in

8 Metode Seduh Kopi Yang Perlu Kamu Ketahui!

Ada yang butuh saringan, arang, bahkan pasir panas.

Menyeduh kopi dengan menggunakan filter. (Foto: Pexels)

Zaman sekarang, pecinta kopi tak hanya menikmati kopi sebagai minuman. Semakin banyak orang penasaran bagaimana minuman tersebut diproses hingga akhirnya disajikan. Komunitas kopi di Indonesia makin gencar memperkenalkan berbagai metode pembuatan minuman pahit ini.

Dari alat-alat sederhana hingga mesin khusus semuanya ada, bahkan, munculnya lapak-lapak alat proses kopi jadi fenomena tersendiri.

Ini dia macam-macam metode pembuatan kopi yang wajib kamu ketahui.

1. Drip Method

Drip method juga dikenal sebagai filter method. Cara membuat kopi yang satu ini paling populer karena sederhana dan efisien karena hanya perlu menggunakan filter.

Drip method yang sering ditemui di kedai kopi kekinian adalah Vietnam Drip dan V60. Tekstur kopi yang dihasilkan dari metode ini terasa sangat lembut dan kaya rasa.

2. Aeropress

Aeropress merupakan salah satu cara termudah untuk membuat kopi berkualitas dan nikmat.

Baca juga:Mesin Kopi Ini Seharga Mobil!

Teknik aeropress yang biasa digunakan oleh para barista adalah diputar balik (upside-down), takaran kopi banyak, esktraksi singkat, dan beberapa kali stirring (pengadukan).

Kopi yang dibuat dengan metode ini mampu memunculkan cita rasa yang sangat khas (blooming).

3. French Press

Metode ini  punya nama lain, yakni plunger atau caffetiere. French press juga banyak digunakan di kedai kopi Indonesia.

Penerapannya sederhana dan harga alatnya pun terjangkau. Metode ini cocok bagi pemula yang belum menguasai teknik menyeduh kopi.

French press mengekstrak kopi bubuk secara maksimal. Sebagian besar alat prosesnya terbuat dari stainless steel. Ada juga yang terbuat dari plastik.

French press dapat menghasilkan hasil seduhan kopi yang lebih tajam tapi tidak terlalu asam.

4. Syphon

Juga dikenal sebagai “vacuum“, syphon adalah salah satu metode paling tua dalam penyeduhan kopi. Konon, metode ini ditemukan di Jerman pada tahun 1930-an.

Syphon ini terlihat cukup unik. Bentuknya mirip tabung laboratorium. Terdiri dari penutup mangkuk atas (cover), mangkuk atas (upper bowl), mangkuk bawah (lower bowl), “pertama”, penahan (stand), dan penyaring (filter).

Untuk pemanasnya terdiri dari tutup burner, windbreak, pembakar spiritus (alcohol burner), dan alcohol lamp holder.

5. Turkish Coffee

Turkish coffee juga dikenal sebagai  “Arab method“. salah satu metode tertua dalam proses pembuatan kopi.

Hasil kopi dengan turkish coffee memiliki cita rasa yang sangat kuat dan pekat.

Cara membuatnya, giling kopi dengan kahve değirmeni (alat penggiling kopi) atau manual dengan lesung dan alu.

Setelah itu, hasil gilingan dituang dalam sebuah bejana bernama ibrik.

Baca juga: Tips Membuat Es Kopi Susu Ala Kedai, Sukses Ketagihan!

Gilingan kopi dicampur dengan gula dan air. Campuran tersebut dididihkan tiga kali dengan menggunakan pasir panas, kemudian dituang ke cangkir kopi.

6. Neapolitan Flip

Metode yang juga disebut “reversible drip pot” ini tidak beda jauh dengan drip method, yakni menggunakan penyaring untuk memisahkan ampas kopi.

Ada dua tabung berhimpitan dengan saringan di bagian tengah yang memisahkan ampas dan ekstrak kopi.

Tabung bawah diisi air dan dipanaskan hingga mendidih. Selanjutnya diangkat dari kompor dan dibalik.

Air mengalir melalui saringan dan membuat ekstrak kopi cair, lalu menetes ke tabung yang berada di bagian bawah setelah dibalik.

7. Espresso Machine

Kamu pasti sering menemukan alat ini di kedai kopi. Sesuai namanya, espresso machine digunakan untuk membuat espresso.

Ada mesin manual, ada juga yang otomatis. Mesin otomatis terbilang paling mutakhir dan jadi idaman.

Racikan kopi dari mesin ini memiliki rasa seimbang.  Tingkat keasaman, kemanisan, dan kekentalannya begitu pas.

Jenis sangrai kopi (roasting) yang dapat dilakukan dengan mesin ini adalah “medium to dark“.

8. Kopi Joss

Yang satu ini cara seduh kopi yang tidak se-fancy tujuh metode di atas, tapi tidak bisa dipungkiri juga karena sudah memiliki fans-nya sendiri.

Kalau ke Yogyakarta, misalnya, pecinta kopi belum sahih kalau tidak menikmati kopi Joss.

Kopi Joss atau kopi arang adalah metode menyeduh kopi dengan memasukkan arang yang membara ke dalam secangkir kopi yang sudah diseduh.

Arang panas yang dibakar hingga suhu mencapai 250 derajat celcius dapat berubah menjadi karbon aktif yang baik buat tubuh karena dapat mengikat racun di dalam tubuh peminumnya.

Walaupun demikian, tidak sembarang arang yang dipakai, juga harus memperhatikan kualitas dari asal arang tersebut.

Biasanya arang yang terbuat dari kayu sambi asal Kalimantan yang dijadikan arang untuk Kopi Joss.

Dari 8 metode penyeduhan kopi ini, mana yang paling kamu suka hasilnya?

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

2 Pings & Trackbacks

  1. Pingback:

  2. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Expert

Written by Redaksi Belanga

Media kuliner berbasis komunitas, merawat ragam rasa kuliner Indonesia. #BedaRasaSatuIndonesia.

6 Es Campur Indonesia Ini Segarnya Bukan Main!

Warung Fotokopi, Melihat Kesempatan Dalam Kesempitan