Nggak Cuma Satu, Ada 3 Jenis Nasi Kuning Khas Sumatera!

Nasi kuning
Nasi kuning (Foto: belanga.id/Anisa)

Siapa yang nggak kenal nasi kuning? Sajian yang memikat dengan warna cerah ini sering disajikan untuk santapan sehari-hari, upacara adat, hingga perayaan khusus.

Sesuai  namanya, nasi kuning adalah sajian nasi berwarna kuning yang berasal dari kunyit. Nasinya dimasak bersama santan, serai, daun salam, garam, dan bumbu lain hingga matang dan beraroma wangi.

Beras yang dipakai pun tidak sembarangan. Yakni beras panjang dan tidak terlalu pulen supaya tampilannya lebih menarik.

Nasi kuning disajikan dengan aneka lauk kering sebagai pelengkap. Bentuknya dibuat kerucut dan biasa disebut tumpeng.

Namun, siapa sangka ada banyak jenis nasi kuning di Indonesia. Pulau Sumatera saja sudah punya tiga macam. Apa saja? Berikut daftarnya.

1. Nasi Kunyit

Nasi kunyit dan rendang

Nasi kunyit dan rendang (Foto: homecookedbest.blogspot.co.id)

Kalau nasi kuning dibuat dengan kunyit, apa bedanya dengan nasi kunyit?

Ternyata bahan berasnya yang berbeda. Nasi kuning memakai beras biasa, sedangkan nasi kunyit memakai beras ketan. Alhasil, tekstur nasi kunyit lebih lengket daripada nasi kuning umumnya. Selain itu, nasi kunyit tidak memakai banyak rempah rempah. Bumbunya cukup sederhana, yakni kunyit, garam, gula, dan santan.

Nasi kunyit dianggap sebagai nasi kuningnya Sumatera. Nama nasi kunyit juga lebih beken di pulau tersebut.

Sajian ini wajib dihidangkan dalam upacara perkawinan Minangkabau. Awalnya pemuka adat dan ninik mamak melakukan pasambahan, yakni suatu dialog berisi nasihat hidup rumah tangga, adat, dan agama. Selanjutnya hidangan pembuka berupa nasi kunyit dengan pinyaram dan pisang pun dibagikan pada hadirin.

Nasi kunyit juga ada dalam Upacara Pengangkatan Datuk (pemimpin adat). Datuk baru diarak keliling kampung untuk memperkenalkan diri sebagai pemimpin masyarakat dan suku tertentu. Secara beriringan, sekelompok ibu-ibu ikut arakan tersebut dengan memanggul beban di kepala. Beban itu berisi makanan yang salah satunya adalah nasi kunyit.

Selain tradisi Minangkabau, nasi kuning juga hadir di Aceh saat upacara khitanan. Dukun khitan diberi beras putih dan nasi kunyit untuk dibawa pulang.

Baca juga: 

2. Nasi Lemak Bianti

Nasi lemak kuning

Nasi lemak kuning (Foto: asamgaram2puteri.blogspot.co.id)

Jangan heran kalau bertemu nasi lemak berwarna kuning ya. Hidangan ini memang terkenal di Tanah Melayu Indonesia, yakni Pulau Sumatera.

Nasi lemak bianti memiliki aroma wangi. Selain Indonesia, sajian ini juga populer di Malaysia dan jadi masakan khas daerah Kedah.

Mirip nasi kunyit, nasi lemak ini dibuat dengan beras ketan. Beras ini nanti dimasak (diaron) dengan santan sehingga mengeluarkan cita rasa gurih yang khas. Warna kuningnya juga berasal dari kunyit.

Nasi lemak bianti disajikan dalam bungkusan daun pisang. Terdapat isian lain yang ikut dimasukkan seperti parutan kelapa, gula aren, garam, air dan daun pandan. Hmm, cita rasa manis dan gurih menyatu di lidah!

3. Pelleng

Pelleng khas Pakpak

Pelleng khas Pakpak (Foto: resepnusantara.id)

Bagi penduduk luar Sumatera, nama sajian ini mungkin agak asing. Pelleng terbuat dari nasi bertekstur lembut (lemas) yang dicampur aneka bumbu.

Pelleng adalah sajian khas masyarakat Pakpak Dariri, Sumatera Utara. Santapan kuning ini memang wajib disajikan dalam upacara adat dan pernikahan. Konon, warna kuningnya melambangkan keindahan, perhiasan, dan kemakmuran.

Tak hanya warna kuning yang eye-catching, sajian ini juga identik dengan taburan cabai merah atau hijau. Pelleng cabai hijau disebut “pelleng si cina mrratah”. Sedangkan pelleng cabai merah adalah “pelleng si cina mbara”.

Baca juga: 

Tak hanya satu, ternyata ada 5 jenis pelleng yang disajikan. Yakni pelleng kelasen, simsim, boang, keppas, dan pelleng pegagan. Kelima pelleng tersebut memiliki makna serupa. Perbedaannya hanya pada cara pembuatan.

Pelleng biasa disajikan dalam bentuk bukit atau tumpeng. Hal tersebut melambangkan persatuan dan kesatuan.

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Shabrina Anggraini
Written by
Doyan nulis, icip-icip makanan, ngemil, dan bereksperimen di dapur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up