in ,

7 Kuliner Khas Nyepi yang Wajib Dicoba!

Wajib ada di tiap rumah saat Nyepi berlangsung

Hari raya keagamaan seringkali diwarnai dengan kemeriahan dan keramaian. Ini berbeda dengan hari raya Nyepi yang dirayakan umat Hindu. Yang terjadi malah sebaliknya, suasana menjadi hening.

Di Bali yang mayoritas penduduknya merayakan Nyepi, jalanan yang biasa padat wisatawan pun jadi lengang. Tidak ada aktivitas seharian.

Ilustrasi suasana setelah Nyepi di Bali. (Foto: Pexels.com/@belart84)

Justru ramainya itu sebelum dan sesudah Nyepi. Berbagai tradisi berlangsung seperti melasti, ogoh-ogoh, ritual yoga atau brata, ritual ngembak agni, dan lainnya.

Baca juga: Traveling ke Bali? Kunjungi 4 Kedai Es Krim yang Hits Ini

Namun, ada satu kesamaan yang tak bisa dilepaskan dari hari raya manapun, yakni makanan. Tujuh jajanan dan hidangan ini wajib ada saat merayakan Nyepi.

1. Entil

Kalau lebaran Idul Fitri identik dengan hidangan ketupat, maka Nyepi di daerah Tabanan identik dengan entil.

Keduanya hidangan yang terbuat dari beras, pembedanya adalah cara membungkusnya. Entil tidak dibungkus dengan daun pisang atau janur.

Hidangan ini dibungkus daun nyelep atau talengidi yang panjang dan lebar, serupa daun kunyit, lalu dililit dengan tali bambu.

Proses perebusan entil juga berlangsung lebih lama, sekitar hingga 2 atau 3 jam. Semakin lama direbus, aromanya semakin sedap dan jadi lebih tahan lama untuk disimpan.

Teksturnya yang legit membuat entil biasa disajikan bersama urap sayur khas Bali, lalu disiram kuah santan berbumbu.

2. Jaja Apem

Kue apem asal Pulau Dewata ini sangat terkenal. Kamu akan sering melihatnya saat ada upacara adat di Bali, apalagi saat perayaan Nyepi tiba.

Bahan utamanya adalah tepung beras yang difermentasikan dengan tape singkong dan air kelapa.

Kalau biasanya apem dihidangkan dengan gula saja, jaja apem ditaburi kelapa dan gula merah cair.

3. Ketongkol

Mirip dengan entil, hanya saja bentuk ketongkol ini kerucut dan dibungkus dengan menggunakan daun pisang.

Rasanya gurih sedap, makanya begitu matang ketongkol bisa langsung dilahap.

Tambahkan sayur lawar atau jukut urap, telur rebus, kelapa parut, kerupuk, dan sambal matah biar makin nikmat.

4. Celorot

Makanan satu ini umum ditemui di Bali, biasanya dinikmati sambil minum teh atau kopi.

Celorot adalah kue tradisional yang dibungkus menggunakan janur yang dililit berbentuk kerucut.

Kue ini menggunakan tepung beras sebagai bahan utamanya, teksturnya kenyal, dan memiliki cita rasa manis dari gula merah.

Celorot, yang juga sering dieja clorot, atau cerorot ini, tak hanya ada di Bali, tapi juga bisa ditemukan di Jawa Tengah, Lombok sampai Sarawak.

5. Pulung Nyepi

Pulung nyepi ini jajanan sehari-hari yang jadi primadona saat Nyepi tiba, terutama di Kelurahan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Hidangan manis ini serupa kolak biji salak, namun seringkali disajikan dengan kuah gula merah tanpa santan, dan ditaburi parutan kelapa.

Bahan utamanya adalah tepung beras yang dicampur tepung kanji hingga menjadi adonan.

Ia lantas dibentuk bulat lonjong dengan cara dipulung -makanya disebut pulung- kemudian dikukus sampai matang.

Biasanya umat Hindu akan menyajikannya sehari sebelum Nyepi.

6. Nasi Tepeng

Nasi tepeng ibarat menu sarapan bagi warga Gianyar, tidak hanya di saat Nyepi. Harganya murah dan porsinya cukup mengenyangkan.

Teksturnya lembek, nyaris seperti bubur, tapi rasanya nendang dari rempah dan lada yang digunakan.

Nasi tepeng biasa dihidangkan dengan daun pisang sebagai alas, lalu ditambahkan lauk pauk seperti kacang panjang, kacang merah, nangka muda, sayur daun kelor, kelapa parut dan suwiran ayam.

7. Lawar

Makanan sehari-hari satu ini juga menjadi sajian wajib saat Nyepi.

Salad khas Bali ini terdiri dari cacahan sayuran, parutan kelapa, dan daging cincang, biasanya daging babi. Lawar yang berwarna merah biasanya menggunakan darah binatang.

Menarik dan unik memang kuliner khas Nyepi ini. Untungnya beberapa darinya adalah makanan yang bisa ditemukan sehari-hari, jadi tidak perlu menunggu Nyepi baru bisa mencobanya.

Yuk, cobain!

Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enthusiast

Written by AnisaGiovanny

Content Author

Soto Betawi Afung, Bukti Percampuran Budaya di Glodok

Pasar Petani Kota Ajak yang Urban Bercocok Tanam