in ,

Cara Simpan Bubuk Kopi Agar Tak “Masuk Angin” dan Seduh a la Coffee Shop

Biar ngopinya makin asyik!

Foto: IG @excelsocoffee

Minum kopi kini jadi gaya hidup tersendiri. Bagi sebagian orang, menjalani aktivitas harian rasanya tidak lengkap tanpa secangkir kopi. Pecinta kopi tak jarang punya stok bubuk kopi single origin. Beli bubuk kopi sekarang bisa di mana saja, termasuk coffee shop seperti Excelso.

Kedai ngopi berkualitas yang sudah hadir sejak 1991 ini juga menjual biji kopi single origin unggulan dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Warga Dunia Makin Suka Ngopi, Kok Kopi Indonesia Stagnan?

Dari Kopi Sumatra Mandheling, Kopi Kalosi Toraja, Kopi Java Arabica, sampai Kopi Luwak yang terkenal sulit didapat ada.

Bisa digiling gratis hingga jadi bubuk bila mau.

Namun, untuk menikmati kopi yang berkualitas tidak selesai sampai membeli biji atau bubuk kopinya saja.

Masih ada proses penyimpanan jika tidak ingin menghabiskannya langsung dalam satu waktu.

Coffee trainer Excelso Iwan Kurniansyah pun berbagi tips menyimpan bubuk kopi agar tidak mudah rusak.

Iwan Kurniansyah saat memberikan materi soal kopi di Excelso. (Foto: Belanga.id/Anisa Giovanny)

Ia menuturkan, bahwa hal pertama adalah jangan menaruh kopi di tempat terbuka dan langsung terpapar oksigen.

Kopi yang mengalami oksidasi, kesegarannya berkurang.

“Menaruh kopi di luar itu sama saja membuatnya basi. Istilahnya masuk angin,” jelas Kurniansyah saat ditemui di acara Excelso dan RedDoorz di Jakarta (12/07).

Tambahnya, ketika kopi selesai digiling dalam waktu 15 menit saja kualitas kesegaran kopi mulai menurun, karena sebelum disimpan ke wadah otomatis sudah terpapar oksigen.

Kedua, karena kopi memiliki sensitivitas tinggi dan bisa menyerap bau di sekitar, pastikan kopi tidak berada di dekat benda-benda yang memiliki bau menyengat, seperti parfum, pengharum ruangan, dan lain sebagainya.

“Wadah kopi harus tertutup rapat, kering dan bersih. Jangan basah atau lembab, karena bisa menumbuhkan jamur,” ajar Iwan ramah.

Ingin menyimpan kopi di lemari pendingin pun tak masalah, asalkan kopi tetap dalam keadaan kering dan wadahnya kedap udara.

Setelah menyimpan kopi dengan tepat, untuk menikmati rasa kopi yang berkualitas pun harus memerhatikan proses penyeduhannya.

Di kedai kopi pada umumnya ada tiga teknik penyeduhan kopi, yaitu dengan menggunakan mesin, syphon brew, dan french press (plunger).

Baca juga: Mesin Kopi Ini Seharga Mobil!

Masing-masing alat tersebut menghasilkan tingkat kekentalan, keasaman dan aroma yang berbeda.

Jika menggunakan mesin, tingkat keasaman, aroma dan kekentalan atau cita rasa pahitnya cenderung lebih tinggi.

Kalau menggunakan syphon brew akan menghasilkan aroma yang lebih harum, tingkat keasaman yang tinggi, namun tidak terlalu kental.

Sedangkan memakai french press akan menghasilkan seduhan dengan skala menengah.

“Tujuan dari teknik penyeduhan kopi itu untuk mendapatkan cita rasa yang sesuai. Tentu mana yang lebih enak tergantung dengan selera masing-masing konsumen,” kata Iwan.

“Kopi itu personal sifatnya, tetapi juga universal. Tak ada cara yang salah dan benar dalam menyeduhnya.”

Jika ingin menikmati kopi a la coffee shop di rumah, tidak perlu repot untuk membeli semua alat tersebut.

Menurut Iwan, di antara tiga alat tadi french press adalah alat yang paling mudah dan ramah digunakan bagi pecinta kopi.

Iwan pun memberikan tips penggunaan french press untuk menghasilkan seduhan kopi yang rasanya tipis-tipis sama dengan coffee shop.

Pertama, pastikan air yang digunakan untuk menyeduh berada di kisaran suhu 95-98 derajat Celsius.

Jika tidak punya termometer, panaskan air hingga mendidih lalu matikan kompor dan diamkan selama dua menit. Suhunya akan turun di angka tersebut.

“Untuk menentukan suhu panas, lihat dulu jenis kopinya. Kalau robusta baiknya diseduh di suhu 85-90 derajat. Rasanya lebih pahit kalau diseduh dengan suhu lebih panas. Arabika di suhu 95-98 derajat bisa,” kata Iwan sambil tersenyum.

Kedua, masukkan bubuk kopi dalam french press, lalu tuang air panas sampai terendam. Tinggi air kurang lebih seperempat dari tinggi plunger.

Selanjutnya adalah proses blooming yang berfungsi untuk mengeluarkan gas karbondioksida. Tunggu sampai 30-45 detik sebelum menekan french press, atau setelah ampas turun.

Terakhir, tambah tekanan udara dalam french press dengan menekannya. Proses ini akan mengekstraksi kopi dan mengeluarkan rasa dan tekstur yang kental.

Dijamin kopi yang dibuat sendiri ini akan terasa nikmat, asal jangan dibandingkan secara berlebihan dari seduhan yang menggunakan mesin yang canggih itu.

Mari ngopi dulu!

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contributor

Written by AnisaGiovanny

Content AuthorYears Of Membership
Keripik kentang Japota

Keripik Kentang Bantu Generasi Millennial Berkomunikasi

bubur ase bang lopi

Bubur Ase, Kuliner Asli Betawi Kini Langka di Jakarta