Arsik Batak, Sang Penggoyang Lidah

Arsik Batak, Sang Penggoyang Lidah

Kalau datang ke tanah batak, pasti tidak akan pernah lepas dari makanan khas yang kami sebut “dekke na ni arsik”.

Dalam bahasa batak, kata “niarsik” memiliki arti “dikeringkan”, sedangkan “dekke” artinya “ikan”.

Eiiittts, jangan salah paham dulu, bukan berarti ikannya dikeringkan yaa. Hehe

Penamaan makanan ini bukan sembarangan lho, nama makanan khas daerah  kami ini sesuai dengan proses memasaknya.

Dekke Na Niarsik merupakan ikan yang dimasak terus-menerus sampai kuahnya mengering, dan bumbunya menyerap ke ikan mas tersebut.

Rata-rata masyarakat batak toba bisa memasak makanan khas kami ini.

Bagaimana tidak, seorang perempuan batak dikategorikan bisa memasak jika bisa memasak na niarsik tersebut.

Dekke na niarsik tentunya menggunakan ikan sebagai bahan utamanya, biasanya yang kami gunakan adalah ikan mas.

Ikan mas ini, dibumbui dengan bumbu halus yang terdiri dari cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, andaliman, lengkuas, dan kunyit.

Bukan cuma itu aja ya, tentunya arsik tidak akan lengkap jika tidak disertai dengan sayur-sayuran, yaitu daun singkong, kacang panjang, rias, dan bawang batak yang nantinya ditaruh di atas ikan mas tersebut.

Setelah semuanya lengkap, ikan dimasak dengan api kecil sampai matang dan airnya habis (marsik).

Cukup simpel kan? Simpel dan menggugah selera.

Kalau makan pakai dekke na niarsik, dijamin deh bakalan lupa sama muatan perut.

Dalam acara adat, baik pernikahan, kelahiran, maupun acara duka, dengke na niarsik pasti akan selalu disertakan.

Ikan mas arsik menjadi simbol bagi orang batak. Dalam setiap acara, ikan mas yang disajikan memiliki arti yang berbeda-beda.

Contohnya, untuk pasangan yang baru menikah, ikan mas yang disajikan adalah satu ekor.

Sedangkan untuk pasangan yang baru memiliki anak adalah tiga ekor.

Bagi yang sudah memiliki cucu adalah lima ekor dan untuk pemimpin adat batak adalah tujuh ekor ikan mas arsik.

Mulai dari kelahiran, menikah hingga meninggal, bagi orang batak masing-masing memiliki prosesi yang wajib hukumnya untuk dilaksanakan.

Pada prosesi ini, ada pesan adat yang harus disampaikan.

Dekke na niarsik atau ikan mas arsik adalah wujud nyatanya. Yakni, sebuah hidangan khas batak yang menjadi simbol berkat kehidupan. Gimana? Suku batak unik kan?

Artikel ini disertakan dalam Lomba Menulis Kuliner Juara Kampung Halaman berhadiah belasan juta rupiah ditambah voucher Food Tour dari Good Indonesian Food. Ayo ikutan!Info lebih lanjut, klik banner di bawah ini.

Suka? Vote Artikel Ini!

3 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up