Logo Balanga

Es Kepal Milo untuk Takjil Buka Puasa, Sehatkah?

 Es Kepal Milo untuk Takjil Buka Puasa, Sehatkah?

Cuaca panas yang terik akhir-akhir ini membuat tubuh mudah lemas dan dehidrasi. Namun, hal tersebut tak memungkiri antrian di sebuah kedai es serut yang viral di jagat kuliner Indonesia, dari generasi tua hingga muda.

Es kepal adalah salah satu dari sekian banyak dessert yang memenangkan hati masyarakat. Perpaduan dinginnya es dan lelehan manis nan kental langsung melegakan tenggorokan, apalagi ditambah aneka topping dengan rasa nano-nano.

Tren ini lahir di negara tetangga yang juga tropis, yakni Malaysia. Sejak awal 2018, jajanan impor ini tenar dengan lelehan cokelat Milo yang manis dan khas. Tak lama setelahnya, muncul rasa baru seperti green tea, red velvet, taro, Oreo, Ovaltine, hingga Dancow muncul. Dari segi packaging, es kepal tak lagi disajikan dengan wadah plastik saja. Beberapa juga memindahkannya pada batok kelapa, mug besar, dan sebagainya.

Dengan berbagai inovasi tampilan dan rasa, diperkirakan es kepal tetap menjadi pilihan masyarakat hingga bulan puasa mendatang. Bulan Ramadhan tahun ini jatuh pada pertengahan Mei hingga pertengahan Juni 2018. Dua bulan ini, Indonesia memasuki musim kemarau dimana suhu udara naik dari biasanya. Tentunya, seporsi es kepal selepas berpuasa dapat menjadi penawar nikmat sekaligus memuaskan dahaga.

Baca juga: Es Kepal Milo, Jajanan Baru yang Viral

Ketika seporsi es kepal Milo = dua mangkuk bakso

Di tengah viralnya es kepal, kabar kesehatan berhembus mengenai jumlah kalorinya. Dilansir dari detikFood, seporsi es kepal diduga sama dengan dua mangkuk bakso ukuran biasa. Wah, banyak sekali ya?

Semangkuk bakso biasa umumnya berisi beberapa butir bakso, mie kuning dan/atau bihun, cincangan seledri, taburan bawang goreng, serta siraman kaldu sapi. Bila seporsi bakso terdiri dari empat bakso sapi dan bihun sebanyak 50 gram, maka kandungan kalorinya mencapai 400 Kkal. Padahal, semangkuk bakso belum nendang tanpa tambahan kecap, cuka, sambal, dan saus cabai yang membuat angka kalorinya bertambah lagi.

Jika semangkuk bakso mengandung 400 Kkal, berarti seporsi es kepal bisa 800 Kkal dong?

Sebelumnya, Belanga melakukan sebuah survei yang diikuti 30 responden laki-laki dan perempuan. Ketika ditanya jenis es kepal, semuanya mengaku pernah mencoba es kepal Milo. Masing-masing pun menyebutkan topping yang biasa dipilih, yakni choco chips (18 responden), kacang (12 responden), meses (8 responden), dan susu bubuk Milo (8 responden).

Es kepal Milo sendiri dibuat dari es serut dan lelehan cokelat Milo. Berdasarkan perhitungan detikFood, lelehan yang nyoklat itu umumnya terdiri dari 5 sdm bubuk Milo (321 Kkal), 1 sdm bubuk cokelat (46 Kkal) dan 100 gram susu kental manis (343 Kkal). Berdasarkan kalkulasi di atas, seporsi es kepal Milo polos mengandung 784 Kkal yang hampir sama dengan dua porsi bakso.

Secara garis besar, topping es kepal menyumbang kalori hingga angka seribu. Dua sendok makan (sdm) kacang saja sudah 190 Kkal. Lalu taburan susu bubuk Milo yang kira-kira 2 sdm terhitung 158 Kkal. Untuk choco chips atau Koko Krunch dengan takaran 10 gram dapat mencapai 60 Kkal. Tak ketinggalan 1 sdm meses cokelat (14 gram) terhitung 25 Kkal.

Jika digabungkan, seporsi es kepal Milo polos berisi 784 Kkal dengan 433 Kkal topping di atas sama dengan 1,217 Kkal. Wah jangankan bakso, kalori setinggi itu bisa memenuhi kebutuhan dalam setengah hari, lho.

Baca juga: Aplikasi Diet Gratis & Canggih Untuk Mencapai Body Goals-mu!

Es kepal Milo jadi takjil buka puasa, amankah?

Seiring maraknya es kepal di tengah masyarakat, tak terasa bulan Ramadhan pun makin dekat. Hal ini pun jadi tantangan baru dari segi kesehatan. Pasalnya, ada keinginan untuk melepaskan dahaga setelah 14 jam berpuasa dengan yang segar dan manis. Belum lagi dengan fakta kalori dalam seporsi es kepal. Apakah kita harus menghindari jajanan yang satu ini?

Belanga berbincang dengan ahli gizi Atika Sulistyan. Menurut perempuan yang akrab disapa “Tika” ini, es kepal ini bisa banget jadi salah satu alternatif takjil. Sebab, jajanan es ini mengandung gula sederhana. “Prinsip takjil itu kan sebenarnya makanan yang kandungan gulanya sederhana. Kenapa? Karena pas kita puasa, gula darah turun banget. Nah pas buka, (kita) makan yang kandungannya gula sederhana supaya gampang diserap tubuh.”

Namun, Tika juga menyarankan supaya porsi es kepal juga diatur. Menurut survei Belanga, 1 dari 6 responden merasa ingin tambah lagi (ketagihan). “Gula sederhana memang bikin nagih, sih. Ia merangsang salah satu hormon yang bikin kita rileks, alhasil (kita) mau lagi.”

Kalorinya yang tinggi memang perlu perhatian saat jadi appetizer, apalagi ditambah menu berbuka yang tinggi karbo dan protein. Berbagai efek samping bisa kamu temui, seperti obesitas dan diabetes.

“Lebih baik makannya setengah porsi saja. Atau topping-nya jangan terlalu heboh, misalnya pakai sereal, kacang, susu kental manis, keju, dan Milo bubuk. Ingat, takjil itu cuma pemanasan buat makan yang sesungguhnya.”

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *