in

Andaliman, Rempah Endemik Simbol Budaya Batak

Pesta Batak belum sah tanpa hidangan berbumbu andaliman.

Andaliman tampak seperti anggur berukuran mikro. (Foto: Belanga.id/Rikko R.)

Orang Batak atau yang berasal dari Sumatera Utara, atau yang akrab dengan masakan khas Batak, mungkin tidak asing dengan nama andaliman. Rempah berwujud bulat kecil layaknya buah pala dan bergerombol seperti anggur ini adalah rempah utama dalam kuliner Batak.

Andaliman mempunyai citarasa yang khas yang menjadikan kuliner Batak memiliki keunikan tersendiri.

“Andaliman itu cita rasa Danau Toba,” ujar Amanda Katili Niode, Ketua Yayasan Omar Niode, dalam acara Andaliman Talkshow di Almond Zuchini, Jakarta (6/4).

Amanda berharap andaliman bisa digunakan untuk berbagai jenis kuliner karena manfaatnya.

Ia menambahkan, “Andaliman bukan hanya sebuah rempah endemik. Ia jadi simbol solusi dari permasalahan global yang meliputi penanggulangan kemiskinan, pemulihan ekosistem, dan inklusivitas.”

Andaliman dan berbagai hasil olahannya. (Foto: Belanga.id/Rikko R.)

Hampir semua makanan khas Batak menggunakan andaliman sebagai bumbu rahasia setiap kelezatannya.

Kehadiran andaliman mampu mendorong perekonomian masyarakat sekitar, pariwisata, lingkungan hidup, dan pemberdayaan perempuan.

Khusus untuk poin terakhir disebabkan andaliman yang hanya bisa dibudidayakan di kawasan Danau Toba biasanya dipetik oleh sekumpulan ibu-ibu.

Yayasan Omar Niode mengklaim bahwa rempah andaliman telah dikenalkan ke masyarakat baik dalam maupun luar negeri, melalui diskusi dan forum-forum internasional.

Pada 2018, misalnya, andaliman dikenalkan di Indonesia Pavilion di Polandia. Ada pula kehadiran andaliman saat Indonesia Night di Swiss. Tahun ini, andaliman akan hadir di Ubud Food Festival.

Baca juga: Ubud Food Festival 2019 Optimis Sajikan Rempah Untuk Dunia

Hebatnya, makanan yang mengunakan bahan andaliman mampu mendapat respon luar biasa dari masyarakat luar negeri.

“Makanan andaliman paling cepat habis diantara makanan lainnya. Biasanya andaliman dicampur dalam Mie Gomak dan Nasi Goreng,” terang Amanda.

Budaya Batak dan tanaman manja

“Andaliman adalah tanaman yang butuh pelindung, tidak tahan matahari dan sensitif,” ujar Marandus Sirait, pegiat pelestari andaliman, dalam kesempatan yang sama dengan Amanda.

Menurutnya, andaliman tidak bisa tumbuh di sembarang tempat. Tidak semua kawasan Danau Toba bisa untuk ditanami rempah ini.

Marandus mengatakan, andaliman hanya mampu hidup di kawasan dengan ketinggian 1100-1500 meter di atas permukaan laut.

Marandus, juga pengelola Taman Eden 100, mengatakan bahwa andaliman adalah bagian dari kebudayaan kuliner orang Batak.

“Kalau masyarakat Batak menggelar pesta dan tidak ada andaliman, maka itu bukan sebuah pesta Batak,” ujar Marandus.

Berbagai produk yang menggunakan andaliman. (Foto: Belanga.id/Rikko R.)

Di Taman Eden 100 miliknya, ia melakukan pembibitan, pengolahan, dan pengelolaan kelompok tani andaliman.

Taman Eden 100 yang terletak di Desa Sionggang Utara, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, merupakan salah satu tempat untuk menemukan andaliman dan juga makanan olahannya.

Marandus menjelaskan ada dua cara untuk membudidayakan andaliman.

Pertama, dengan menggunakan biji yang sudah matang. Penanaman model ini persentase keberhasilannya kecil dan butuh waktu yang cukup lama.

Cara kedua dengan stek pucuk yang memiliki persentase pertumbuhan cukup tinggi. Cara ini yang dipilih Marandus di taman yang dikelolanya.

Dirinya memperjuangkan harga andaliman dan berharap komoditas ini bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia.

Berbicara rasa, Marandus mengatakan bahwa andaliman punya karakteristik rasa yang kuat, mampu membuat lidah bergetar. Rasa dan aromanya khas.

Ia mengandaikannya, “Kalau kata orang Sunda, lidah akan terasa baal dan butuh teh manis untuk menetralisirnya.”

Tidak cuma sebagai rempah, pengunjung Taman Eden 100 bisa menemukan produk rasa andaliman dalam bentuk snack seperti keripik, kacang telur, hingga bandrek.

Bukti bahwa andaliman mampu disulap jadi jenis kuliner yang beragam.

Bumbu andaliman bisa dipadukan dengan bumbu kunyit, asam dan bisa ditemukan di hampir semua masakan Batak termasuk arsik ikan, saksang, tanggotanggo, dan lain sebagainya.

“Andaliman memiliki prospek yang baik, bisa menjadi tanaman hias, dan juga wewangian untuk di kamar tidur,” pungkas Marandus.

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

One Ping

  1. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enthusiast

Written by Rikko Ramadhana

Work hard, pray harder.

Content AuthorYears Of Membership
Gang Gloria Glodok

Cerita dari Gang Gloria: Mie Kangkung dan Cakwe

resep sate lilit

Resep Sate Lilit Kecombrang a la Chef Rahung, Dijamin Mantul!