terkesan keras saat dimakan.

Begitulah kiranya yang bisa aku bagikan kepada kalian tentang jajanan khas di kampung halamanku, Cilacap. Bagaimana menurut teman-teman? Apa di antara kalian ada yang merasa penasaran dan ingin mencobanya?

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *