in

ARTiVATOR Bikin Kuliner dan Seni Duduk Bareng

Dijamin betah sampai berjam-jam.

(Foto: Belanga.id/Manggarayu)

Beberapa ruang seni di Jakarta dan sekitarnya identik dengan arsitektur yang estetis di beberapa sisi. Dari tembok luar, ruang instalasi, hingga bentuk tangganya, nyaris didesain minimalis dengan gaya industrialis. Konsep bangunan sederhana dengan tembok tanpa cat dan ruangan yang lapang.

Atmosfer seperti itulah yang saya pikir akan dapatkan begitu saya tahu ada ruang serupa di Depok.

Awalnya saya pikir ARTiVATOR akan menyerupai Salihara, komunitas dan ruang seni di Jakarta Selatan. Hanya saja asumsi itu terbukti tidak tepat ketika saya tiba di TKP.

ARTiVATOR yang berdiri sejak Oktober 2018 ini berlokasi di kawasan Tugu Depok yang mengarah ke Rumah Sakit Hermina, tepatnya di Jalan Pemuda.

Bangunannya sedikit tersembunyi dari jalan utama, namun bukan tanpa sebab. Sebenarnya ia adalah bangunan kuno zaman Belanda, konon bekas bangunan Departemen Perhubungan, yang disulap menjadi kafe.

ARTiVATOR
Ruang dalam kafe yang cozy dan homey. (Foto: Belanga.id/Manggarayu)

Memanfaatkan suasana dan tampilan rumah yang vintage dan rustic juga homey, Artivator mengelaborasi ruangnya untuk menyatukan tempat makan dan ruang seni dalam satu lokasi.

Melihat pemiliknya, Masyuri Kurniawan, adalah seorang arsitek yang juga kolektor karya seni, tidak heran bila karakternya ini muncul di kafenya.

Banyak sudut Instagramable dengan karya seni ciptaan maupun koleksi pribadi Masyuri yang dipamerkan di dalamnya.

Salah satu sudutnya sengaja diperuntukkan sebagai ruang pameran. Sambil menunggu pesanan tiba, seringkali para pengunjung menjadikannya selfie spot.

ARTiVATOR
Lokasi selfie favorit! (Foto: Belanga.id/Manggarayu)

ARTiVATOR menyediakan ruang-ruangnya, indoor dan outdoor, tidak hanya untuk makan dan nongkrong, tetapi terbuka untuk acara komunitas-komunitas di Depok. Apapun, tidak mesti yang bergerak di bidang seni.

Masyuri pun mempercayai urusan kafe pada anaknya, Ademas Muhammad Danisworo (20), yang kini masih berstatus mahasiswa tingkat-tingkat akhir di Universitas Indonesia.

Setelah asyik menikmati suasana ARTiVATOR yang memikat, saya memesan secangkir signature coffee mereka, ditambah seporsi Spaghetti with Prawn Tempura.

Menurut pramusaji, kopi andalan yang saya pesan memakai rempah-rempah. Saat saya sesap, yang langsung terasa adalah kayu manis.

ARTiVATOR
Segelas ARTiVATOR Signature Coffee. (Foto: Belanga.id/Manggarayu)

Sungguh keputusan tepat saat memilih susu yang tidak terlalu kental sebagai campuran. Rasa kopi arabika yang digunakan menyatu dengan halusnya bersama rasa kayu manis.

Sensasi unik ini belum saya temukan di kedai kopi lain.

Untuk makanannya, spageti yang dimasak sederhana ala Aglio Olio itu dimahkotai udang goreng tepung dan sambal matah.

Dari segi tekstur, sajian pasta ini cukup berminyak menurut saya. Sekali menyuapkan ke mulut, saya harus mengelap bibir dengan tisu.

Meski begitu, kolaborasi rasa Aglio Olio dan sambal matah terasa begitu segar. Udang bisa jadi pilihan tepat sebagai bahan yang melengkapi rasa itu.

ARTiVATOR
Fusion cita rasa Indonesia, Jepang, dan Italia yang pas di lidah. (Foto: Belanga.id/Manggarayu)

Tekstur renyah tepungnya begitu pas dan saya bisa merasakan kesegaran dari daging udang dalam sekali gigitan.

Selain dua sajian di atas, ARTiVATOR juga menonjolkan pilihan kopi dan sederet masakan Indonesia fusion lainnya.

Kuliner western dan Jepang juga tampak dalam menu. Tinggal sesuaikan dengan suasana hati.

Mungkin untuk di lain waktu, saat ini saya cukup ditemani dengan secangkir kopi dan sepiring spageti. Seruput dulu, ah.

ARTiVATOR: cafe | art | space

Alamat: Jl. Pemuda No.86, Pancoran Mas, Depok 16431
Jam Buka:
Senin – Jumat, Minggu, 10.00-22.00WIB
Sabtu, 10.00-23.30WIB
Harga: Rp20.000 – Rp55.000
Instagram: @artivatorcafe

Bagaimana caranya ke sini?

Stasiun KRL terdekat: Stasiun Depok Baru
Halte TransJakarta terdekat: Terminal Depok
Patokan: Rumah Sakit Hermina Depok, 10 menit jalan kaki

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contributor

Written by Manggarayu

Content AuthorYears Of Membership

6 Bahan Ini Bikin Masakan Pedas Banget!

Ubud Food Festival Gelar Deretan Acara Gratis!