in

Bubur Ase, Kuliner Asli Betawi Kini Langka di Jakarta

Penjajanya bisa dihitung jari dan mayoritas tersebar di kawasan Tanah Abang.

“Kalau bukan orang betawi siapa lagi yang meneruskan usaha ini?”

Ujar lelaki berusia 63 tahun itu sambil menyiapkan sepiring bubur ase. Hari itu, ketika saya berkunjung di suatu waktu di tengah Juni, warung Bang Lopi tidak terlalu ramai walaupun pelanggan datang hilir mudik.

“Saya selalu di(titipi) pesan oleh pelanggan agar melestarikan kuliner ini, karena sekarang masih sulit dicari,” ujar Bang Lopi, panggilan akrab sang pemilik warung.

Untuk menikmati bubur ase di zaman sekarang ini memang susah-susah gampang.

Warung Bang Lopi, yang berlokasi di Kebon Kacang, Pasar Gandaria, adalah salah satu dari sedikit penjual bubur ase yang masih bertahan.

Kuliner Betawi yang makin langka di ibu kota ini lahir dari perpaduan dua kuliner, yaitu: asinan-semur, yang lantas disingkat menjadi “ase”.

Rasa asinan yang segar dan semur yang manis serta legit membuat kuliner ini kaya rasa.

Warung Bang Lopi sendiri sudah dirintis sejak 1970-an oleh orang tuanya. Sekarang Bang Lopi adalah generasi ketiga yang menekuni usaha kuliner bubur ase.

Bang Lopi mengaku memang mencari bubur ase sekarang susah.

Salah satu faktornya adalah karena para penjual bubur ase dulu tidak mengajak dan mengajarkan resepnya pada anak-anaknya.

Akhirnya kuliner ini pun tak ada yang melanjutkan.

Berangkat dari alasan itu, Bang Lopi sudah mulai mengajak anak perempuannya untuk berdagang bubur ase. Ia juga berpesan agar bisa meneruskan usaha bubur ase, supaya tak hilang ditelan zaman.

Selama 15 tahun melanjutkan usaha bubur ase, Bang Lopi menggunakan resep turun temurun dari orang tuanya — dulu dikenal sebagai penjaja aneka kuliner betawi.

Dalam seporsi bubur ase miliknya ada bubur, siraman kuah semur bersama dengan tahu, daging ataupun telur yang bisa dipilih sesuai selera, kemudian diberikan asinan sayur dari sawi asin, timun, dan tauge.

sepiring bubur ase
Bubur ase, perpaduan rasa asinan dan semur yang klop. (Foto: Belanga.id/Anisa Giovanny)

Terakhir ditambahkan taburan kacang tanah goreng, acar, bawang goreng, kerupuk dan emping, dan sambal cabai sesuai selera.

Hanya ada yang sedikit berubah dari resepnya. Ia tidak lagi menambahkan lokcoi dan lobak di dalam asinan atas alasan kepraktisan.

Satu porsinya dihargai Rp15.000 saja.

“Bubur di sini lebih kental dan halus kaya bubur sumsum. Kuah semurnya juga tidak cuma manis, tapi ada rasa pedasnya.”

“Dagingnya itu yang biasa buat sop, ada lemaknya, bisa jadi kaldu di dalam semur,” papar Bang Lopi sambil meracik bubur ase dan menuangkan kuah semur untuk pesanan saya.

bubur ase bang lopi
Bang Lopi dan bubur ase. (Foto: Belanga.id/Anisa Giovanny)

Saat mencicipi bubur ase, rasanya begitu kaya dan tidak monoton. Ada rasa manis, dan sedikit pedas dari kuah semur, segar dari asinan sayuran, sedikit asam dari acar.

Semuanya tercampur jadi satu menjadi cita rasa yang akur di dalam mulut.

Tesktur buburnya juga masih terasa. Dagingnya pun empuk. Tahunya lembut dengan kuah semur yang sudah meresap sempurna ke dalamnya.

Tambahan kerupuk, emping serta kacang membuat seporsi bubur ase ini jadi makanan yang begitu kaya rasa dan tekstur yang menyenangkan.

Bang Lopi berdagang di sebuah ruko yang sederhana namun bersih sebagai tempat makan pelanggan, di depannya terdapat gerobak yang dijadikan tempat untuk meracik bubur ase.

Bubur Ase Bang Lopi ini buka setiap Selasa sampai Minggu, dari jam 6 pagi sampai pukul setengah 12 siang, dan menerima pesanan untuk berbagai acara.

Tampilan di dalam warung.
Warung Bang Lopi yang sederhana mendapatkan apresiasi dari Festival Bango 2019, seperti yang ditampilkan di dinding. (Foto: Belanga.id/Anisa Giovanny)

Tips untuk yang penasaran ingin mencoba bubur ase ini, datanglah saat hari biasa. Di hari libur, pelanggan Bang Lopi membludak dan datang dari berbagai kota seperti Bandung, Depok, Tangerang dan Bekasi.

“Kalau libur bisa sampai ngantri, bisa habis seratus-an porsi mungkin.”

“Rata-rata pelanggannya dari jauh, memang ke sini niatnya buat makan bubur ase. Jam 10 saja sudah habis biasanya kalau libur,” kata Bang Lopi

Selain menjual bubur ase, ada ketupat sayur yang dijual seharga Rp18.000.

Lelaki paruh baya ini berharap usahanya makin laris manis sehingga bisa pindah ke tempat yang lebih besar dan nyaman untuk pelanggan.

Ia juga ingin membuka cabang agar kuliner khas betawi ini tak hilang dan semakin banyak orang yang kenal.

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contributor

Written by AnisaGiovanny

Content AuthorYears Of Membership

Cara Simpan Bubuk Kopi Agar Tak “Masuk Angin” dan Seduh a la Coffee Shop

Resep Sehat Chicken Caesar Pasta Salad