in

Dicap Buruk, Padahal Mereka Makanan Sehat

Yang penting dikonsumsi sewajarnya!

Keju! (Foto: IG @repertoireculinaireuk)

Jika ada makanan sehat, tentu ada makanan sebaliknya. Ya, makanan bereputasi buruk yang kerap kali dihindari sebagai pilihan utama dalam hidangan. Hal ini biasanya disebabkan karena kandungan kolesterol dan lemak yang seringkali dituduh sebagai sumber penyakit.

Pada kenyataannya makanan-makanan yang bereputasi buruk itu juga memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan.

Bahkan mungkin sudah seharusnya cap buruk menghilang dari makanan-makanan berikut ini.

1. Telur

Punya kadar kolesterol yang tinggi pada bagian kuning, membuat telur memiliki reputasi yang tak terlalu baik.

Padahal dibanding hanya berfokus pada kandungan kolesterolnya saja, di dalam sebuah telur banyak manfaat baik yang bisa diambil oleh tubuh.

Telur merupakan sumber protein yang hebat, mengandung sederet nutrisi penting mulai dari vitamin B12 dan D, fosfor, riboflavin, selenium, hingga folat.

Baca juga: 7 Resep Telur Ini Bikin Kamu Ga Bosan Sama Si Penguasa Kulkas!

Telur juga mengandung kolin yang berfungsi sebagai pendorong metabolisme dalam tubuh dan menonaktifkan gen lemak perut yang bisa membuat tubuh tetap langsing.

Selain itu menurut American Optometric Association, telur dapat bermanfaat bagi kesehatan mata dan melawan degenerasi makula.

Hal ini disebabkan karena telur memiliki kandungan lutein dan zeaxanthin yang tinggi, dan bertindak sebagai antioksidan.

Konsumsi telur tiap hari secara teratur juga dapat menurunkan risiko jantung koroner.

2. Daging Merah

Daging merah disinyalir merupakan makanan buruk karena kandungan lemak jenuhnya, dan orang-orang kerap kali mengaitkannya dengan burger yang sudah di cap sebagai junk food.

Padahal daging merah tak seburuk kelihatannya, yang membuatnya seperti itu adalah bahan-bahan lain yang sering dijadikan pelengkap seperti santan dan minyak berlebih.

Sejatinya daging merah memiliki manfaat, per 100 gram daging merah mentah setara yang memiliki 10% lemak mengandung 20 gram protein hewani, dan vitamin B3, B12 yang tak bisa didapat dari sumber nabati.

Baca juga: Makan Steak Bisa Ke Inggris?

Selain itu masih ada B6, zat besi, zinc, serta selenium yang dapat memecah lemak dan bahan kimia dalam tubuh.

Daging merah juga kaya akan nutrisi penting seperti creatine dan carnosine, yang dapat memberikan efek baik pada fungsi otot dan otak.

Mengonsumsi daging merah dalam 2 -3 porsi per minggu bisa membantu menurunkan berat badan.

3. Popcorn

Siapa yang tak suka popcorn sebagai camilan,apalagi kalau sedang nonton film di bioskop popcorn itu wajib hukumnya.

Namun sayangnya popcorn yang sering dikonsumsi oleh banyak orang adalah popcorn kemasan, atau popcorn yang sudah dicampur beragam bumbu berpengawet hingga tak mendapatkan manfaat berarti setelah mengonsumsinya.

Padahal popcorn juga bisa menyehatkan asal menggunakan biji jagung yang alami tanpa menggunakan garam, minyak berlebih dan zat aditif lainnya.

Menurut Menurut Peneliti di University of Scranton di Pennsylvania menemukan bahwa popcorn alami itu mengandung lebih banyak polifenol daripada banyak buah dan sayuran.

Polifenol berperan sebagai antioksidan kuat yang dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel.

Makanan kaya polifenol dapat membantu menangkal berbagai macam kondisi kesehatan serius, termasuk osteoporosis, penyakit jantung, neurodegenerasi, dan berbagai jenis kanker.

Selain itu popcorn alami mampu membantu proses diet karena kandungan kalori yang sedikit.

4. Kentang

Kentang mendapatkan reputasi buruk karena bisa membuat kenaikan berat badan karena kandungan karbohidratnya, seringkali kentang juga dicap sebagai junk food karena menjadi teman nomor satu burger.

Selain itu kentang dijadikan kambing hitam pada peningkatan glukosa darah, kekebalan insulin dan diabetes tipe 2.

Padahal, kentang juga tak kalah kaya manfaat positif yang dibutuhkan tubuh, kentang sendiri adalah sumber kalium yang baik, memiliki vitamin c dan serat yang bagus untuk pencernaan.

Kentang juga merupakan alternatif baik dibanding beras merah atau oatmeal dalam menunda lapar.

Makanan berbentuk bulat cokelat ini juga memiliki pati resisten, yakni jenis karbohidrat baik yang membantu mengatur kadar gula dalam sekaligus memberikan rasa kenyang lebih awet dan dapat  membuat porsi makan lebih sedikit.

Untuk menikmati segala manfaat ini tentu saja, kentang harus diolah dengan baik, salah satu caranya adalah dibuat salad.

5. Kacang

Makanan ini mendapatkan reputasi buruk karena tinggi lemak dan kalori, selain itu kacang dicap mengandung lemak jenuh yang dapat menyebabkan risiko penyakit jantung.

Kacang dan biji-bijian memang mengandung lemak jenuh yang seringkali menyebabkan berbagai penyakit.

Namun dibalik itu, kacang diperkaya oleh kandungan nutrisi dan serat yang sangat berguna untuk kesehatan jantung.

Kacang juga memiliki lemak tak jenuh tunggal, omega 3, magnesium yang berguna untuk membangun kekuatan tulang, kalsium serta zat besi selaku penyedia energi.

Sebuah studi terbaru terbitan British Journal of Nutrition menunjukkan bahwa mengonsumsi kacang utuh dapat menurunkan risiko kematian dari berbagai penyakit jantung kronis, seperti jantung koroner dan kematian jantung mendadak.

Demi mendapatkan manfaat kacang,  harus dikonsumsi dalam batas normal dan memperhatikan jumlah kalori yang ada di dalamnya.

Contohnya dalam mengonsumsi selai kacang, sangat dianjurkan hanya 2 sendok per harinya.

6. Keju

Banyak orang yang menghindari keju karena mengandung banyak lemak dan bikin cepat gemuk.

Padahal keju merupakan makanan kaya protein yang, ia juga merupakan makanan kaya nutrisi, vitamin A dan B12, seng, folat dan kalsium yang dapat menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis

Bahkan makanan bercita rasa asin ini bisa meredakan PMS bagi wanita setiap bulannya.

Baca juga: Emina Cheese, Cara Baru Konsumsi Keju

Makan keju secara teratur tanpa embel-embel makanan berlemak lainnya juga bisa menurunkan kemungkinan penumpukan lemak di hati.

Selain itu makanan dari susu ini bisa menurunkan risiko kanker kolorektal, membantu memerangi obesitas sekaligus melindungi tubuh penyakit jantung, dan mencegah gigi berlubang.

Tidak kalah penting, keju memiliki kadar kolesterol HDL yang tinggi yang bermanfaat dalam menjaga kelancaran saluran pembuluh darah.

7. Kopi

Kopi memiliki citra buruk karena seringkali membuat orang sulit tidur, dada berdebar, gangguan pencernaan dan kafein dalam kopi bisa menyebabkan osteoporosis.

Baca juga: Benarkah Kopi Dapat Menyebabkan Kanker? Simak Faktanya!

Semua ini akan berlaku jika mengonsumsinya sembarangan, kopi pada kenyataannya tak seburuk itu. Ia juga memiliki berbagai manfaat yang bisa diambil.

Menurut Badan Penelitian Kanker Internasional Organisasi Kesehatan Dunia, kopi sejatinya dapat membantu menurunkan perkembangan kanker tertentu, contohnya kanker rahim.

Selain itu, minum kopi secara teratur dapat melindungi dari penyakit jantung, diabetes tipe 2 dan penyakit parkinson.

Bagi orang lanjut usia, minum kopi juga disinyalir dapat menurunkan risiko demensia dan alzheimer.

Meski bermanfaat, konsumsi kopi juga harus diatur, yakni 40 miligram kafein per hari atau 4 cangkir kopi dan tetap perhatian kandungan susu yang biasa digunakan sebagai campuran kopi.

Hidangan yang dicap buruk itu, nyatanya bisa membuktikan diri sebagai makanan yang baik bagi kesehatan.

Catatannya, untuk mendapatkan segala manfaat baiknya harus dikonsumsi secukupnya saja.

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

One Ping

  1. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contributor

Written by AnisaGiovanny

Content AuthorYears Of Membership

10 Ragam Nasi Goreng Yang Bikin Ngiler!

Sejarah rempah di Indonesia.

Cerita Gelap di Balik Jalur Rempah: Budak, Bajak Laut dan Pelacur