Logo Balanga

Bali Spirit Festival Tak Cuma Yoga, Tari, Musik Juga Makanan Sehat

 Bali Spirit Festival Tak Cuma Yoga, Tari, Musik Juga Makanan Sehat

Makanan sehat juga disediakan. (Foto: Website BSF)

Bali memang tak pernah kehabisan pesona untung memikat mata dunia, banyak festival kelas internasional telah berhasil digelar di provinsi dengan jajaran pantainya yang indah ini. Salah satu adalah Bali Spirit Festival (BSF) dengan serangkaian acara di Kota Ubud pada 24-31 Maret.

Acara ini merupakan tempat berkumpulnya para penggemar yoga, dance, dan musik dari penjuru dunia. Tak heran jika festival ini diberi gelar sebagai salah satu festival terbesar di Asia.

Di tahun ini BSF mengangkat tema Restore the Balance. Tujuannya untuk membangkitkan potensi pada setiap individu dan menumbuhkan energi positif yang dapat diperoleh dan dipelihara hingga mampu menyebarkan energi itu ke orang-orang sekitarnya.

“Festival ini bukan hanya festival biasa karena akan memberikan pengalaman menyeluruh,” ujar Noviana Kusumawardhani selaku Media Manager BSF saat konferensi pers pada Kamis, 14 Maret 2019.

“Mulai dari yoga, meditasi, tari, olah napas, hingga penyembuhan.”

Tahun ini diestimasi pesertanya mencapai 2000 orang dari 60 negara. Semua kalangan, baik tua dan muda.

Perempuan yang akrab disapa Novi tersebut berharap peserta dari Indonesia tak akan kalah banyak. Terutama menilik yoga lagi naik daun di Pulau Jawa.

Kegiatan yoga memiliki kelas paling banyak dan diminati oleh para peserta. Bali Spirit Festival membuka kelas yoga yang mengajarkan Ashtanga, Vinyasa, Hatha, Kundalini, dan masih banyak lainnya.

Kelas Yoga selalu ramai. (Foto: Website BSF)

Kegiatan yang identik dengan meditasi tersebut tidak hanya berguna bagi kesehatan jiwa saja, tapi bisa bermanfaat pada kesehatan tubuh, jika diiringi dengan pola makan yang sehat

“Dalam menjalani yoga tentu saja ada gaya makan yang lebih baik untuk diterapkan yaitu pola makan sehat yang cenderung ke vegan,” jelas Yudhi Widyantoro, pendiri Komunitas Yoga Gembira

Pihak penyelenggara dari BSF turut menyadari hal tersebut dan berinisiatif menyediakan makanan sehat dominan sayuran sebagai asupan utama.

Sayuran baik untuk mendetoks diri secara alami. Kandungan lemak dan kolesterol jahatnya tidak tinggi.

Dengan asupan sumber vitamin lebih banyak tanpa minyak berlebih, juga kaya nutrisi dan gizi, membuat para peserta tetap bugar selama mengikuti rangkaian acara.

Tidak hanya makanan vegetarian seperti salad saja yang akan dihadirkan pada gelaran tahunan ini, hidangan sehat khas Bali yang turut diperkenalkan yaitu sate lilit dan lawar.

“Penyediaan makanan sehat ini bertujuan untuk membuat para peserta BSF belajar makan-makanan sehat dengan harapan bisa mengubah pola hidup mereka menjadi lebih baik setelah mengikuti festival ini,” ujar Novi.

Namun tidak perlu panik jika tidak suka sayuran. Novi kembali menambahkan bahwa akan ada hidangan non vegan yang bisa disantap seperti nasi goreng, mie goreng yang semuanya bebas dari pengawet dan MSG.

Minum pun akan diperhatikan betul di sana. Untuk melepaskan dahaga dan menggantikan cairan tubuh ada air kelapa segar dari pohon kelapa para petani lokal di Ubud.

Festival ini digelar selama 8 hari 7 malam dengan menyajikan 300 lokakarya dan menawarkan beragam aktivitas yang bisa dinikmati para peserta, di antaranya satsang & dharma talks, Indonesian presenter, daytime music, personal development & seminars.

Ada pula acara musik outdoor yang akan diisi para musisi mancanegara, hingga kegiatan berdansa dengan gaya Bali, Jawa, Indian sampai Afrika Barat.

Rangkaian acaranya berlangsung sejak pukul 8 pagi hingga 11 malam, dengan 150 pengisi acara.

Festival yang sudah diselenggarakan 12 kali ini bukan hanya memberikan manfaat bagi para pesertanya, namun juga memiliki dampak ekonomi yang besar bagi Kota Ubud, dan daerah-daerah wisata Bali lainnya.

Maka dari itu, acara ini didukung oleh Kementerian Pariwisata Indonesia dan telah dimasukkan ke dalam 100 event di kalender wonderful Indonesia.

“Kami selalu mendukung acara ini, karena memiliki dampak baik bagi peningkatan wisatawan, selain itu acara ini juga kental akan unsur-unsur positif dan kreatif,” ujar Esthy, Ketua Pelaksana Calendar of Event 2019 Wonderful  Indonesia, saat ditemui di tempat yang sama.

Bali Spirit Festival 2019 menyediakan tiket yang dibagi berdasarkan jumlah hari yang bisa dipilih, ada Spirit Pass 1 hari yang berlaku satu hari satu malam, dengan harga Rp950 ribuan per orang.

Weekend Pass untuk 3 hari 3 malam berlaku tanggal 29-31 Maret, dengan harga sekitar Rp2,5 jutaan per orang.

Jika ingin hadir selama 8 hari berturut-turut bisa memilih Spirit Pass dengan kisaran harga Rp3,9 jutaan.

Penulis: Anisa Giovanny
Editor: Ellen Kusuma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *