in ,

Kalau Mampir ke Papua Barat, Icip 7 Kuliner Ini!

Dari yang gurih sampai yang manis, dari ikan sampai ulat sagu. Semuanya enak!

Papua Barat atau bisa disingkat Pabar adalah sebuah provinsi yang terletak diujung barat pulau Papua dengan ibukota Manokwari. Dulu namanya adalah Irian Barat. Pada 2001 nama Irian berganti menjadi Papua dan dua tahun kemudian provinsi ini dibagi menjadi dua, yaitu Papua dan Papua Barat.

Baik di timur atau barat, pulau yang kaya hasil tambang ini punya kekayaan budaya dan bahasa yang begitu beragam dan tak ternilai. Termasuk juga kulinernya.

Beragam hidangan khas bisa diicip saat menyempatkan waktu ke pulau paling timur Indonesia itu.

Kali ini, kenalan dulu sama kuliner khas Papua Barat yang wajib dicoba kalau sempat berkunjung!

1. Kue Lontar

Kue Lontar adalah makanan khas dan oleh-oleh wajib bagi para pelancong yang berkunjung ke Papua Barat.

Saat melihat kue ini, pasti langsung teringat dengan pie susu dari Bali karena memang bentuk dan tampilannya mirip.

Konon, kue ini dibawa oleh orang Belanda di masa lalu dengan sebutan londtart, namun karena sulit dilafalkan, maka warga lokal menyebutnya lontar.

Kue ini terbuat dari tepung, susu, dan gula, memiliki tekstur yang lembut di bagian dalam dan kulit yang renyah di luarnya.

Biasanya orang Papua membuat kue lontar untuk dihidangkan saat hari raya lebaran atau natal.

Kue ini cocok bagi penyuka rasa manis. Ia makin nikmat jika disantap bersama secangkir teh atau kopi hangat.

2. Aunu Senebre

Punya nama yang Papua sekali, membuat makanan ini belum terlalu dikenal di luar tempat asalnya.

Namun kini Aunu Senebre mulai menarik perhatian, terutama masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) II 2017 untuk kategori Makanan Tradisional Terpopuler.

Makanan ini sangat mudah ditemui di Papua, khususnya di warung-warung dekat pantai di Papua Barat.

Aunu senebre adalah hidangan khas nasi dan ikan teri yang dicampur dengan irisan daun talas dan ditambah garam untuk menambah profil rasanya. Hidangan yang cenderung basah ini punya rasa unik karena daun talas.

Karena fungsinya sebagai makanan pelengkap atau lauk, biasanya aunu senebre dimakan bersama dengan papeda atau umbi-umbian.

Jika ke Papua Barat, jangan lupa icip makanan satu ini karena bisa jadi keberadaannya tidak bisa ditemukan saat berpindah pulau.

3. Ikan Bakar Manokwari

Sesuai namanya, ikan ini memang berasal dari ibu kota provinsi Papua Barat: Manokwari. Dengan lokasi di daerah pesisir, tak heran jika penduduknya sering menikmati hidangan laut.

Salah satunya adalah ikan bakar Manokwari. Biasanya jenis ikan yang lumrah dibakar adalah gurame, ikan mas, atau bawal.

Tapi ikan bakar Manokwari seringnya menggunakan ikan tongkol, yang paling tidak harus berbobot ½ kg agar dagingnya banyak.

Ciri khas dari ikan bakar Manokwari adalah penggunaan bumbu sambalnya yang sederhana. Cukup dengan bawang merah, cabai rawit merah, garam dan gula.

Masyarakat Papua menyebutnya bumbu tabur. Bumbunya akan digiling kasar dalam keadaan mentah dan disiram ke ikan bakar yang sudah matang.

Soal cita rasa, ikan bakar yang segar dan bumbu pedas berpadu dengan sempurna saat dimakan bersama. Supaya tambah nikmat, santap dengan nasi hangat.

4. Sate Ulat Sagu

Kuliner satu ini mungkin bikin beberapa pecinta kuliner bergidik. Tapi, bagi masyarakat Papua ulat sagu bukan makanan asing, melainkan santapan sehari-hari, yang bisa dinikmati saat matang ataupun ketika masih mentah.

Katanya, ulat sagu yang kaya protein bisa memulihkan stamina setelah sibuk beraktivitas seharian dan baik bagi kesehatan tubuh.

Ulat ini biasa ditemui di pohon sagu yang sudah tumbang, pohon itu akan dibiarkan beberapa hari sampai batang pohon membusuk kemudian akan didiami oleh ulat sagu.

Untuk mengambilnya, diperlukan kapak supaya bisa membelah bagian batang pohon, sesudah itu ulat akan ditaruh dalam wadah agar tidak kabur.

Ukuran dari ulat berwarna putih ini beragam dari yang kecil sampai sebesar jempol tangan.

Di daerah Papua Barat, ulat sagu biasa dijadikan sate. Proses masak sama dengan sate, yakni ditusuk dan dipanggang di atas bara api hingga matang, dan disajikan bersama bumbu sate seperti biasa.

Menyantap sate yang bertekstur kenyal dan berasa gurih ini bisa ditemani oleh papeda atau roti sagu.

5. Sagu Lempeng

Pulau paling timur Indonesia ini memang menggunakan sagu sebagai makanan pokoknya.

Sagu diolah menjadi berbagai makanan, yang paling terkenal papeda yang disajikan bersama kuah kuning dan bisa ditemukan di berbagai daerah di Papua.

Selain itu ada sagu lempeng, yang merupakan rotinya orang Papua dan mudah ditemui di Papua Barat.

Makanan ini merupakan olahan sagu berbentuk lempengan-lempengan persegi panjang dengan warna merah kecokelatan. Bentuknya dibuat dengan cetakan besi yang dipanaskan dengan dipanggang atau dibakar.

Rasanya tawar dengan tekstur yang cukup keras. Sekarang, sagu lempeng sering diberi gula supaya ada rasa manis dan sedap dinikmati bersama secangkir kopi atau teh hangat.

Di beberapa daerah lain, seperti Maluku, Riau, dan Kalimantan Barat, juga bisa ditemukan varian olahan sagu serupa.

6. Udang Selingkuh

Punya bentuk badan seperti udang tapi bercapit mirip kepiting, menyebabkan udang ini dinamakan udang selingkuh.

Udang ini memiliki warna kebiruan, tapi saat di dicuci atau direbus warnanya akan berubah jadi oren atau jingga yang menyebabkan tampilannya mirip dengan kepiting atau lobster yang sudah masak.

Mengolah udang selingkuh sebetulnya tidak ada resep khusus. Ia bisa dibakar, direbus, atau digoreng lalu disiram menggunakan bumbu saus beraneka rasa.

Masyarakat Papua sendiri lebih suka mengolahnya dengan cara dibakar tanpa menggunakan banyak bumbu. Cukup ditaburi garam seperlunya.

Hidangan satu ini ber tekstur padat dan berserat, dengan daging lembut dan manis khas kuliner seafood yang masih segar.

Menikmati udang selingkuh paling lezat ditemani sayur bunga pepaya, kangkung dan nasi hangat. Karena ukurannya cukup besar, menikmati udang selingkuh butuh budget sekitar Rp100.000-300.000.

Selain terkenal di Papua Barat, udang selingkuh mudah dijumpai di daerah Wamena, Papua.

7. Abon Gulung

Cari oleh-oleh untuk dibawa pulang saat berkunjung ke Papua Barat? Abon gulung bisa jadi pilihannya. Makanan ini begitu terkenal dan asli dari daerah Manokwari, Papua Barat.

Meski menjadi makanan khas, namun abon gulung tidak diciptakan oleh orang Papua asli. Ia kreasi Jimmy Irianto.

Jimmy berhasil menjadikan kuliner ini sebagai makanan khas, selain papeda tentunya, dan oleh-oleh wajib jika bertandang ke Papua.

Banyak wisatawan yang rela mengantri di satu-satunya gerai produsen langsung, yaitu Hawai Bakery Abon Gulung.

Mereka tidak buka cabang, walaupun memang abon gulungnya didistribusikan ke berbagai toko dan bahkan sampai di Bandar Udara Rendani Manokwari.

Abon gulung sendiri adalah roti isi abon dengan tekstur yang lembut, tapi padat saat dikunyah. Ukurannya juga cukup mengenyangkan.

Ada berbagai variasi abon gulung, seperti pedas, asin, isi sosis, dan lain sebagainya. Sepuluh buah abon gulung dihargai sekitar Rp125.000.

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contributor

Written by AnisaGiovanny

Content Author
Pisang Tanduk

10 Rekomendasi Olahan Pisang Sesuai Jenisnya!

buku rendang traveler

Rendang Traveler, Sebuah Kisah Kuliner dari Tanah Minang