in

10 Kuliner Jogja Ini Bikin Balik Lagi, dan Lagi

Legendaris dan terkenal, pasti puas mencoba kuliner-kuliner ini.

Yogyakarta dengan segala kearifan lokalnya membuat kita selalu jatuh hati untuk kembali. Entah untuk menikmati keramahan masyarakatnya, tempat wisata yang indah, pokoknya tak ada habisnya, apalagi kuliner Jogja. Ngangeni!

Kamu sudah cobain 10 rekomendasi kuliner legendaris dan kekinian ini belum?

1. Gudeg Pawon

Berkunjung ke Yogya rasanya tak lengkap jika tak mencicip gudeg dengan cita rasanya yang manis. Dari sekian banyak gudeg yang ada di Jogja, ada gudeg legendaris yang bisa dijadikan pilihan, yakni Gudeg Pawon.

Sudah berdiri sejak 1958, jadi kelezatannya sudah tak diragukan lagi. Para pengunjung juga bisa melihat proses memasak gudeg secara langsung. Masaknya masih menggunakan tungku api sederhana.

Saking terkenalnya tempat ini, biasanya dalam waktu 3 jam saja sudah habis terjual. Untuk mencicipi sepiring nasi gudeg legendaris ini, cukup siapkan 11.000-24.000 rupiah, disesuaikan dengan varian lauk yang dipesan.

Jam buka
22.00-01.00 WIB

Alamat
Jalan Janturan UH/IV No. 36, Warungboto, Umbulharjo


2. Oseng Mercon Bu Narti

Tak hanya makanan manis gurihnya saja yang terkenal, Jogja juga punya makanan pedas yang meledak-ledak di lidah. Namanya oseng mercon Bu Narti.

Kedai makan ini sudah buka sejak 1998. Saking pedasnya, nama-nama selain mercon juga disematkan untuk oseng-oseng ini, misalnya bledeg dan halilintar.

Baca juga: Menelusuri Rindu Lewat Rasa Pedas Mangut Ndas Manyung

Oseng-oseng racikan Bu Narti ini terdiri dari kikil, daging gajih, kulit, dan tulang muda, lalu disiram dengan kuah bercabe rawit. Enaknya makan oseng-oseng dilengkapi nasi hangat agar tidak terlalu pedas di lidah.

Selain menjual oseng-oseng, ada juga menu lain seperti ayam, bebek, lele, telur puyuh baik digoreng atau dibakar. Harganya dimulai dari Rp15.000 dan disesuaikan dengan menu tambahan yang dipilih.

Jam buka
18.00-23.00 WIB

Alamat
Jalan KH. Ahmad Dahlan, Jl. Purwodiningratan No.110, Ngampilan

3. Sate Klathak Pak Pong

Warung sate ini masih bertahan dengan cita rasa yang tidak berubah sejak 1997. Bumbu yang digunakan sebetulnya sederhana hanya garam dan merica, namun karena itu rasa yang tercipta terasa alami dan gurih ditambah dengan empuknya daging kambing.

Yang unik dari sate ini adalah daging kambing muda yang ditusuk dengan jari-jari ban sepeda. Karena biasanya terbuat dari besi atau baja, tusuk sate model ini dipercaya dapat mengantar panas lebih baik hingga daging matang lebih merata, baik dari luar atau dalam.

Sate klathak Pak Pong juga menyajikan menu lain, seperti tengkleng, tongseng, dan nasi goreng. Semuanya menggunakan daging kambing. Sate legendaris ini bisa dinikmati dengan harga Rp12.000 per tusuk.

Jam buka
09.00-23.30 WIB

Alamat
Jalan Imogiri Timur No.7, Wonokromo

4. Soto Bathok Mbah Katro

Penggemar soto rasanya wajib mampir ke Soto bathok Mbah Katro yang terkenal, walau baru berjualan sejak 2015 lalu.

Sesuai dengan namanya, soto ini disajikan dalam mangkuk dari tempurung kelapa (bathok). Walau terkesan kecil, namun satu porsi soto bathok cukup mengenyangkan.

Bukan hanya unik, rasa soto ini juga segar dengan kuah bening nan ringan. Makin pas kalau diberi perasan jeruk nipis, sambal, dan kecap. Isian satu porsi soto adalah nasi, potongan daging sapi, tauge, taburan daun seledri, dan bawang merah goreng.

Menyantap soto ini juga bisa ditemani dengan sate usus atau sate telur puyuh. Harganya miring, dimulai dari Rp5.000 saja.

Jam buka
06.00-16.00 WIB

Alamat
Jalan Candi Sambisari No. 6, Purwomartani, Kalasan, Kab. Sleman

5. Mie Ayam Bu Tumini

Mie ayam bisa ditemukan dimanapun dengan mudah, namun saat mampir ke kota pelajar, jangan lupa makan mie ayam Bu Tumini.

Sudah ada sejak 1990-an, mie ayam satu ini selalu membuat mie-nya sendiri untuk menjaga kualitasnya. Maka jangan heran melihat ukuran mie yang lebih besar.

Kuahnya kental berwarna kecokelatan dengan rasa gurih dan manis dari topping ayam yang digunakan.

Bu Tumini menyediakan pilihan mie ayam ceker, mie ayam jumbo, mie ayam ekstra ayam, dan mie ayam sawi. Harganya ramah di kantong, dengan 10.000 rupiah saja kamu sudah dapat melahapnya.

Jam buka
10.00-17.00 WIB

Alamat
Jalan Imogiri Timur No.187, Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

6.  Sop Merah

Jika sudah terbiasa dengan sup berwarna bening, saat ke Jogja cobain sop merah. Sejak berdiri pada 1993, sop merah segera diminati warga lokal dan para wisatawan.

Kuahnya berwarna merah dan pedas dengan isian berupa ayam, irisan wortel, kubis, daun bawang dan taburan bawang goreng. Pengunjung bisa memilih bagian ayam yang diinginkan, seperti sayap, ceker, ati ampela, dada, dan paha.

Sup merah ini cocok dimakan kapan pun juga, apalagi ditemani seporsi nasi hangat. Harganya mulai dari Rp7.000-35.000, tergantung isian yang dipilih.

Jam buka
10.00-22.00 WIB

Alamat
Jalan Kolonel Sugiono 74, Kota Yogyakarta

7. Bakmi Mbah Mo

Letaknya yang cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta tidak membuat Bakmi Mbah Mo sepi pembeli. Sejak 1986 bakmi ini sudah ada dan memanjakan pembeli dengan rasanya yang nikmat.

Ada dua pilihan bakmi yang bisa dicoba, bakmi godok dan bakmi goreng. Bakmi godok memiliki kuah yang tampak seperti santan saking kentalnya, namun sebenarnya ini karena telur bebek yang digunakan.

Sementara itu, bakmi gorengnya tidak berminyak dan punya tekstur kesat, lalu dilengkapi dengan bumbu sedap dan gurih, serta suwiran ayam kampung yang menggugah selera.

Harga seporsi bakmi godog dan bakmi goreng istimewa adalah Rp27.000. Untuk yang biasa harganya hanya Rp21.000.

Jam buka
17.00-23.00 WIB

Alamat
Jalan Parangtritis KM 11, Dusun Code, Trienggo, Bantul

8. Rujak Es Krim, Pak Nardi

Rujak es krim ini wajib dicoba untuk menghilangkan dahaga dan melawan panasnya Yogyakarta.

Sudah ada sejak tahun 1978 menjadikan rujak yang masih dijajakan dengan menggunakan gerobak ini terkenal dan legendaris. Bisa dibilang, rujak es krim Pak Nardi yang menjadi pionir hidangan ini.

Satu porsinya berisi rujak dengan berbagai buah ditambah topping es krim puter tradisional yang manis juga gurih di ujung lidah.

Untuk menikmati hidangan segar ini cukup sediakan uang Rp6.000 saja.

Jam buka
08.00-15.00 WIB

Alamat
Jalan Harjowinatan, Purwokinanti, Pakualaman, Kota Yogyakarta

9. Wedang Ronde Mbah Payem

Jualan wedang ronde sejak 1965, tak membuat Mbah Payem lelah dalam menjalankan usahanya. Wedang ronde buatannya begitu terkenal, sampai Presiden ke-2 RI, Soeharto, dikenal menjadi pelanggan Mbah Payem.

Isi wedang rondenya tidak spesial, sama seperti dengan lainnya, yaitu bola-bola tepung ketan yang berisi gula merah, potongan roti, kolang kaling, kacang tanah, dan rebusan jahe.

Walau begitu, rasanya boleh diadu. Hidangan yang juga dikenal sebagai wedang ronde kauman ini memiliki rasa sedikit manis, sedikit pedas, dan menghangatkan. Sangat cocok dinikmati di malam hari, terutama setelah hujan. Harga seporsinya Rp5.000 saja.

Jam buka
19.00-00.00 WIB

Alamat
Jalan Kauman, Kota Yogyakarta

10. Jenang Bu Gesti

Dikenal sebagai tempat favorit Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Presiden Soeharto, dan Presiden Megawati untuk menikmati jenang, membuatnya tidak aneh bila selalu penuh antrian.

Jenang Lempuyangan, nama bekennya yang lain, menyediakan beberapa jenis jenang, antara lain jenang cendil, jenang sum-sum, jenang mutiara, dan lainnya. Pelanggan bisa memilih sendiri isian jenang yang diinginkan, setelah itu akan diguyur dengan kuah santan dan gula.

Jenang kemudian dibungkus menggunakan daun pisang berwarna hijau. Satu porsi komplit jenang dihargai Rp5.000 saja.

Jam buka
08.00–11.00 WIB

Alamat
Pasar Lempuyangan, Jalan Hayam Wuruk, Kota Yogyakarta

Jadi, sudah menentukan mau coba yang mana saat mampir ke Yogyakarta?

Penulis: Anisa Giovanny
Editor: Ellen Kusuma

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Veteran

Written by Redaksi Belanga

Media kuliner berbasis komunitas, merawat ragam rasa kuliner Indonesia. #BedaRasaSatuIndonesia.

Sebuah Cerita di Balik Budaya Minum Teh

Botol Minum 100% Daur Ulang Pertama Indonesia Ada di Bali!