in ,

7 Hal yang Pantang Dilakukan Saat Jamuan Makan Imlek

Tiap negara punya acara makan bersama dengan table manner yang harus ditaati.

Tiongkok adalah salah satu negara yang punya table manner dengan beragam filosofi dan konsep spiritual. Kalau diundang dalam jamuan makan ala Tiongkok, kamu perlu tahu bahwa ada beberapa pantangan yang dilakukan selama makan bersama. Hal ini dianggap membawa keburukan bagi tuan rumah dan para tamu.

Berhubung hari Imlek telah tiba, yuk perhatikan table manner berikut ini.

1. Mendahului tuan rumah saat acara makan

Kamu mungkin lapar atau tergiur beragam sajian di atas meja. Namun, tahan sebentar sampai tuan rumah mulai menyantapnya dahulu. Kalau kamu tidak sabar, hal ini dianggap tidak sopan.

2. Menancapkan sumpit di atas nasi

Orang Tiongkok biasa menancapkan dupa pada sebuah wadah saat upacara kematian. Jadi hati-hati, jangan sampai kamu menancapkan sumpit secara tegak di atas nasi. Hal ini bermakna kesialan dan mendekatkan ajal. Letakkan sumpit di tempat sumpit yang telah disediakan.

3. Memotong mie saat bersantap

Mie memiliki makna panjang umur. Biasanya, mie sering disajikan saat perayaan ulang tahun atau kelahiran bayi.

Mie yang panjang diibaratkan sebagai umur panjang. Semakin panjang, maka semakin lama umur di bumi. Karenanya ada larangan memotong mie saat jamuan makan karena dapat ‘memotong’ umur tuan rumah dan para tamu.

Santap mie dengan cara menyeruputnya, seperti kebiasaan orang Jepang. Mungkin tidak biasa bagi orang Indonesia, jadi santap sedikit demi sedikit saja.

4. Tinggalkan piring dalam keadaan kosong

Ketika mulai kenyang, kamu bisa saja tidak menghabiskan apa yang ada di piring, mangkuk, atau gelas.

Namun, hal ini justru menunjukkan rasa tidak puas pada sajian tersebut. Sang tuan rumah akan merasa hidangannya tidak enak atau tidak sesuai dengan selera tamu.

Sebenarnya tidak perlu benar-benar kosong. Sisa beberapa butir nasi dan sedikit teh pada cangkir sudah cukup untuk menunjukkan rasa puas pada acara makan tersebut.

Baca juga: 

5. Mengambil potongan terakhir pada sajian di meja

Meski ada potongan bebek panggang terakhir di sebuah piring, jangan mengambilnya sampai sang tuan rumah mengizinkan. Kalau tidak, kamu akan dianggap terlalu lapar dan membawa sial. Waduh!

6. Cangkir teh dalam keadaan kering

Cangkir teh akan selalu terisi selama perjamuan makan berlangsung. Hal ini sudah jadi tradisi dan diharamkan jika kosong. Setelah pelayan menuang teh, para tamu akan mengetuk dua jari di atas meja sebagai tanda terima kasih.

Tradisi ini berawal dari legenda seorang kaisar yang menyamar sebagai rakyat biasa. Sang kaisar ditemani oleh seorang pelayan yang setia.

Ketika minum teh di kedai, sang kaisar menuangkan teh pada pelayannya. Menurut tradisi, harusnya si pelayan berlutut pada kaisar untuk menunjukkan rasa hormat. Supaya rahasia sang kaisar tidak terbongkar, si pelayan mengetuk dua jari pada meja dan dua kali pada lutut sebagai rasa hormat.

7. Membalikan ikan yang sedang dimakan

Saat menyantap ikan, wajar jika kita membalikkan pada bagian yang masih ada dagingnya. Namun budaya Tiongkok, terutama di pesisir pantai atau kampung nelayan, sangat mengharamkan hal tersebut.

Jika sudah selesai pada satu sisi, hindari membalik sajian ikan dengan sumpit. Ikan merupakan simbol dari sebuah kapal. Membalik ikan bermakna mengancam atau menempatkan nelayan dalam situasi bahaya.

Selain itu, hal ini dipercaya memberi kesialan. Jika ikan patah saat dibalik, maka hidup akan mengalami banyak masalah.

Namun, tak perlu khawatir. Kamu bisa mengakalinya dengan menjepit tulang ikan bagian ekor dengan sumpit. Kemudian angkat hingga tulang terpisah dari daging. Kamu aman menyantapnya dengan cara itu.

Jadi, sudah siap menghadiri jamuan makan ala Tiongkok?

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contributor

Written by shabrinaraini

Content AuthorYears Of Membership

Resep Brownies Kukus Moist, Kado Spesial Untuk Si Cinta

Aneka Wedang Khas Indonesia