in ,

Acaraki: Hidangkan Jamu a la Coffee Shop di Acaraki

Ini bukan perkara jamu yang krisis identitas, namun kreativitas yang cerdas.

jamu acaraki
Kedai Minum Jamu Acaraki. (Foto: Belanga.id/Anisa Giovanny)

Suka kopi? Suka jamu? Tenang. Ini bukan jamu rasa kopi atau kopi rasa jamu, namun jamu yang diolah selayaknya kopi. Ide cerdas ini datang dari Acaraki.

Bertempat di kawasan Kota Tua, tepatnya di dalam gedung Kertaniaga, kedai jamu ini meramu minuman-minumat sehat disajikan dengan tampilan kekinian a la coffee shop.

Saat masuk, kesan industrial dari interior kedai langsung menyergap ke penglihatan. Rak dengan barang-barang jadul terlihat mengisi salah satu sisi, menjadi spot foto menarik.

Atmosfernya hangat dengan penerangan yang cukup dan udara nan sejuk.

Beberapa pelanggan terlihat asyik bercengkrama atau membuka laptop dengan santai. Persis kafe-kafe yang menghiasi tiap sudut kota Jakarta.

jamu acaraki
Teknik pembuatan jamu menggunakan alat kopi V60. (Foto: Belanga.id/Anisa Giovanny)

Bila tak tahu sebelumnya mungkin akan kaget ketika melihat daftar menu dan tidak menemukan kopi sebagai sajian utamanya.

Alih-alih, yang disajikan adalah jamu beras kencur dan kunyit asam dengan tampilan dan rasa yang berbeda dari jamu gendong.

Setelah ditelisik, jawabannya terdapat dalam nama Acaraki itu sendiri.

Dalam Bahasa Sanskerta istilah acaraki, yang juga tercantum dalam Prasasti Madhawapura peninggalan Kerajaan Majapahit, berarti peracik jamu.

Mengemban nama ini, kedai jamu acaraki bermaksud mengenalkan jamu dan sisi filosofisnya kepada generasi millennial.

Tagar #JamuNewWave yang diinisiasi Acaraki di media sosial menghadirkan teknik meracik jamu yang tidak biasa: menggunakan alat-alat untuk membuat kopi seperti, french press, hario V60, Eva Solo, Flair Espresso Maker hingga Rok Presso.

Semua alat tersebut hadir rapi di atas meja bar di Acaraki, siap digunakan untuk meracik berbagai jamu yang dipesan pelanggan.

jamu acaraki
Hardiana Prasanti, Manager Acaraki. (Foto: Belanga.id/Anisa Giovanny)

“Konsep kedai ini adalah jamu a la starbucks,” ujar Hardiana Prasanti, Manager Acaraki.

Saat ditemui di kedai (12/6), ia bertutur, “Kopi itu pahit lho pada dasarnya, kenapa jamu yang pahit nggak kita buatkan sesuatu yang digemari orang?”

“Kopi itu dari biji, disangrai kemudian di-grain (diproses hingga jadi bubuk). Nah, jamu juga bisa begitu, disangrai dan di-grain juga, jamu juga bisa diadaptasikan di alat-alat kopi.”

Kedai jamu yang baru berdiri Juli 2018 ini menghadirkan menu jamu kekinian yang dikombinasikan dengan bahan lainnya seperti soda, susu, creamer dan lain sebagainya.

Dengan proses dan tampilan yang beda ini jamu sebagai minuman tradisional ikut naik kelas dari citra yang dulunya berkisar di jamu gendong.

Alhasil, menu jamu Acaraki bisa memikat segala kalangan, baik tua atau muda.

Untuk sementara ini, Acaraki masih fokus menyajikan dua menu jamu utama, yakni beras kencur dan kunyit asam.

Bukan tanpa alasan, perempuan yang akrab disapa Ana ini menyebut bahwa dua bahan tersebut cukup fleksibel untuk dikombinasikan dengan beragam bahan lainnya.

Keduanya juga bahan jamu yang cukup terkenal dan telah melalui proses riset selama 4 tahun sebelum disajikan pada pelanggan.

Semua bahan yang digunakan lokal dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Lampung, Sidoarjo, Wonogiri hingga Sukabumi.

Ke depannya Acaraki berharap dapat bekerjasama dengan banyak petani jamu dan memperkenalkan jamu Indonesia ke tingkat internasional.

“Sebetulnya masih banyak bahan bakunya, Indonesia sendiri punya banyak jenis tanaman obat, dan kita masih proses riset untuk membuat menu baru.”

Hardiana melanjutkan, “Sekarang kita juga sudah ada jahe yang dihadirkan lewat menu jamu batu.”

“Kami ingin membuat jamu tak hanya sekadar rempah-rempah dengan kesan jadulnya saja, tapi jamu modern yang bisa digemari oleh banyak orang,” tutupnya ramah.

Saya berkesempatan mencicipi menu jamu khas Acaraki, seperti Saranti, Golden Sparkling, Jamu Batu, Berkesan, dan Bareskrim.

jamu acaraki saranti
Speciality Jamu, Saranti. (Foto: Belanga.id/Anisa Giovanny)

Saranti adalah beras kencur yang diseduh dengan alat rok espresso, lalu dicampur susu, gula dan creamer.

Ia disajikan dingin. Rasa creamy dan manis yang pas membuat saya bisa menikmati saranti dengan nyaman.

Biar kental, rasa beras kencurnya tidak terlalu pekat. Cocok dinikmati para penikmat jamu pemula.

Selanjutnya, Golden Sparkling yang menghadirkan kombinasi rasa antara sparkling soda dengan kunyit asam yang disiram di atasnya.

Rasanya segar, pas untuk melepas dahaga. Rasa kunyit asamnya tidak berlebihan. Saya meneguknya tanpa sisa.

Beda lagi dengan Jamu Batu⁠—singkatan dari jahe, madu dan selasih⁠—yang termasuk menu baru di Acaraki. Uniknya, minuman ini perpaduan rasa tiga jahe, yakni emprit, gajah, merah.

Layaknya minuman jahe pada umumnya, rasa pedas langsung menyergap, bersamaan dengan asam dari lemon. Selasih yang berperan sebagai batu membuat minuman ini bertekstur dan tidak membosankan saat diminum perlahan.

Omong-omong, ada yang penasaran bagaimana bila jamu dicampur dengan santan? Cobain jamu Berkesan saja kalau begitu.

Menu baru satu ini memadukan rasa beras kencur dengan coconut milk dan coconut nectar, a.k.a santan! Ditambah dengan gula kelapa, rasanya pecinta manis tidak boleh melewatkan Berkesan saat berkunjung ke Acaraki.

jamu acaraki
Menu jamu di Acaraki: Bareskrim, Jamu Batu, Golden Sparkling, dan Berkesan. (Foto: Belanga.id/Anisa Giovanny)

Terakhir, menu jawara di Acaraki adalah Bareskrim, yakni es krim yang disajikan dengan siraman beras kencur. Rasanya unik! Manis dari es krim vanila dan gurih dari beras kencur berpadu dengan baik dan menciptakan kombinasi rasa yang menarik.

Menu ini cocok buat anak-anak yang baru kenal jamu, karena rasanya yang ramah di lidah.

Tentunya Acaraki juga menghadirkan jamu original dalam menunya. Pengunjung bisa memilih jamu dengan bahan beras kencur atau kunyit asam dengan tingkatan rasa yang variatif, dari saring, tubruk, atau pekat.

Acaraki menyajikan menu jamu modern dengan harga relatif terjangkau. Dengan merogoh kantong antara Rp18.000-35.000 per menu sudah bisa menikmati jamu yang beda dari biasanya ditambah suasana kedai yang nyaman.

Jika tak sempat ke Kota Tua demi menikmati jamu kekinian ini, berbahagialah karena Acaraki akan segera membuka cabang pertamanya di Kemang pada Juli tahun ini.

ACARAKI

Gedung Kertaniaga, Kawasan Kota Tua

Stasiun Terdekat: Jakarta Kota
Halte Transjakarta Terdekat: Kota
Waktu Buka : Senin-Minggu, 10.00-22.00 WIB

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advocate

Written by AnisaGiovanny

Content Author
buku rendang traveler

Rendang Traveler, Sebuah Kisah Kuliner dari Tanah Minang

Alhamdulillah, Kintan Buffet dan Shaburi Resmi Halal!