7 Tempat Ini Jawaranya Kuliner Ubud!

Ubud dikenal sebagai kawasan wisata yang masyhur, jadi tak heran jika kota ini bernilai ekonomis tinggi. Berbagai restoran bintang lima hingga warung sederhana pun tak akan luput dari pemandangan di sekitaran jalan Ubud hingga ke pelosoknya. Bicara kuliner Ubud, banyak tempat yang bisa didatangi.

Dari makanan kaki lima hingga restoran bintang lima, semua bisa ditemukan. Harga pun beragam, apalagi soal rasa.

Tujuh destinasi kuliner Ubud berikut ini punya rasa yang sudah diuji berbagai pengunjung domestik dan mancanegara, dijamin puas!

1. Naughty Nuri

Mencari hidangan daging babi di Bali bukanlah perkara sulit. Hampir setiap daerah di Pulau Dewata ini menyajikan berbagai makanan berbahan dasar daging babi.

Saat mengunjungi Ubud jangan lupa untuk mampir ke Naughty Nuri, warung dengan spesialisasi hidangan babi bakar ini sudah berjualan sejak 1995.

Soal rasa tidak perlu diragukan, namanya bahkan sudah pernah diulas di The New York Times.

Hidangan babi bakar paling terkenal adalah spare ribs yaitu iga bakar berukuran besar dengan tekstur daging yang empuk dan bumbu yang meresap hingga ke tulang.

Makan tanpa menggunakan tambahan saus lainnya saja sudah enak dan bikin ketagihan! Paling pas menikmati spare ribs dengan minuman bersoda atau martini yang menyegarkan.

Meski menggunakan konsep warung, Naughty Nuri bukan warung sederhana yang sempit. Kebalikannya warung ini cukup luas dan menyatu dengan bar bergaya irish.

Pelanggan bisa melihat kesibukan para pelayan yang menyajikan makanan dan membuat berbagai jenis minuman dari bir, jus, ataupun wine.

Selain menyajikan hidangan babi bakar, Naughty Nuri juga menyajikan makanan lain yang tidak mengandung babi, sebut saja sate ayam, nasi goreng, sandwich, spageti dan sosis.

Selain di Ubud, Naughty Nuri memiliki cabang lain di Seminyak, Kuala Lumpur, dan Macau.

Naughty Nuri
Jalan Raya Sanggingan
Setiap hari, 08.00-22.00 WITA

2. Warung Sate Kakul

Sate biasa terbuat dari ayam, daging sapi atau kambing, tapi saat main ke Ubud, cobain hidangan sate kakul atau sate siput.

Namanya memang tak setenar sate lainnya, tapi kuliner sate siput bukan hal baru dalam masakan Indonesia. Di Bali, sate kakul identik dengan masakan desa, karena mudah didapatkan di sawah yang belum ditanami padi.

Baca juga: Sate Ayam Blora, Kuliner Lezat Khas Blora

Kini, sate kakul naik kelas, karena mulai banyak orang yang menggemari hidangan ini. Salah satu warung yang turut menaikkan citra daging hewan berlendir itu adalah Warung Sate Kakul yang sudah ada sejak 2007.

Mereka terkenal karena menyajikan sate kakul dengan bumbu khas Bali yang enak dan cocok dengan lidah warga lokal hingga turis luar negeri.

Rasa rempah yang cenderung agak pedas langsung menyergap isi mulut, bahkan sebelum sempat mengunyah daging kakul yang kenyal.

Makan sate kakul biasanya paling cocok dengan nasi putih hangat dan sayur ares (batang pisang). Dengan Rp25.000 saja seporsi sate kakul sudah di tangan.

Warung Sate Kakul
Jalan Raya Kengetan
Setiap hari, 09.00-21.00 WITA

3. Babi Guling Bu Oka

Babi guling bisa dibilang hidangan daging babi khas Bali dan ia tidak diolah sembarangan. Ada tata caranya tersendiri, terutama dalam proses pembakaran yang mengharuskan babi guling ditusuk dengan bambu dan diputar.

Proses masak babi guling berlangsung cukup lama, bisa sampai 5 jam untuk mendapatkan daging babi yang empuk dengan berbagai bumbu yang meresap sempurna.

Di antara semua warung babi guling yang ada di Bali, primadonanya adalah Warung Babi Guling Ibu Oka di Ubud.

Dimasak dengan beragam bumbu rempah rahasia keluarga dan diolah para karyawan yang sudah ahli, membuat rasanya dijamin enak, terutama ketika mengunyah dan merasakan tekstur krispi kulinya dan lembut dagingnya.

Hal itu lah yang membuat Bu Oka selalu ramai diserbu pembeli. Apalagi waktu bukanya sempit, hanya 4 jam sehari, dan Bu Oka hanya menyediakan 6 ekor babi guling yang siap dicincang sampai habis.

Seporsi babi guling Bu Oka disajikan dengan lawar, daging, kulit, sosis serta bumbu kacang.

Selain babi guling, ada juga sosis, kerupuk, sop, sayur dan jeroan babi. Harga makan di Bu Oka sekitar Rp30.000-75.000 saja.

Babi Guling Bu Oka
Jalan Tegal Sari No.2
Setiap hari, 11.00-15.00 WITA

4. Ayam Betutu Pak Sanur

Betutu merupakan makanan khas Bali yang selalu diburu wisatawan, betutu bisa menggunakan ayam ataupun bebek. Keduanya sama enak dan sedap.

Saat di Ubud jangan lupa mencoba Ayam betutu Pak Sanur, satu-satunya hidangan ayam betutu yang tersohor di kalangan warga setempat hingga wisatawan.

Ayam Betutu Pak Sanur sudah ada sejak 1987 dan dijajakan langsung di rumah sang pemilik. Konsepnya benar-benar seperti makan di rumah sendiri. Nyaman!

Hidangannya memang bukan karya chef, hanya dibuat pasangan suami istri Wayan Sutama, atau sering dipanggil Sanur, dan Ketut Chandra, tapi rasanya bisa diadu dengan koki profesional bintang lima.

Meski sudah tidak diolah dengan cara tradisional lagi, namun Pak Sanur dan istri tetap menjaga cita rasa khas yang sudah ada sedari lama.

Ayam betutunya dimasak menggunakan rempah-rempah selama 24 jam, sehingga dagingnya tetap juicy, kaya rasa, empuk, dan mudah dikunyah.

Harga ayam betutunya dibanderol Rp100.000 per ekor. Jika hanya ingin menyantap sepotong ayam betutu bersama sayur mayur cukup sediakan Rp25.000 per piring.

Jangan lupa untuk datang tak lama setelah warung buka. Kesiangan sedikit saja, siap-siap gigit jari karena kehabisan!

Ayam Betutu Pak Sanur
Jalan Arjuna No.19
Setiap hari, 07.00-15.00 WITA

5. Locavore

Locavore adalah satu-satunya restoran Indonesia yang masuk ke dalam daftar 50 resto terbaik di Asia menurut The World 50 Best.

Bukan tanpa alasan tentunya. Restoran yang didirikan oleh Chef Ray dan Eelke Plasmeijer ini selalu menyajikan makanan dengan bahan berkualitas tinggi, lokal dan organik, serta bebas pestisida dan pengawet makanan.

Ini jadi upaya Locavore juga untuk menghargai para petani lokal dan membantu perekonomian mereka.

Locavore, yang artinya adalah seseorang yang memilih untuk mengonsumsi produk lokal saja, menyajikan ragam kuliner Eropa yang terinspirasi dari hidangan Indonesia.

Beberapa hidangan yang bisa dipesan adalah gnocchi, bonito, pate en croute, duck consomme, herb lobster, pork combination, mulberry mousse, dan beetroot sorbet.

Pada hari-hari tertentu, seperti natal dan tahun baru, ada menu spesial lain yang akan ditawarkan.

Locavore juga selalu mementingkan kualitas daripada kuantitas, porsi makanan di sini cenderung kecil, sehingga pelanggan bisa memesan banyak makanan tanpa takut kenyang duluan.

Soal rasa dan presentasi hidangan sudah pasti memikat mata dan memanjakan lidah.

Harga makanan di restoran ini berkisar antara Rp118.000-153.000 dengan pilihan untuk bersantap makan siang dan makan malam.

Baiknya reservasi terlebih dahulu, karena restaurant Locavore Ubud hanya berkapasitas 32 orang.

Locavore
Jalan Dewisita No.10
Makan Siang 12.00-14.30 (Selasa-Sabtu)
Makan Malam 18.30-22.00 (Senin-Sabtu)

6. Seniman Coffee

Di Ubud, ada satu kedai kopi yang wajib dikunjungi, bukan hanya karena kopi yang oke punya, namun tempatnya pun bisa membuat mata terpana dan betah berlama-lama.

Seniman Coffee adalah kedai kopi yang disulap jadi galeri seni oleh David Sullivan dan Rodney Glick. Mereka juga terkenal karena tema recycle. Di sana semua gelas yang digunakan berasal dari proses daur ulang.

Baca juga: Warga Dunia Makin Suka Ngopi Kok Kopi Indonesia Stagnan?

Kopi di kedai ini hasil olahan sendiri. Dari memilih biji kopi, proses roasting sampai dengan penyeduhan dilakukan oleh barista ahli.

Ada tiga jenis kopi terbaik yang disediakan, yakni kopi sumatera, kopi kintamani dan kopi kenya.

Semua biji kopi itu selalu disediakan dalam gelas kecil dan bisa diicip secara gratis oleh para pelanggan.

Varian menu kopinya antara lain caffe latte, americano, cappucino, granita, float white, dan espresso.

Bukan penggemar kopi pun tetap bisa mencoba menu non kopi seperti fruity tea-like flavour hingga various hand brew method. Ada juga minuman herbal yang menyehatkan.

Semua minuman yang dipesan akan ditemani kudapan ringan tradisional yang manis, seperti nagasari.

Seniman Coffee
Jalan Sri Wedari No.5
Setiap hari, 08.00-22.00 WITA

7. Pasar Ubud

Sebagai kawasan wisata, tidak aneh kalau makanan di Ubud tak ramah di kantong. Namun anggapan itu segera sirna jika menyempatkan waktu untuk menjelajah berbagai makanan khas di Pasar Ubud Bali.

Di sana tersedia beragam hidangan khas Bali yang murah meriah, seperti aneka kue seperti ketan, getuk, klepon dan hidangan berat seperti bubur bali, nasi jinggo, nasi campur dan lain sebagainya.

Semuanya dibanderol dengan harga miring sekitar Rp5.000.

Seporsinya biasa cukup mengenyangkan, apalagi jika membeli nasi campur yang biasanya disertai dengan sate lilit dan lawar.

Suasana pasar tradisional yang ramah dan ramai menjadi sensasi tersendiri untuk berwisata kuliner yang menyenangkan.

Bagi yang tidak suka blusukan ke dalam pasar, para penjaja makanan juga tumpah ruah sampai di luar bangunan pasar.

Datanglah ke Pasar Ubud saat subuh hingga sekitar pukul 07.00 WITA, karena selebihnya ia akan berubah jadi pasar suvenir.

Pasar Ubud
Jalan Raya Ubud No. 35
Setiap hari, 04.00-07.00 WITA

Sudah siap memanjakan lidah di Ubud?

Penulis: Anisa Giovanny
Editor: Ellen Kusuma

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *