in

9 Kuliner Wajib Coba Untuk Yang Mudik Lewat Jalur Pantura!

Jalur pantura: jalur bersejarah dengan ragam kuliner yang punya cerita.

Jalur Pantura atau Pantai Utara Jawa sudah lama jadi pilihan bagi masyarakat ibukota yang ingin mudik ke kampung halaman. Jalur membentang sepanjang 1.316 KM, melewati 5 provinsi dan puluhan kota. Sebagian besar jalanan yang dilalui di jalur pantura ini adalah jalanan yang sama dengan Jalan Raya Pos.

Jalan Raya Pos adalah jalan yang dibangun pada masa pemerintahan Gubernur-Jenderal Herman Willem Daendels. Itu lho, jalur yang dikenal menghubungkan Anyer di Serang-Banten sampai Panarukan di Situbondo-Jawa Timur.

Sambil menikmati sejarah, rasanya sayang melewati perjalanan yang begitu lama dan melelahkan tanpa melipir sebentar ke kota-kota yang dilintasi dan mencicipi ragam kuliner khasnya.

Belanga Indonesia merangkum 9 rekomendasi kuliner khas yang bisa dicicipi jika mudik melalui jalur pesisir pantai utara Jawa.

1. Sega Jamblang, Cirebon

Melewati Cirebon tanpa mencoba sega jamblang nampaknya sebuah kesalahan, soalnya makanan ini merupakan ciri khas dari daerah tersebut.

Sega jamblang adalah nasi yang menggunakan daun jati sebagai alasnya, kemudian diberi lauk pauk sesuai selera, biasanya terdiri dari tempe goreng, tahu, sambal, telur dadar, cumi hitam dan lain sebagainya.

Nama jamblang sendiri berasal dari kecamatan tempat di mana sajian ini berasal yakni Desa Jamblang yang ada di pinggiran Cirebon.

Untuk menikmati sega jamblang, bisa mampir ke Mang Dul yang berada di Jalan Dr.Cipto Mangunkusumo. Di sini harga yang ditawarkan mulai dari Rp12.000-38.000 per porsi. Mang Dul buka sejak 05.00-01.00 WIB.

2. Sate Blengong, Brebes

Bila Brebes biasa dikenal dengan telur asin, kami beri tahu kalau kota ini punya hidangan khas yang tidak boleh kamu lewatkan. Sate blengong namanya.

Blengong adalah hewan hasil perkawinan antara bebek dan mentok (entok). Tekstur dagingnya mirip bebek, namun lebih lunak dan lembut sehingga cocok dijadikan sate.

Beda dengan ukuran tusuk sate pada umumnya, tusuk sate blengong lebih panjang dan tebal karena daging blengong yang digunakan untuk sate dipotong agak besar.

Sate blengong dibumbui agak pedas dan biasa dinikmati bersama kupat glabed, yaitu ketupat dengan kuah kuning bersantan dan kental yang mirip dengan opor.

Silahkan mampir ke Kupat Sate Blengong Bapak Kasturi Rajak jika penasaran. Lokasinya di Jalan KH. Hasyim Ashari di dekat Pasar Batang.

Warung sate ini sudah berdiri lebih dari 40 tahun lalu dengan menyajikan tiga menu andalan yakni sate bakar, sate masak dan kupat.

Dua puluh tusuk sate bakar dihargai Rp60.000, sate masak Rp6.000 per tusuk, dan seporsi kupat Rp12.000.

3. Lumpia, Semarang

Lumpia dan kota Semarang jadi dua hal yang tak bisa dipisahkan. Ada yang kurang bila melintasi kota ini saat perjalanan mudik dan tidak mampir untuk membeli lumpia yang menjadi saksi hasil akulturasi rasa kuliner Tionghoa dan Indonesia.

Di kota ini, ada tiga toko lumpia yang legendaris.

Pertama Lumpia Gang Lombok, warung lumpia tertua di kota Semarang dan sudah dikelola generasi ketiga. Lokasinya di Gang Lombok No 11. Di sini pengunjung bisa memilih lumpia basah atau goreng. Harga satuannya Rp12.000.

Kedua, Lumpia Mbak Lien yang berlokasi di Jalan Pemuda. Di sini pelanggan bisa memilih isian lumpia. Ada macam-macam, tapi biasanya rebung dengan campuran kombinasi antara telur, ayam, atau udang. Harganya mulai dari Rp12.000.

Selanjutnya, ada Lumpia Mataram yang berlokasi di Jalan MT Haryono No 533 A. Warung ini sudah berdiri sejak 1988 dan hanya menyajikan lumpia basah dan goreng. Harganya Rp13.000 per lumpia.

4. Soto Kerbau, Kudus

Kalau soto biasanya disajikan dengan daging ayam atau daging sapi, tapi kalau di Kudus daging kerbau lah pilihan utamanya.

Bukan kebetulan, tapi penggunaan daging kerbau di sini menyimpan nilai toleransi, terutama bagi umat hindu yang tidak memakan daging sapi, hal ini sudah dijunjung tinggi sejak masa Sunan Kudus saat menyebarkan agama Islam.

Semangkuk soto kudus berisi irisan daging kerbau, mie putih, tauge, butiran kacang kedelai dengan taburan daun seledri, bawang goreng dan disiram dengan kaldu daging kerbau yang diberikan bumbu berempah.

Menikmati seporsi soto kudus ini paling pas bersama nasi hangat kecap manis, jeruk limau dan sambal untuk membuat rasanya makin kaya, bisa juga ditambah lauk pauk lain seperti sate paru.

Lokasi soto kudus yang terkenal adalah Soto Kudus Pak Ramidjan, berada di Jl.Kudus-Jepara No.79 A, cukup sediakan Rp 12.000 seporsi soto kudus siap disantap.

5. Sate Srepeh, Rembang

Sate Srepeh merupakan salah satu ikon kuliner di Kabupaten Rembang. Sate ini biasanya menggunakan daging ayam yang diiris tipis atau jeroan ayam.

Bisa juga menggunakan daging kambing atau sapi, dan disajikan sebagai menu pendamping sajian nasi sambal tahu.

Perbedaan sate srepeh dengan sate lainnya adalah penggunaan bumbu yang berwarna merah kekuningan, menggunakan santan dan lebih encer. Rasanya manis, pedas, dan gurih nikmat.

Warung sate srepeh di Rembang sendiri cukup langka meski peminatnya banyak, salah satu yang masih bertahan adalah Sate Srepeh Bu Slamet yang menggunakan daging ayam sebagai bahan utamanya.

Warung sate ini berada di Jalan Yos Sudarso, buka pukul 06.00-10.00 WIB. Satu porsi satenya berkisar antara Rp10.000-15.000.

6. Jubung, Gresik

Jajanan khas Gresik ini terbuat dari ketan hitam dan bertabur wijen. Umumnya, jubung dibungkus menggunakan selongsong warna putih kecokelatan. Selongsong ini berasal dari pinang muda yang dianyam mirip gelas mini.

Proses pembuatan jubung sendiri cukup lama bisa memakan waktu hingga 24 jam. Dari proses menggiling, merendam ketan, memasak dan membuat adonan, hingga membungkusnya.

Karena butuh usaha yang tidak sedikit, rata-rata yang mengolah jajanan ini adalah laki-laki berstamina kuat.

Tekstur jubung lembut dengan rasanya yang manis, membuatnya jajanan satu ini sering dicari untuk dijadikan oleh-oleh. Jubung bisa didapatkan di toko sentra oleh-oleh yang tersebar di berbagai titik di Kota Gresik dengan kisaran harga Rp9.500-40.000 per kotak.

7. Rawon, Surabaya

Hidangan berkuah hitam ini memang identik dengan Kota Pahlawan. Sup daging berkuah hitam ini menggunakan kluwek sebagai bumbu utamanya.

Dalam seporsi rawon biasanya terdapat tauge, potongan daging dan dinikmati bersama nasi hangat serta kerupuk yang renyah.

Saat ke Surabaya, ada satu kedai rawon yang begitu terkenal yakni Rawon kalkulator yang berada di kawasan Taman Bungkul.

Sesuai dengan namanya, tempat makan rawon ini tak sekadar menyajikan seporsi rawon dengan potongan daging yang besar, tapi memberikan atraksi dari para pramusajinya yang bisa menghitung total biaya pengunjung tanpa alat hitung apa pun. Cepatnya bak kalkulator!

Seporsi rawon dihargai Rp20.000 belum termasuk minum. Mau mampir? Rawon Kalkulator buka setiap hari dari pukul 11.00-03.00 WIB.

8. Kupang Lontong, Sidoarjo

Sidoarjo punya kuliner andalan yang tak boleh ketinggalan dicicipi. Namanya lontong kupang. Tampilannya memang agak aneh tapi soal rasa tentu boleh diadu.

Hidangan ini menggunakan kupang putih, yakni sejenis hewan laut dengan ukuran sebesar butiran beras dan hanya bisa ditemukan di pesisir Jawa Timur, seperti Sidoarjo, Surabaya dan Pasuruan.

Kupang disajikan bersama irisan lontong, kemudian disiram kuah dengan campuran petis, bawang, putih, cabai, gula pasir. Rasa pedasnya bikin nagih!

Menyantap kupang lontong paling pas ditemani es kelapa muda yang bisa berfungsi sebagai penawar racun bagi orang yang sensitif dengan makanan laut.

Kupang Lontong Pak Misari adalah salah satu rumah makan favorit banyak orang. Lokasinya di Jalan Mojopahit No.62. Makan seporsi cukup bayar Rp8.000 saja. Tambah Rp4.000 untuk 10 tusuk sate kerang.

9. Rujak Soto, Banyuwangi

Menikmati rujak layaknya soto, mungkin hanya bisa ditemui di Banyuwangi. Makanan ini terbilang umum di sana, karena biasa disantap saat acara kumpul keluarga. Rujak Soto adalah perpaduan antara rujak dan soto.

Rujak dibuat dari bahan dasar sayur mayur seperti kangkung rebus, potongan kacang panjang, potongan tahu dan tempe goreng serta beberapa sayuran lainnya, kemudian disiram dengan untuk bumbu rujak yang menggunakan petis dan asam jawa sebagai ciri khasnya.

Rujak yang sudah siap ini selanjutnya disiram kuah soto yang berasal dari rebusan daging sapi dengan bumbu rempah lainnya, yakni kunyit, jahe, merica, dan bawang putih. Dalam semangkuk rujak soto ini juga terdapat potongan daging sapi atau babat, taburan bawang goreng, serta kerupuk yang renyah.

Mencari hidangan ini di Banyuwangi bukan perkara sulit, bisa mampir ke Warung Bu Yuyun yang lokasinya strategis di dekat alun-alun kota. Seporsi rujak soto ini cukup murah, hanya Rp15.000.

Happy mudik, happy kulineran!

Penulis: Anisa Giovanny
Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Veteran

Written by Redaksi Belanga

Media kuliner berbasis komunitas, merawat ragam rasa kuliner Indonesia. #BedaRasaSatuIndonesia.

Mudik Lewat Jalur Selatan Jawa? Icip 9 Makanan Ini, Ya!

Pisang Tanduk

10 Rekomendasi Olahan Pisang Sesuai Jenisnya!