Gado-Gado di Kota Perantauan, Mengobati Kerinduan pada Kampung Halaman

Saat jauh dari kampung halaman pasti kita akan sangat merindukan segala sesuatu yang tersimpan di dalamnya, mulai suasana, bahasa, budaya, sampai kuliner khas yang selalu dirindukan setiap saat.

Sejak tahun 2015, saya mulai kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Malang, akhirnya saya pun juga harus berdomisili di Malang.

Tinggal di kota perantauan tentu bukanlah sesuatu yang mudah, karena saya harus menyesuaikan dengan berbagai suasana dan kultur daerah yang baru.

Namun, demi mencapai cita-cita dan membahagiakan kedua orangtua, saya akan berusaha untuk melakukan yang terbaik termasuk pergi merantau di kota orang dan jauh dari kampung halaman.

Sampai saat ini, saya masih berada di kota perantauan untuk menyelesaikan pendidikan saya yang sudah berada di semester tujuh dan dapat dikatakan sudah mulai memasuki semester akhir.

Untuk bisa sampai pada tahap ini, tentu tidaklah mudah karena terkadang sering kali di sela-sela kesibukan kegiatan kuliah perasaan kerinduan dengan kampung halaman itu pun muncul. Salah satunya kerinduan dengan kuliner khas kampung halaman.

Ketika hal tersebut terjadi, maka saya akan mencari kuliner tersebut untuk mengobati kerinduan pada kampung halaman. Gado-gado pun menjadi salah satu kuliner yang wajib saya cari untuk mengobati rasa rindu itu.

Gado-gado merupakan makanan khas dari Jakarta yang terdiri dari berbagai campuran rebusan sayur-mayur, seperti kangkung, kacang panjang, taoge, labu siam, kubis, timun, wortel, dan kentang, serta dilengkapi juga dengan irisan tahu tempe goreng dan telur rebus, lalu di campur menjadi satu dengan bumbu kacang.

Terkadang sering kali juga ditambah dengan lontong atau nasi, dan tidak lupa kerupuk atau emping sebagai pelengkapnya.

Dalam satu porsi gado-gado ini sudah menjadi menu makanan seimbang dan sehat yang diperlukan oleh tubuh kita, karena di dalamnya sudah terdapat kandungan karbohidrat yang berasal dari kentang rebus, lontong ataupun nasi.

Selain itu, terdapat juga kandungan lemak dan protein yang berasal dari potongan tahu dan tempe goreng serta telur rebus; dan pastinya juga terdapat banyak kandungan vitamin yang berasal dari berbagai sayur-mayur.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa di Indonesia sangat kaya akan keanekaragaman jenis kuliner khas yang tersebar di berbagai daerah yang memiliki cita rasa, keunikan, dan ciri khas yang berbeda-beda.

Sajian makanan dengan campuran sayur-mayur dan bumbu kacang ini memang banyak jenisnya. Selain gado-gado yang merupakan kuliner khas Jakarta, ada juga pecel yang merupakan kuliner khas Jawa Timur, lalu ada juga karedok dan lotek yang merupakan kuliner khas Jawa Barat.

Sekilas tampilan antara gado-gado, pecel, karedok, dan lotek ini memang memiliki kemiripan, tapi di setiap kuliner tersebut memiliki keunikan, cita rasa, dan ciri khas yang berbeda-beda.

Namun, menurut saya gado-gado memiliki ciri khas, keunikan dan cita rasa tersendiri yang dapat memanjakan lidah. Itulah sebabnya gado-gado menjadi salah satu kuliner yang selalu saya rindukan saat jauh dari kampung halaman.

Artikel ini disertakan dalam Lomba Menulis Kuliner Juara Kampung Halaman berhadiah belasan juta rupiah ditambah voucher Food Tour dari Good Indonesian Food. Ayo ikutan! Info lebih lanjut, klik banner di bawah ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *