Benarkah Kopi Dapat Menyebabkan Kanker? Simak Faktanya!

Belum lama ini, pemerintah negara bagian California, Amerika Serikat, mewajibkan coffee shop untuk memberikan label peringatan

Pasalnya, kopi ditemukan mengandung acrylamide atau akrilamida yang bersifat karsinogen dan dapat menyebabkan kanker. Akrilamida sendiri merupakan zat kimia yang dihasilkan dari proses roasting biji kopi.

Kebijakan terhadap peraturan tersebut diikuti dengan gugatan dari seorang hakim di California bernama Elihu Berle kepada Starbucks, BP, 7-Eleven, Gloria Jean’s, dan sekitar 80 coffee shop lainnya.


Gugatan ini dikarenakan coffee shop tersebut dinilai lalai dalam memberikan peringatan kepada konsumen bahwa produk yang mereka jual berisiko menyebabkan kanker.

Label warning yang harus ada pada kopi adalah label Proposition 65.

Di California, label ini lazim ditemukan di berbagai produk, seperti tuna, kentang, puree labu, pakaian, kacamata, dan masih banyak lagi.

Ini karena label Proposition 65 diberikan kepada produk yang mengandung 65 bahan kimia, termasuk akrilamida.

Bahan kimia yang diberikan label Proposition 65 memiliki kemungkinan menyebabkan kanker, kecacatan pada janin, dan masalah reproduksi serta kesehatan.

Starbucks dan coffee shop lainnya menolak keras memenuhi gugatan dari Elihu Berle.

Mereka menyatakan bahwa kandungan zat akrilamida pada kopi sangat kecil dan tak akan membahayakan konsumen.

Sikap pemerintah California yang mewajibkan label Proposition 65 pada kopi dan banyak produk lainnya karena diduga menyebabkan kanker ini membingungkan banyak orang.

Faktanya, studi membuktikan bahwa akrilamida yang terdapat pada kopi tidak berbahaya bagi kesehatan.

Pernyataan ini ditegaskan oleh David Spiegelhalter, profesor public understanding of risk di Universitas Cambridge.

“Orang dewasa yang mengkonsumsi akrilamida sebanyak 160 kali bahkan lebih hanya akan berada pada level yang dinyatakan oleh toxicologist tak akan menyababkan tumor pada tikus,” kata Spiegelhalter, dilansir dari Popular Science.

John Ioannidis, pakar obat dan kesehatan dari Univesitas Stanford menyatakan pada wawancaranya dengan The Verge, “Dari banyak hal di sekitar kita yang memiliki resiko menyebabkan kanker, kopi adalah yang teraman.”

Akrilamida tak hanya terkandung pada kopi, melainkan juga bahan makanan lainnya.

Berdasarkan studi dari American Cancer Society, akrilamida biasa ditemukan di berbagai pangan yang mengandung karbohidrat dan berasal dari sumber nabati, misalnya kentang, gandum, dan kopi, yang diolah dalam suhu panas yang tinggi.

French fries dan keripik kentang adalah makanan dengan kadar akrilamida tertinggi.

Namun, jangan khawatir karena sebenarnya kadar akrilamida pada makanan berada dalam jumlah kecil dan tidak akan membahayakan tubuh.

Ternyata tak ada studi dan pernyataan ilmiah yang dapat menguatkan pernyataan bahwa kopi dapat menyebabkan kanker.

Hal ini diamini oleh Joseph Gallati, medical director di Center of Liver Disease and Transplatation Rumah Sakit Methodist, Houston.

“Saya tidak yakin bahwa ada studi yang valid terhadap pernyataan ini (akrilamida pada kopi menyebabkan kanker -Red),” katanya.

Gallati berpendapat bahwa orang-orang cenderung tertarik pada pernyataan kontroversial bahwa kopi dapat menyebabkan kanker karena ngopi sudah menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan dari keseharian banyak orang.

“We make a big hoopla about it, but at the end of the day, it’s really meaningless,” ujar Gallati.

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *