Logo Balanga

6 Es Campur Indonesia Ini Segarnya Bukan Main!

 6 Es Campur Indonesia Ini Segarnya Bukan Main!

Indonesia punya banyak es campur, yang mana jadi favorit? (Foto: Belanga.id/Shabrina A.)

Siapa yang setuju bila es campur disebut sebagai salah satu menu dessert favoritnya orang-orang di Indonesia? Beberapa tahun belakangan ini es campur memiliki saingan asal Korea Selatan yang disebut patbingsu.

Es campur a la Negeri Ginseng ini serupa dengan es campur Indonesia, yaitu parutan es yang menggunung, dengan berbagai varian isian dan lumeran sirup, kuah manis, atau susu di atasnya.

Kalau mengenal patbingsu, jangan sampai tidak mengenal ragam es campur Indonesia yang tidak kalah enak.

Di negara tropis Indonesia yang senantiasa bergulat dengan cuaca panas dan teriknya matahari, tidak heran kalau ada banyak ragam es campur yang lahir di tengah-tengah masyarakat sebagai pemuas dahaga.

Inilah yang menyebabkan Indonesia memiliki banyak ragam es campur, semua sesuai dengan daerah asalnya. Seperti enam es berikut yang nendang dan menyegarkan!

1. Es Teler

Es teler diracik oleh Tukiman Darmowijono, pedagang es campur di Jalan Semarang, Jakarta Pusat pada 1980-an.

Saking enaknya, es campur Tukiman yang istimewa ini bikin ketagihan dan “teler”. Sejak itu, es campur Tukiman pun berubah nama jadi es teler.

Es teler adalah es yang berisi potongan alpukat, buah nangka, serutan daging kelapa muda, dan santan.

Penyajiannya dituang susu kental manis dan sirup cocopandan untuk citarasa manis dan nikmat.

Uniknya, es teler jarang menambahkan es serut, melainkan beberapa es batu.

Selain buah-buahan, es teler juga bisa diisi cincau, kolang-kaling, pacar cina, roti, dan agar-agar.

Saking banyaknya isian sampai bikin teler!

2. Es Doger

Konon, nama es doger ini berasal dari singkatan “dorong gerobak”.

Sebab, es doger memang dijajakan berkeliling dengan gerobak dorong.

Es doger merupakan minuman es khas Betawi.

Es campur ini berisi ketan hitam, tape singkong, sagu mutiara, susu kental manis, dan serutan es batu.

Kalau beruntung, si penjual akan menambahkan potongan nangka.

Tak hanya dijual berkeliling, es doger juga lazim dijumpai di pesta perkawinan atau acara adat Betawi.

3. Es Selendang Mayang

Satu lagi es campur yang berasal dari Betawi, yaitu es selendang mayang. Tampilan minuman satu ini memang secantik namanya.

Baca juga: Resep Kue Ape, Serabinya Orang Jakarta

Selendang mayang terlihat kenyal seperti jeli, tetapi isian ini terbuat dari tepung hunkwe dan tapioka. Warnanya pun beragam, mulai dari merah muda, putih, hingga kehijauan.

Cara penyajiannya, selendang mayang dipotong persegi dan ditata dalam mangkuk atau gelas. Selanjutnya diberi kuah santan, potongan nangka, dan sirup yang terbuat dari gula aren.

Seperti es teler, es selendang mayang hanya diberi es batu.

4. Es Podeng

Es podeng merupakan minuman khas Madura. Nama es podeng diambil dari salah satu isiannya, yakni puding merah yang diiris dadu sekitar 1 cm.

Selain puding, ada berbagai isian lain seperti es puter kelapa yang menggunakan serutan daging kelapa muda, ketan hitam, irisan roti tawar, pacar cina, nangka, dan alpukat.

Tidak ketinggalan kacang tanah cincang yang menjadi ciri khas es podeng. Meses dan susu kental manis juga ditaburkan di atasnya.

Isian yang banyak dengan kombinasi bahan segar membuat es campur ini punya dua fungsi: pelepas dahaga dan pengganjal perut!

5. Es Buto Ijo

Es buto ijo merupakan minuman khas Jawa Timur yang diracik pertama kali di Lumajang.

Komposisi dan bahan es buto ijo relatif sama dengan es buah pada umumnya, tetapi cara penyajianya saja yang berbeda.

Es ini diberi pewarna hijau dari daun pandan. Selain itu, ada juga tambahan isi buah-buahan, cincau, mutiara, kolang-kaling, dan sari kelapa.

Nama buto ijo diambil dari pak Jito, pencipta es buto ijo. Istri pak Jito yang membantu suaminya berjualan biasa dipanggil bu Jito, atau disingkat “Bu To”.

Kata ijo diambil dari bahasa Jawa yang berarti hijau, yakni warna dari es campur ini.

Berarti, jangan samakan dengan raksasa dari mitos Jawa itu ya.

6. Es Goyobod

Es goyobod merupakan minuman khas Garut, Jawa Barat, yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda, tepatnya pada 1943.

Menurut bahasa Sunda, goyobod berarti basah kuyup. Unik sekali ya?

Goyobod terbuat dari tepung sagu yang dicampur hunkwe. Selanjutnya, adonan ini dibentuk dadu dan diberi pewarna supaya lebih menarik.

Selain goyobod, diberi isian lain juga seperti kolang-kaling, peuyeum, kelapa muda, susu, dan roti tawar.

Baca juga: Es Lilin Bandung, Favorit Semua Kalangan di Nusantara

Yang mana yang jadi favoritmu, nih?

Editor: Ellen Kusuma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *