in

Alhamdulillah, Kintan Buffet dan Shaburi Resmi Halal!

Sekarang semua bisa makan sepuasnya dengan nyaman!

Foto: IG @kintanbuffet

Restoran all-you-can-eat kembali naik daun di Indonesia. Konsepnya diimpor langsung dari negara-negara Asia Timur, seperti Jepang. Yakiniku dan shabu shabu adalah menu yang kerap disajikan untuk restoran-restoran “makan sepuasnya” tersebut.

Meski eksis sejak lama, ternyata ada satu faktor yang perlu diperhatikan di Indonesia: sertifikasi halal. 

Makanan halal tentu bisa dinikmati semua kalangan, baik konsumen Muslim maupun non-muslim.

Sayangnya, perihal halal dan tidak kurang umum bagi perusahaan makanan asal Jepang. Inilah yang jadi salah satu tantangan restoran waralaba asal negeri Sakura tersebut untuk beradaptasi di Indonesia. 

Kintan Buffet dan Shaburi, di bawah Boga Group, adalah dua restoran waralaba yang berhasil mengantongi sertifikasi halal dari LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan predikat “excellent”.

Izin ini resmi diumumkan pada konferensi pers yang digelar di outlet Kintan Buffet di Pacific Place pada Selasa (2/7) lalu.

“Edukasi tentang halalnya sendiri membutuhkan proses yang sangat lama.”

“Prosesnya berjalan selama 1,5 tahun. Mulai dari cari bahan, pengolahan, hingga tahapan uji,” ungkap Presiden Direktur Boga Group Kusnadi Rahardja dalam konferensi pers tersebut.

Menurut Kusnadi, proses menghalalkan dua merek ini tidak mudah. Bahan baku dan bumbu asal Jepang harus disesuaikan dengan standar halal di Indonesia.

Tahapan uji sertifikasi dilakukan dalam 59 cabang secara serentak. Beberapa bahan sengaja dieliminasi atau disubstitusi dengan bahan lain.

“Seperti rasa manis, kan nggak harus selalu dari gula. Kami juga melakukan uji internal untuk menentukan yang paling mendekati rasa aslinya,” jelas Kusnadi.

Hal ini diamini oleh Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim. “Semua outlet harus punya standar yang sama. Kalau ada yang tidak lulus, kita tahan dulu.”

Lukmanul pun menekankan pentingnya sertifikasi halal dalam bisnis kuliner Indonesia, terutama produk asing.

“Ada mandatori untuk memiliki sertifikasi halal per Oktober 2019. Yang tidak punya nanti bisa bermasalah,” tegasnya.

Hal ini diatur dalam UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Menurut Lukmanul, regulasi ini bertujuan untuk melindungi pelaku usaha dan konsumen.

Setiap produk atau jasa yang lulus uji halal akan mendapatkan kode QR yang bisa diakses dengan scanner smartphone. Dalam kode tersebut, konsumen dapat melihat nomor urut produk dan masa berlaku sertifikat. 

Perolehan sertifikasi halal Kintan Buffet dan Shaburi jadi bukti komitmen tinggi dua anak perusahaan Boga Group ini untuk memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen dalam pengalaman bersantap yang halal.

“Ini salah satu kewajiban kami sebagai pemegang lisensi waralaba yang hadir di Indonesia untuk selalu patuh pada segala regulasi persyaratan keamanan pangan, persyaratan sertifikasi halal LPPOM MUI, dan perundang-undangan yang berlaku,” tutup Kusnadi.

Kintan Buffet dan Shaburi resmi halal!
Kintan Buffet dan Shaburi menerima sertifikat halal. (Foto: Belanga.id/Manggarayu)

Kintan Buffet sendiri adalah restoran yakiniku dengan konsep all-you-can-eat yang menyediakan teknologi smokeless roaster (panggangan bebas asap).

Sedangkan Shaburi adalah restoran shabu-shabu dengan konsep one pot style pertama di Indonesia. Konsumen dapat memasak shabu sesuai selera pribadi.

Keduanya ingin memberikan pengalaman kepada konsumen Indonesia untuk masak dan menikmati sesuai selera.

Kini semua orang bisa menyantap menu-menu Kintan Buffet dan Shaburi dengan nyaman dan aman. Yuk!

Penulis: Manggarayu
Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Veteran

Written by Redaksi Belanga

Media kuliner berbasis komunitas, merawat ragam rasa kuliner Indonesia. #BedaRasaSatuIndonesia.

jamu acaraki

Acaraki: Hidangkan Jamu a la Coffee Shop di Acaraki

kukus kue belitung

Sarapan Khas Belitung, Pilih Kue, “Tumpeng”, atau Mie?