in

Bulan Puasa Hindari Makanan Yang Bikin Bau Mulut Ini

Jangan sampai ga pede karena bau mulut!

(Foto: Pixabay)

Tidak terasa, bulan Ramadan telah tiba. Tidak makan, tidak minum, menawan hawa nafsu dan emosi negatif merupakan beberapa hal yang harus dilakukan saat menunaikan ibadah puasa. Satu dari sekian hal yang menjadi momok bagi mereka yang berpuasa adalah bau mulut.

Di bulan puasa, hal ini umum terjadi karena mulut tidak menerima asupan apapun, baik minum maupun makanan, selama berjam-jam.

Kurang minum berarti produksi air liur yang berfungsi membilas kuman penyebab plak dan bau mulut akan menurun, padahal bakteri terus berkembang biak. Kondisi ini menghasilkan gas berbau tidak sedap dari mulut.

Baca juga: Ngeteh Sambil Nikmati Kuliner Bogor, Ternyata Pas!

Faktor lain yang mempengaruhi bau mulut adalah makanan dan minuman yang disantap saat sahur ataupun berbuka puasa.

Beberapa makanan atau minuman memang berkontribusi besar terhadap kesegaran hawa mulut.

Halitosis atau bau mulut kronik seringkali disebabkan oleh makanan yang mengandung bawang putih dan bawang bombai.

Senyawa sulfur bau dalam bawang putih dan bawang merah tertinggal di mulut dan diserap dalam aliran darah dan dikeluarkan saat mengeluarkan napas.

Kopi dan alkohol juga menjadi minuman yang harus dihindari untuk mencegah bau mulut. Keduanya mengurangi aliran air liur dan memungkinkan bakteri berbau busuk berlama-lama di dalam mulut.

Selain itu, produk susu, makanan yang banyak mengandung daging, jus jeruk, dan soda juga termasuk biang keladi bau mulut, meskipun masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Tapi utamanya, makanan apapun bisa menyebabkan bau jika dibiarkan terlalu lama mengendap di dalam mulut. Sikat gigi dan lidah secara rutin merupakan cara ampuh mengatasinya.

Mereka ini yang menangkal bau tak sedap

Bukan berarti karena tidak mau bau mulut jadinya takut mengonsumsi apapun. Ada juga yang bisa dikonsumsi untuk menangkal momok satu ini.

Buah-buahan mengandung vitamin C dapat mengurangi risiko bau mulut! (Foto: Pixabay)

Pertama, air putih. Dengan banyak minum air putih, produksi air liur jadi meningkat, dan pula ia dapat membuat sisa-sisa makanan larut dan tidak mengendap di dalam mulut.

Saat berpuasa seperti ini, perbanyak minum air putih sewaktu sahur.

Kedua, permen karet tanpa gula atau yang mengandung xylitol. Mengunyah permen karet mengendurkan makanan dan sel-sel mati dari gigi, gusi, dan lidah, serta mendorong produksi air liur.

Permen karet, terutama yang mengandung xylitol, memang efektif untuk melawan bau mulut karena dapat menghambat produksi bakteri di dalam mulut.

Mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran juga bagus untuk melawan napas tak sedap, terutama yang kaya vitamin C, seperti paprika merah dan brokoli. Soalnya mereka menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi bakteri mulut.

Yogurt juga direkomendasikan mengatasi bau mulut. Pasalnya, yogurt mampu menurunkan kadar senyawa sulfida penyebab bau tak sedap.

Sebuah penelitian dari Jepang menyimpulkan bahwa mengonsumsi sekitar 85 gram yogurt bebas gula dan mengandung probiotik sebanyak 2 kali sehari selama 6 minggu dapat mengurangi bau mulut.

Baca juga: Andaliman, Rempah Endemik Simbol Budaya Batak

Terakhir, rempah-rempah juga disarankan untuk melawan bau mulut, seperti peterseli yang mengandung klorofil dan dapat mengurangi bau mulut. Rempah lainnya seperti cengkeh, adas manis, dan biji adas.

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advocate

Written by Rikko Ramadhana

Work hard, pray harder.

Content AuthorYears Of Membership
Sila Tea House

Ngeteh Sambil Nikmati Kuliner Bogor, Ternyata Pas!

Padang Merdeka, Restoran Padang Kekinian Yang Patriotik