in

Alkisah: Menikmati Kuliner Rumahan Sambil Nostalgia

Sederhana, namun kaya cerita, rasa, dan nostalgia 90an.!

Di sebuah jalan besar yang sedikit melipir di tengah macetnya kendaraan di Kuningan, berdiri sebuah warung makan yang menyerupai rumah boneka. Nuansa warna biru dan kuning yang dominan memberi kesan cerah yang langsung menyergap mata. Di bangunannya terdapat tulisan yang terukir cantik dengan kata Alkisah.

Pintu kaca berwarna kuning seolah memanggil kami untuk memasuki warung makan ini.

Melangkah yakin ke dalam, seketika saya seperti disapa suasana sejuk dan nyaman. Seperti masuk ke dalam rumah sendiri.

Ruangannya cukup luas dengan meja dan kursi yang cukup banyak dan tertata rapi. Interiornya sederhana.

Cat warna putih mendominasi dinding-dindingnya yang dihiasi bingkai-bingkai penuh gambar. Di sudut lainnya ada pula mural yang sepertinya ditujukan menjadi spot foto a la kafe-kafe kekinian.

Hendro, pemilik Alkisah, memang ingin menghadirkan sebuah warung makan dengan konsep rumahan. Makanannya pun rumahan, layaknya masakan ibu. Sederhana namun kaya cerita.

Alkisah menjadi cara Hendro mengenang masa kecilnya. Makanya interior dan hampir semua elemen arsitektur, seperti daun pintu, ubin, nako, dan lainnya, ia replika dan ambil materialnya dari rumahnya yang dulu.

interior alkisah
Interior yang simpel tapi memberi nuansa nostalgia bagi para pengunjung. (Foto: Belanga.id/Manggarayu)

Gambar majalah Bobo dan Tintin, juga dekorasi seperti figur mini Mario Bros, seakan menggelitik memori masa kecil, terutama dari generasi 90an.

Baca juga: 5 Bekal Makanan Ini Pasti Bikin Kamu Nostalgia!

Bahkan di salah satu sudutnya, berdiri sebuah mesin dingdong. Layarnya menyala-nyala dengan desain dan warna mencolok.

“Buat saya untuk dapat izin main dingdong pas kecil itu tidak mudah. Ternyata saya tidak sendirian mengalami ini,” ujar Hendro sembari tersenyum lebar saat menceritakan tentang mesin dingdong miliknya.

“Banyak yang datang ke sini untuk bernostalgia dan mengingat kembali pengalaman masa kecil mereka.”

Keberadaan dingdong dan beragam buku bacaan anak di Alkisah ini bisa berfungsi sebagai media hiburan bagi anak-anak agar tidak mudah bosan selagi menunggu orang tua mereka bersantap makanan.

Menu Alkisah beragam. Semua ditata rapi di dalam etalase kaca. Tempe orek, bakwan, sayur pare, ayam goreng, kentang kering, semur telur, ikan goreng, capcay, dan banyak lagi.

Semua lauk berganti tiap hari, seperti masakan ibu di rumah.

Dan, seperti di warteg, para pelanggan tinggal menunjuk makanan yang ingin dinikmati.

Alkisah juga menyediakan menu lengkap nasi dan lauk pauk. Ada Nasi Campur Jawa, Nasi Ayam Cabe Garam, Nasi Ayam Gandung, Nasi Sambal Tongkol, Nasi Teri Daging, dan berbagai menu rice bowl yang tidak bisa ditemukan di warteg biasa.

“Nasi Ayam Saus Telur Asin kami beda. Kalau yang lain biasa berkiblat ke Singapura. Kami pakai resep asli orang tua dari Tiongkok. Rasanya lebih light dan tidak creamy,” papar Hendro merekomendasikan salah satu menu favoritnya.

Di ujung ruangan ada tempat khusus untuk meracik berbagai minuman dan kopi. Pelanggan bisa pesan yang biasa seperti cappucino, caffe latte, es kopi susu, atau es kopi rindu dimadu, favorit Hendro.

Saya pesan satu, untuk diseruput sambil mendengar cerita Hendro.

menu alkisah
Pelanggan bisa memilih berbagai menu yang ada di etalase. (Foto: Belanga.id/Manggarayu)

Warung ini punya suasana yang bikin betah berlama-lama. Harganya masih ramah di kantong mahasiswa atau yang baru lulus kuliah.

Alkisah menyediakan ruangan smoking dan non-smoking untuk mengakomodasi pelanggannya yang kebanyakan pekerja kantoran dan mahasiswa di sekitar kawasan Karet-Kuningan.

“Ke depan saya berharap Alkisah bisa terus berkembang, menyajikan makanan rumahan yang enak, bersih, dan sehat ke seluruh penjuru Jakarta dan kota-kota besar lainnya,” jelas Hendro.

Saya mengangguk, berharap itu akan terjadi.

“Harapannya, kita dapat hadir di beberapa pusat keramaian kota, kantin, dan perkantoran. Sekarang semua masih ditangani pribadi oleh keluarga,” pungkas Hendro.

Info selengkapnya, cek Instagram @alkisah.rasa
Harga: Rp 8,000-Rp 35,000
Buka: 11.00-20.00 (Senin-Minggu)
Alamat: Jl. Guru Mughni No. 55, Karet, Kuningan, Jakarta

Bagaimana caranya ke sini?
Stasiun terdekat: Stasiun Tebet
Halte TransJakarta terdekat: Tebet
Naik Ojek Online saja  lebih cepat!

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advocate

Written by AnisaGiovanny

Content Author

Butuh Inspirasi Masak? Segera Intip 10 Akun Instagram Ini!

Olahan Kurma

7 Olahan Kurma Bikin Buka Puasa Makin Nikmat!