in ,

12 Masalah Yang Biasa Dihadapi Pengusaha Kuliner

Masalah yang biasa dihadapi pengusaha kuliner.
Kenali masalah yang akan dihadapi sebelum membuka bisnis kuliner. (Foto: Pexels/Artem Beliaikin)

Mau jadi pengusaha kuliner sukses, pasti tidak akan lepas dari masalah. Tapi setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Sebelum mencari solusi, kenali dulu masalah apa yang biasanya dihadapi oleh pengusaha kuliner.

Buat kamu yang merasa punya passion dan ingin segera menjalankan bisnis kuliner, berikut dua belas celah yang sebaiknya kamu cermati karena bisa mendatangkan masalah. 

1. Banyak mau, alias tidak fokus

Bisnis kuliner tergolong bisnis yang cepat mendatangkan keuntungan. Alhasil karena sudah merasa senang, para pengusaha kuliner mulai tidak fokus dan tergiur untuk membangun bisnis lain atau segera membuka cabang. 

Akhirnya karena terlalu banyak yang diurus, pengusaha kuliner malah tidak fokus dan membuat performa usaha menurun. Karena itu, jangan mudah puas dan terburu-buru untuk membuka banyak cabang,  ketika keuntungan dan pengalaman belum seberapa. Lebih baik fokus dalam mengembangkan satu usaha makanan yang dipilih dalam tenggat waktu minimal dua tahun. 

2. Kurang Percaya Diri 

Kurang percaya diri merupakan salah satu masalah yang sering dialami para pengusaha kuliner. Ini bisa disebabkan karena pengusaha kuliner merasa usaha yang mereka jalani masih baru dan belum berkembang.

Padahal dengan percaya diri mengenalkan bisnis kita kepada orang lain, secara tidak langsung bisa menjadi branding bagi diri kita dan usaha yang dijalankan. Untuk melatihnya, bisa dimulai dengan mengenalkan bisnis kuliner kita kepada orang terdekat. 

3.  Tidak Bisa Mengatur Waktu 

Banyak pengusaha kuliner yang tidak bisa membagi waktu dengan baik, akhirnya bisnis jadi tidak optimal. Akibatnya banyak agenda yang bisa terlewat seperti telat rapat dengan klien, telat melakukan pemasaran dan lain sebagainya.

Buat jadwal harian mencakup semua rencana yang akan dilakukan hari itu.

Agar bisnis kuliner bisa terkendali dengan baik, buatlah jadwal harian mencakup semua rencana yang akan dilakukan pada hari itu. Kemudian, buatlah alokasi waktu yang dihabiskan pada setiap kegiatan yang dilakukan. Ini akan berguna untuk menghitung estimasi waktu dan membantu Anda mengatur hari dengan teratur. 

4.  Kesulitan Mengelola Keuangan 

Masalah ini terjadi ketika pengusaha kuliner tidak memiliki kendali atas kondisi keuangan mereka. Misalnya, keuangan bisnis dan keuangan pribadi tercampur dan akhirnya menyulitkan untuk dikontrol. 

Para pengusaha kuliner yang mengalami hal ini bisa mengatasinya dengan memiliki catatan keuangan yang tertib, jika merasa tidak lihai bisa menyewa jasa freelance atau mahasiswa jurusan akuntansi yang bisa membantu pembukuan agar keuangan bisa dikelola dengan baik dan benar. 

5. Kekurangan Modal 

Permasalahan yang lumrah dialami pengusaha, termasuk pengusaha kuliner, adalah kekurangan modal. Masalah ini bisa diatasi dengan beberapa cara, misalnya meminjam uang dari teman, kerabat, mengajukan pendanaan ke pemerintah atau perusahaan investasi, hingga melakukan pinjaman ke bank. 

Cara-cara ini bisa disesuaikan tergantung kebutuhan dan kemampuan dalam membayar. Jangan lupa untuk memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku agar tidak mengalami kerugian saat meminjam modal. 

6.  Kurang Paham Pemasaran 

Masalah ini kerap dialami para pengusaha kuliner, karena belum lihai dan tahu cara yang tepat untuk memasarkan produknya. 

Tentukan target pasar dan strategi promosi yang jelas.

Strategi pemasaran yang matang adalah jawabannya. Pengusaha kuliner harus memiliki target pasar yang jelas serta punya strategi promosi dengan jadwal yang teratur. Manfaatkan berbagai media pemasaran yang bisa digunakan seperti ikut pameran, menggunakan media sosial hingga melalui toko online. 

7. Bingung Menentukan Menu 

Makanan itu bicara selera. Belum tentu apa yang kita suka cocok untuk kita jual pada target pasar yang ingin kita jangkau. Misalnya, jika Anda menyukai minuman kopi tapi ingin menjualnya kepada anak-anak, tentu saja ini tidak sesuai. 

Pengusaha kuliner harus melakukan riset pasar terlebih dahulu agar produk yang ingin dijual sesuai dengan target pasar yang ingin disasar. Jika salah, ada kemungkinan Anda akan bangkrut sebelum mendapat keuntungan. Duh, jangan sampai, ya.  

8. Fondasi Bisnis Tidak Kuat

Fondasi yang kuat akan membangun rumah yang kokoh. Perumpamaan ini juga berlaku untuk bisnis kuliner. Pengusaha kuliner tidak mungkin bisa menjalankan bisnis jika belum melakukan perencanaan dengan matang. Bisa-bisa bisnis kuliner Anda gulung tikar dalam waktu cepat.  

Salah satu cara untuk membangun fondasi yang kuat adalah membuat business plan. Ini bisa  berguna sebagai panduan agar bisnis tak keluar jalur. Jika sudah memiliki fondasi yang kuat, bisa juga jadi acuan untuk membuka cabang lain dan memperbesar pendapatan.

9. Harga Bahan Baku Dinamis

Bahan baku menjadi unsur penting dalam jalannya bisnis kuliner, namun bahan baku memiliki harga yang dinamis, tergantung permintaan dan juga musim yang tidak menentu. 

Kalau harganya turun, maka akan lebih baik bagi bisnis. Tapi kalau naik diluar perkiraan, pengusaha kuliner harus putar otak untuk mengakalinya. Bisa dengan menyajikan porsi yang lebih sedikit atau menaikkan harga makanan.

Komunikasikan perubahan harga agar pelanggan tidak kabur.

Keputusan apapun yang diambil harus dipikirkan dengan cermat dan dikomunikasikan kepada pelanggan, agar mereka mengerti dan tidak pindah kelain hati. 

10. Kurang Cermat Dalam Memilih Sumber Daya Manusia

Pengusaha kuliner baru terkadang belum ahli dalam menentukan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai. Kalau dapat SDM yang bagus, ya, untung. Tapi akan jadi petaka jika mendapat yang sebaliknya. 

Oleh sebab itu, harus ada sistem pencarian SDM yang ketat. Pengalaman menjadi penting, agar Anda tidak kesulitan mengajari mereka, terutama jika posisi yang ditawarkan berkaitan dengan keterampilan.

Jangan lupa berikan pelatihan secara berkala, ya, agar karyawan bisa terus meningkatkan kemampuan dan memiliki visi dan misi yang sama dalam bisnis kuliner yang Anda kelola.  

Perhatikan juga kesejahteraan karyawan agar mereka loyal dan tidak mudah keluar dari bisnis. Dengan demikian, Anda tidak akan pusing mencari karyawan baru terus-menerus.

11. Minim Inovasi

Inovasi wajib dilakukan agar bisnis kuliner terus berjalan dan tidak ketinggalan zaman. Apalagi konsumen selalu butuh sesuatu yang baru dan tidak membosankan. 

Berinovasi dapat dilakukan dengan terus up date terhadap tren yang ada, serta melakukan riset secara berkala kepada pelanggan agar hidangan yang dihasilkan sesuai keinginan dan kebutuhan. 

12. Persaingan

Persaingan dalam bisnis kuliner akan selalu ada, karena setiap hari selalu ada kedai baru yang buka. Agar bisa bertahan ditengah persaingan yang ketat, temukanlah keunikan dan perbedaan bisnis yang bisa membuat para pelanggan terus kembali dan tidak berpindah ke tempat lain. 

Caranya bisa dengan menyajikan tempat makan yang nyaman, hidangan yang terjangkau namun berkualitas, mengadakan diskon dan lain sebagainya. Untuk menghasilkan harga jual yang murah dengan kualitas baik, Anda bisa menekan sedikit keuntungan yang ingin didapatkan. 

Itu dia beberapa masalah yang biasa dialami oleh para pengusaha kuliner, baik pemula atau pemain lama. 

Bisnis kuliner memang tidak semudah yang terlihat, tapi dengan fokus, konsisten, perencanaan yang matang, inovasi dan dedikasi, serta mau terus belajar, Anda pasti bisa menjadi pengusaha kuliner sukses.

Editor: Mariska Y. Sebayang

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contributor

Written by AnisaGiovanny

Content AuthorYears Of Membership

Wow, Tebat Rasau Punya Kuliner Ikan Air Tawar dari Sungai Purba!

Bango Dorong Pengusaha Kuliner Go Dgital!