Logo Balanga

95 Startup Kuliner Siap Bertemu Investor di Surabaya

 95 Startup Kuliner Siap Bertemu Investor di Surabaya

Animo daerah mulai terlihat semarak dalam pelaksanaan program Food Startup Indonesia (FSI) 2018.

“Yang membanggakan pada penyelenggaraan ke-3 ini, peserta tidak lagi didominasi dari pulau Jawa saja. Ada yang dari Kalimantan, Bintan, ada juga yang dari Papua,” ujar Fadjar Hutomo, Deputi Akses Permodalan Bekraf saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (29/6).

FSI merupakan platform yang dibesut Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk menghubungkan para pengusaha rintisan dengan sumber permodalan itu dimaksudkan membantu startup tergabung dalam ekosistem kuliner.

Tercatat 337 peserta dari 113 kota mendaftar melalui foodstartupindonesia.com sejak dibuka awal Januari 2018.

Umumnya pengusaha rintisan tersebut masih menggunakan modal sendiri (bootstrap) untuk mendanai bisnis mereka yang sudah berjalan 1-3 tahun.

Tim kurator kemudian memilih 95 startup kuliner untuk mengikuti Demoday Food Startup Indonesia di Surabaya.

Mereka akan mengenalkan produk kepada investor, mentor, sekaligus masyarakat umum  pada Kreatifood Expo 27-29 Juli 2018 di Hotel Ciputra Surabaya.  Ajang ini merupakan kolaborasi dengan deputi pemasaran Bekraf.

“Kami di hilir, mencarikan akses pasar untuk produk-produk para pengusaha rintisan ini,” ujar Sappe Mangiring, Direktur Pemasaran Dalam Negeri Deputi Pemasaran Bekraf.

Setelah mengikuti expo, peserta akan mendapatkan mentoring selama dua hari di tempat yang sama. Selanjutnya akan dipilih 30 startup melakukan presentasi (pitching) kepada investor pada 1 Agustus, untuk mencari 3 startup kuliner terbaik.

Seperti yang sudah-sudah, para pemenang akan mendapatkan dukungan Bekraf, antara  lain keutamaan mendapatkan bantuan insentif pemerintah dan pendukungan pameran di dalam dan luar negeri.

Disebutkan Fajar,  dana investasi tersedia sebesar Rp25 miliar berasal dari venture capital, angel investor, dan perusahaan.

Salah satu kurator FSI,  Founder & CEO Foodlab Indonesia Bonnie Susilo mengapresiasi para peserta yang mendaftar. Menurutnya, kualitas produk para pendaftar FSI rata-rata sudah siap dikembangkan ke tahap selanjutnya.

Dipastikan, ke-95 pengusaha perintis yang terpilih sudah memenuhi kriteria antara lain ide bisnis, profil pendiri yang baik, serta kebutuhan pendanaan yang masuk akal.

Ide bisnis memang tidak selalu harus baru. Yang lebih penting ialah seberapa besar masalah yang ingin dijawab bisnis tersebut.

Profil pengusaha dan rekam jejak bisnis juga jadi penilaian.

“Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang didominasi produk snack, tahun ini cenderung didominasi peserta dengan produk warungan,” ujar Bonnie.

Ia mencontohkan,  salah satunya menu ikan dori sambal matah. “Fusion, tapi enggak sembarangan main campur.”

Bonnie juga mengapresiasi para peserta sudah melihat arah tren makanan dan minuman kesehatan, sekaligus memikirkan isu sustainability dan dampak sosial kepada lingkungan sekitar.

Food Startup Indonesia pertama kali diinisiasi pada 2016 dan sudah menjangkau 150 startup kuliner.  Tahun ini merupakan tahun penyelenggaraan ketiga kalinya.

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *