in

6 Bahan Ini Bikin Masakan Pedas Banget!

Yang ga tahan pedas, jangan iseng-iseng nyobain.

Pala bisa memberikan profil pedas pada masakanmu. (Foto: IG @nutmeg_tonseaint)

Makan tanpa rasa panas alias pedas di dalam lidah orang Indonesia terasa kurang maksimal. Kurang nendang. Kurang nagih. Maka, salah satu bahan masakan wajib untuk masakan Indonesia adalah cabai, si pemicu rasa pedas nomor satu pada masakan.

Tak heran jika tumbuhan berwarna mengilap ini selalu jadi bumbu wajib yang ada di dapur.

Menciptakan rasa pedas diberbagai hidangan, tidak hanya menggunakan cabai merah atau cabai rawit hijau yang umumnya sering kita temui.

Masih ada beberapa jenis cabai dan rempah yang bisa dijadikan alternatif lain, seperti lima ini.

1. Cabai Hiyung

Sudah siap merasakan cabai paling pedas di Indonesia?

Kenalan dulu dengan cabai hiyung, cabai yang dibudidayakan di Kalimantan, tepatnya di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin.

Cabai hiyung punya tampilan yang menyerupai cabai rawit merah biasa, namun ukurannya lebih besar, lebih panjang dan tampilan permukaannya yang mengkilap sata terpapar sinar matahari.

Tampilan cantiknya ini seolah menipu, karena rasa pedasnya sampai 17 kali lipat cabai rawit biasa.

Kalau diibaratkan, makan satu cabai hiyung terasa makan sambal di level 5 ke atas pedas dan panas.

Cabai satu ini juga masuk sepuluh besar cabai terpedas di dunia.

Tak heran jika cabai satu ini punya harga yang cukup mahal, dan diburu oleh pedagang asli Kalimantan atau luar daerah.

2. Cabai Domba

Cabai terpopuler di Indonesia ini dikenal sebagai cabai rawit putih di Jawa Barat. Walau demikian, sesungguhnya warna cabai domba beragam. Ada oranye, hijau pucat atau putih.

Tingkat kepedasannya masih tergolong wajar dan bisa diterima lidah jika digunakan secukupnya. Level kepedasannya 50.000-100.000 scoville.

Cabai satu ini paling cocok digunakan sebagai bahan sambal, penambah pedas di tumisan atau sayuran berkuah hingga dimakan langsung bersama gorengan yang hangat.

3. Cabai Gendot

Cabai gendot cukup mudah dibedakan dari jenis cabai yang lain. Tampilannya mengingatkan kita pada paprika, dengan ukuran lebih mini.

Meski mirip paprika yang terkenal tak terlalu pedas, tapi cabai satu ini kebalikannya. Rasanya pedas luar biasa.

Disebut-sebut tingkat kepedasannya mencapai 350.000 skala scoville, berlipat di atas cabai rawit..

Cabai gendot ini mudah ditemukan di sekitar Dieng, Wonosobo. Warga lokal punya cara sendiri untuk mengakali rasa pedasnya.

Caranya dengan membuang biji-biji hitam yang ada di dalamnya, baru setelah itu ditambahkan di tumisan agar rasanya lebih mantap.

Saat berkunjung ke Dieng, cabai gendot bisa dijadikan alternatif oleh-oleh bagi saudara atau temanmu yang suka makanan pedas. Kebetulan cabai gendot ini tidak mudah busuk sehingga aman dibawa di perjalanan.

4. Andaliman

Andaliman, berasal dari jenis bunga – bungaan keluarga citrus, sering disebut sebagai szechuan pepper.

Kalau di Indonesia, andaliman begitu melekat dengan masakan batak, dan sudah berpredikat sebagai ‘merica khas Batak’. Bahan ini hampir selalu ada di tiap kuliner khas Sumatera Utara.

Baca juga: Andaliman, Rempah Endemik Simbol Budaya Batak

Rasa pedas yang dihasilkan andaliman tidak langsung terasa di dalam mulut, tapi tunggu sampai beberapa waktu, lidah akan menjadi kelu dan kebas saat selesai menyantap hidangan dengan andaliman di dalamnya.

Andaliman bisa dijadikan pilihan untuk dimasukkan ke dalam berbagai masakan, meski masakan itu bukanlah berasal dari Batak. Mau coba?

5. Pala

Pala merupakan bumbu khas Indonesia yang berasal dari Maluku, merupakan salah satu jenis rempah yang terkenal di dunia.

Ia bisa dijadikan bumbu masak untuk menciptakan rasa pedas jika tak ada cabai. Pedasnya legit dan unik. Di ujung lidah akan terasa sedikit manis setelah mengonsumsinya.

Pala juga berkhasiat untuk menghangatkan tubuh.

Bahan masakan ini mampu bertahan lama dalam bentuk kering. Pala biasanya dijadikan bubuk untuk ditambahkan ke berbagai masakan, kue hingga minuman.

6. Jahe

Saat mendengar nama Jahe, mungkin yang langsung terbesit adalah wedang hangat yang paling enak disantap saat malam.

Namun kegunaan jahe tak hanya sebatas itu. Bahan masakan satu ini bisa digunakan sebagai bumbu untuk menambahkan rasa pedas dan sensasi hangat pada masakan saat masuk ke tenggorokan.

Baca juga: 7 Rempah Ini Menyehatkan Juga Erotis

Sebabnya adalah kandungan senyawa zingeron yang bertugas memberikan rasa pedas pada jahe. Biasanya rasa ini akan muncul ketika jahe diperas atau ditumbuk.

Jahe bisa diolah menjadi acar jahe sebagai pelengkap makanan. Atau, digunakan sebagai bahan sambal pecak yang disiram ke ikan goreng.

Mana yang jadi pencipta rasa pedas favoritmu, nih?

Penulis: Anisa Giovanny
Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Veteran

Written by Redaksi Belanga

Media kuliner berbasis komunitas, merawat ragam rasa kuliner Indonesia. #BedaRasaSatuIndonesia.

Gado-Gado Direksi, Langganan Para Bos Sejak 1967

ARTiVATOR

ARTiVATOR Bikin Kuliner dan Seni Duduk Bareng