in

7 Stan Kuliner di FJB 2019 ini Ramainya Kebangetan!

Memang harus rela bersabar demi kuliner legendaris dan populer.

Festival Jajanan Bango kembali digelar! Menyajikan beragam kuliner nusantara dari yang langka, melegenda hingga kekinian semua ada untuk dicoba. Tahun ini terdapat 83 stand kuliner yang disediakan untuk memuaskan para penikmat kuliner tanah air.

Dari banyaknya kuliner yang disediakan itu ada 7 penjaja kuliner yang menyedot perhatian dan membuat antrian sampai mengular, beberapa di antaranya sampai butuh waktu setengah jam sebelum bisa memesan.

Apa saja mereka?

1. Nasi Liwet Wongso Lemu

Nasi Liwet Wongso Lemu, salah satu menu favorit pengunjung Festival Jajanan Bango 2019. (Foto: Belanga.id/Manggarayu)

Masuk kedalam kategori hidangan lintas generasi yang sudah turun-temurun, membuat Nasi Liwet Wongso lemu yang sudah ada sejak 1954 ini jadi incaran para penikmat kuliner. Kapan lagi mencoba makanan yang cabangnya saja belum ada di ibu kota?

Pelanggan pun silih berganti berdatangan sejak pagi, semakin siang pun antrian tidak ada putusnya, makin ramai dan makin padat.

Apalagi harganya murah. Hanya Rp15.000 saja pelanggan sudah bisa menikmati seporsi nasi liwet yang terdiri dari nasi nan gurih bersama dengan sayur labu pedas dan potongan telur yang disajikan di atas pincuk daun pisang.

2. Mamink Daeng Tata

View this post on Instagram

A post shared by Putri Taruno (@putritaruno) on

Sebagai pelopor restoran Makassar di Jakarta yang sudah dirintis sejak 1996, pamor Mamink Daeng Tata tak perlu diragukan lagi.

Harum masakannya sudah tercium dari jauh, memanggil para pencari kuliner nusantara untuk mampir.

Hidangan andalannya yang tersaji di Festival Jajanan Bango 2019 adalah coto makassar, sop konro, dan tata ribs (iga bakar).

Sejak pagi antrian sudah terlihat di depannya, semakin siang antrian makin ramai. Sebelum matahari tenggelam, beberapa masakan yang dihidangkan di meja sudah tampak sepi, meski ada segelintir menu yang bisa dicicip.

3.Sate Klathak Pak Pong

View this post on Instagram

A post shared by Eatinerary Indonesia (@eatineraryid) on

Sate Klathak Pak Pong adalah sate daging kambing muda dengan bumbu merica dan garam yang ditusuk menggunakan jari-jari ban sepeda sebelum dibakar.

Meski terdengar sederhana, soal kualitas jangan ditanya, dagingnya lembut dikunyah, gurih di lidah, dan bikin ketagihan.

Di tempat asalnya, Yogyakarta, Sate Klathak Pak Pong selalu ramai setiap hari. Sama saja saat hadir di FJB 2019 ini, ramai dan tak ada sepinya.

Antrian mengular di stan sate ini sejak festival dibuka. Hingga sore menjelang pun tak ada putusnya. Pelanggan bahkan harus rela mengantri sampai setengah jam demi mencoba sate yang sudah ada sejak 1997 ini.

4. Tengkleng Klewer Bu Edi

View this post on Instagram

A post shared by KABAR KOTA SOLO – SURAKARTA (@kabarsolo) on

Jika bertanya makanan apa yang paling cepat habis di Festival Jajanan Bango, sepertinya Tengkleng Klewer Bu Edi akan jadi juaranya.

Hidangan ini begitu laris diserbu pecinta kuliner sejak pagi. Antriannya sampai menutupi beberapa stan di sebelahnya. Sebelum matahari tenggelam Tengkleng Klewer Bu Edi pun terpaksa tutup duluan.

Lebih dari 4 panci besar tengkleng dengan isian tulang, iga, lidah, sumsum hingga organ dalam kambing, dengan kuah encer yang gurih, manis dan pedas itu sudah habis diserbu pembeli.

Banyak pelanggan yang akhirnya harus gigit jari karena tak bisa menikmati tengkleng Bu Edi yang kelezatannya sudah tak perlu diragukan lagi.

Usut punya usut di tempat asalnya, Solo. Tengkleng yang jadi langganan Jokowi ini bisa habis dalam waktu 3 jam saja. Wow!

5. Bebek Sinjay

View this post on Instagram

A post shared by Kuliner Surabaya Foodies | SF (@surabayafoodies) on

Di tempat asalnya, Madura, Bebek Sinjay sangat terkenal. Saking populernya, tempat makan Bebek Sinjay bisa menampung sampai 100 pelanggan dalam satu waktu.

Selalu penuh dan berhasil menjual ribuan porsi setiap harinya ini bukan tanpa alasan.

Hidangan bebek goreng nan empuk dengan bumbu rahasia yang meresap sempurna ke dalam daging, taburan kremesan yang menambah tekstur rasa, ditambah nasi putih hangat dan sambal pencit yang pedas.

Glek! Terbayang alasan yang membuat hidangan ini sanggup bikin ketagihan banyak orang.

Maka tak heran ketika Bebek Sinjay hadir memeriahkan Festival Jajanan Bango 2019, ia langsung diserbu pembeli sedari pagi hingga sore.

Antriannya padat merayap hingga tidak terlihat ujungnya di mana. Rata-rata para pelanggan yang ingin menikmati hidangan ini harus rela mengantri sekitar setengah jam.

6. Nasi Jamblang Mang Ndul

Seporsi Nasi Jamblang Mang Ndul dengan tahu goreng dan cumi balakutak. (Foto: Belanga.id/Manggarayu)

Nasi Jamblang Mang Ndul selalu jadi rekomendasi kuliner saat berwisata ke Cirebon. Saat ia hadir di Festival Jajanan Bango, hasilnya adalah para pelanggan silih bergantian memesan nasi beralaskan daun jati ini.

Berbagai menu yang disediakan untuk pengunjung FJB 2019 adalah tempe dan tahu goreng, daging semur, cumi balakutak, tumis kerang, paru goreng, dan lain sebagainya.

Menjelang siang, antrian mulai memanjang, pelanggan pun harus rela antri lebih dari 10 menit demi menikmati makanan ini.

Saking ramainya Nasi Jamblang Mang Ndul sampai kehabisan piring dan menggantinya dengan wadah plastik bening. Wajar saja, pengunjung yang datang bisa memesan lebih dari dua porsi nasi jamblang.

7. Locarasa

View this post on Instagram

A post shared by LōCARASA Indonesia (@locarasa) on

Saat matahari makin beranjak di atas kepala, pasti butuh kesegaran yang dapat memuaskan dahaga, maka tak heran ketika siang tiba gelato Locarasa diserbu pembeli yang ingin menyejukkan tenggorokan mereka.

Gelato yang disajikan di FJB 2019 memiliki rasa yang unik, sebut saja gelato rasa tempe, mie aceh, klepon, hingga martabak. Tidak terbayangkan rasa makanan gurih disajikan dalam format gelato.

Walau demikian nyatanya, semua rasanya bisa membuat lidah pengunjung bergoyang hingga rela mengantri. Harga yang ditawarkan pun terbilang wajar. Dengan Rp20.000 saja para pelanggan sudah bisa menikmati dua rasa gelato dalam cup berukuran 100 gram.

Bagaimana, sudah sanggup mengantri demi membuat lidah terpuaskan dan perut kekenyangan?

Penulis: Anisa Giovanny
Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Veteran

Written by Redaksi Belanga

Media kuliner berbasis komunitas, merawat ragam rasa kuliner Indonesia. #BedaRasaSatuIndonesia.

Meneruskan Kuliner Legendaris Pada Generasi Sekarang

Kuliner di 7 Kota Ini Masyhur Karena Resep Warisan