in

Arsik Ikan Mas; Lezatnya Hidangan Tanah Batak

Memang rasa dapat menyatukan segala perbedaan dan makin mengeratkan persatuan bangsa. Seperti semboyan kita, berbeda-beda, tapi tetap satu jua.

Tinggal di Provinsi Lampung saya seperti merasakan hidup di Indonesia Mini. Bagaimana tidak? Beragam suku hidup tentram berdampingan, saling asah asih, dan asuh.

Rasanya damai, penuh kerukunan jauh dari hal-hal yang merusak persatuan. Indah sungguh kebersamaan di kampung halaman tempat saya di lahirkan.

Sebuah desa bernama Pulung Kencana, yang masuk wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat bagian dari Provinsi Lampung, Sang Bumi Ruwa Jurai. Sebagian besar penduduk yang tinggal adalah transmigran dari Pulau Jawa.

Ya, Desa Pulung Kencana menjadi salah satu tujuan daerah transmigrasi di tahun 1970-an. Bahkan orangtua saya juga ikut kakek nenek yang dahulu transmigran dari Bantul dan Prambanan, Yogyakarta.

Hidup bertetangga dan saling rukun, menjadi hal yang begitu membahagiakan. Ada yang dari Jawa Timur dengan kesenian Reognya, ada yang dari Madura, Bali, Medan, dan banyak lagi, yang semua saling hidup berdampingan dengan suku asli Lampung.

Nah, dari sinilah cerita saya bermula. Saya sejak kecil memiliki hobi memasak. Jika teman sebaya pergi bermain keluar rumah, saya memilih menemani ibu di dapur. Karena di dapur saya bisa ikut membantu kupas-kupas bumbu sambil mengenal beragam bumbu dapur yang diajarkan oleh ibu.

Kemudian, saya ingat punya tetangga yang asli dari Medan. Sebelahan dengan rumah orangtua di kampung. Bu Tampu kami memanggilnya. Dari marga Tampubolon. Biasa hidup bertetangga tentu saja saling berinteraksi, ngobrol, dan akhirnya bertukar resep hehe.

Saya ingat saat SMA pernah diajari cara membuat arsik ikan mas yang lezat dengan bumbu rempah asli tanah Batak. Kalau dari cerita Bu Tampu, hidangan arsik dimasak saat upacara adat di tanah Batak.

Hanya saja, seiring perkembangan zaman, arsik ikan mas dapat diolah dan dinikmati kapan saja, Artinya lebih mudah didapat, tidak harus menunggu ada acar adat dahulu. Ternyata membuatnya tidaklah sulit.

Yang sulit ya cari rempah aslinya. Jadi saat di kampung, kalau ingin masak arsik dengan rempah seadanya dan rasanya tetap lezat, hehe.

Kenangan lebih dari 10 tahun itu kembali memenuhi pikiran saya. Ingatan saya seakan diajak bernostalgia dan lidah saya mengingat kembali lezatnya rasa arsik ikan mas ini.

Setelah menikah, emm jadi ingin eksekusi tapi dengan bumbu rempahnya yang asli. Seperti lokio, kecombrang, dan andaliman. Mencarinya harus ke pasar tradisional.  

Akhirnya saya pergi ke pasar tradisional dekat rumah, Pasar Perumnas Way Halim, langsung berburu rempah yang di perlukan. Seperti andaliman, lokio, bunga kecombrang.

Alhamdulillah ada. Hanya saya tidak pakai asam cakala buah dari kecombrang, diganti asam kandis.

Andaliman adalah bumbu masak khas Asia yang berasal dari kulit luar buah beberapa jenis tumbuhan anggota marga Zanthoxylum ( suku jeruk-jerukan, Rutaceae).

Bumbu ini di Indonesia hanya dikenal untuk masakan Batak. Sehingga dikenal sebagai “merica Batak”. Masakan khas Batak seperti arsik dan saksang memerlukan andaliman sebagai bumbu yang tak tergantikan.

Aromanya seperti jeruk yang lembut namun menggigit sehingga menimbulkan sensani kelu atau mati rasa di lidah. Ini karena adanya kandungan hydroxy-alpha-sunshool pada rempah tersebut.

Lokio  (bawang Batak) A. chinense, A. schoenoprasum l (chives) adalah jenis tumbuhan yang juga sebagai bahan makanan. Bentuknya seperti bawang, tapi dengan ujung tangkai yang lebih panjang dan warnanya cenderung putih.

Jadi, mirip bawang daun berbentuk mungil dengan daun kecil panjang dan juga bentuknya mirip seperti bawang, tetapi ukurannya jauh lebih kecil, tapi beda dengan kucai. Banyak ditemukan pada masakan batak seperti arsik.

Bunga kecombrang, kantan, atau honje (Etlingera elatior) adalah sejenis tumbuhan rempah dan merupakan tumbuhan tahunan berbentuk terma, yang bunga, buah serta bijinya dimanfaatkan sebagai bahan sayuran.

Nama lainnya adalah kincung (Medan), kincuang (Minangkabau), serta siantan (Malaya), daala (orang Thailand), kecicang (Bali).

Kecombrang atau bunga honje terutama dijadikan bahan campuran atau penyedap berbagai macam masakan nusantara. Masakan batak populer seperti arsik ikan mas juga menggunakan bunga dan buah kecombrang.

Nah sudah tahu kan mengapa arsik ikan mas begitu istimewa? Itu karena ada rempah khas yang dipakai.

Resep arsik dimodifikasi oleh Linda
Bahan:

½ kg ikan mas potong 2, bersihkan dan beri 2 sdm air jeruk nipis agar tidak amis. Sisihkan.

20 lonjor kacang panjang, potong 5 cm

Segenggam pucuk daun ubi atau daun singkong

5 batang serai, memarkan

Satu ruas jari lengkuas, iris – iris

1 buah jeruk nipis, ambil airnya

3 buah asam kandis

2 buah bunga kecombrang, belah 6

Air 1000ml

Garam dan gula secukupnya

2 ikat lokio atau bawang batak, siangi

Bumbu halus:

5 butir bawang merah

7 siung bawang putih

10 buah cabai merah keriting

5 buah cabai rawit merah

1 sdm andaliman

5 butir kemiri

3 cm jahe

Satu ruas jari kunyit

1 buah tomat merah

Cara membuat:

  1. Siapkan wajan atau kuali. Tata serai, lengkuas, dan daun kecombrang.
  2. Tata daun singkong di atasnya.
  3. Dalam wadah sendiri, masukkan bumbu halus, 300 ml air, dan ikan mas. Aduk rata.
  4. Kemudian tuang air bumbu dan ikan mas ke dalam wajan. Beri garam, gula, asam kandis, dan air jeruk nipis.
  5. Tata kacang panjang dan lokio di atas ikan. Tambahkan sisa air ( 700 ml )
  6. Tutup rapat, dan masak dengan api sedang kurang lebih 1 jam atau sesuai selera. Lebih lama waktu memasak lebih baik. Karena ikan makin kering dan bumbu makin kental meresap ke dalam ikan mas.
  7. Hidangkan arsik ikan bersama nasi hangat.

 

Rasanya benar-benar lezat luar biasa. Sebanding dengan perjuangan mencari rempah aslinya. Inilah mengapa kuliner nusantara selalu membuat saya jatuh cinta.

Benar-benar hidangan yang kaya rasa. Jadi walau pun Arsik adalah hidangan khas dari tanah Batak, tapi rasanya bisa diterima oleh lidah siapa saja yang mencicipnya.

Memang rasa dapat menyatukan segala perbedaan dan makin mengeratkan persatuan bangsa. Seperti semboyan kita, berbeda-beda, tapi tetap satu jua. Beragam suku dan budaya, tetap bersatu dalam rasa yang ada.

Nah, demikian resep yang saya ceritakan dalam juara kuliner kampug halaman, semoga bermanfaat.

Setiap orang memiliki gaya dan cara yang berbeda dalam menyampaikan perasaannya. Bagi saya, tiap masakan membawa cerita.

Sumber Informasi:
Andaliman,  id.wikipedia.org
Lokio , id.wikipedia.org
Kecombrang, id. wikipedia.org

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Roti Ketawa yang Istimewa dari Sumatera Utara

Tongseng Lezat Pengobat Rindu