Yoga Sampai Puas di Bali Spirit Festival

Bali Spirit Festival (BSF) akan segera berlangsung di Ubud, Bali, pada 24-31 Maret 2019. Mengangkat tema Balance for Power, diharapkan peserta dapat membangkitkan potensi diri dan menumbuhkan energi positif, sehingga mampu menyebarkan energi itu ke orang- orang sekitar.

“Festival ini bukan sekadar festival biasa, tapi akan memberikan pengalaman menyeluruh, mulai dari yoga, meditasi, tari, olah napas hingga penyembuhan,” kata Noviana Kusumawardhani, Media Manager BSF saat konferensi pers di Jakarta, Kamis, 14 Maret 2019.

Peserta sesi Yoga di Bali Spirit Festival 2018. (Foto: www.balispiritfestival.com)

BSF yang merupakan salah satu festival terbesar di Asia ini menjadi ajang berkumpulnya para penggemar yoga, dance dan musik dari seluruh dunia.

Tahun ini, sekitar 2000 peserta dari 60 negara diharapkan hadir menikmati rangkaian acara BSF selama delapan hari tujuh malam.

“Semoga peserta dari Indonesia juga bertambah banyak karena saat ini yoga sudah makin berkembang,” tambah Novi.

Tersedia 300 lokakarya dan ragam aktivitas yang bisa dinikmati para peserta. Antara lain satsang & dharma talks, Indonesian presenter, daytime music, personal development dan seminars. Sebanyak 150 pengisi acara akan hadir dari seluruh dunia.

Yoga seharian

Yoga, yang merupakan inti acara ini akan punya porsi aktivitas paling besar. Dari pagi sampai siang hari, pengunjung bisa mempelajari berbagai jenis yoga dari Ashtanga, Vinyasa, Hatha, hingga Kundalini yang dapat melancarkan aliran darah, memberikan efek relaksasi hingga meredakan stress.

Semua kelas yoga ini akan dipimpin langsung oleh instruktur yang ahli pada bidangnya. Antara lain Tymi Howard, Bex Tyrer, Rima Melati Adams, Atin Heryatin, Ronan Tang, Danny Paradise, dan Gwyn Williams.

Kemudian pada malam hari, akan disajikan acara musik outdoor yang akan diisi oleh para musisi mancanegara dengan gaya musik yang bersifat healing dan menenangkan jiwa, ditemani antara lain Tashoora dan Deya Dova Daphne Tse.

Ada pula kegiatan berdansa yang bisa melepaskan penat. Akan diperkenalkan dansa dengan gaya Bali, Jawa, Indian hingga Afrika Barat.

Festival yang sudah diselenggarakan 12 kali ini rupanya memberi dampak ekonomi yang besar bagi Kota Ubud, dan daerah-daerah wisata Bali lainnya.

Maka dari itu, acara ini didukung oleh Kementerian Pariwisata Indonesia dan telah dimasukkan ke dalam 100 acara di kalender Wonderful Indonesia.

“Kami selalu mendukung acara ini, karena memiliki dampak baik bagi peningkatan wisatawan, selain itu acara ini juga kental akan unsur – unsur positif dan kreatif,” ujar Esthy Ketua Pelaksana Calendar of Event 2019 Wonderful Indonesia.

Bali Spirit Festival 2019 menyediakan tiket yang dibagi berdasarkan jumlah hari yang bisa dipilih, ada Spirit Pass 1 hari yang berlaku satu hari satu malam, dengan harga Rp 950 ribuan per orang.

Weekend Pass untuk 3 hari 3 malam berlaku tanggal 29-31 Maret, dengan harga sekitar Rp2,5 juta per orang. Jika ingin hadir selama 8 hari berturut-turut bisa memilih Spirit Pass dengan harga Rp3,9 jutaan.

Makanan sehat

Melihat rangkaian acara Bali Spirit Festival yang begitu padat, tentu dibutuhkan asupan makanan yang bergizi.

Hidangan sehat yang disediakan saat Bali Spirit Festival 2018. (Foto: www.balispiritfestival.com)

Hal ini tak luput dari perhatian pihak penyelenggara, di sana akan disediakan pula berbagai makanan vegetarian.

Hidangan vegetarian dikenal dapat menurunkan kadar lemak, kolesterol buruk pada tubuh dan menjaga metabolisme tubuh para peserta agar selalu fit mengikuti segala kelas yang disediakan.

Salah satu jenis makanan yang tersedia adalah salad. Selain itu terdapat hidangan sehat khas Bali yang akan diperkenalkan sebut saja lawar dan sate lilit yang bisa mengenyangkan perut.

“Dengan mengenalkan makanan vegetarian, para peserta dari BSF juga diharapkan dapat mengubah gaya hidup yang lebih sehat setelah selesai mengikuti acara ini,” ujar Novi lagi

Novi menambahkan, bagi para peserta yang tak suka menyantap hidangan vegetarian pihak panitia menyediakan makanan non-vegan, seperti nasi goreng, mie goreng, dan lain-lain. Namun ia menegaskan bahwa makanan tetap bebas dari pengawet dan MSG.

Untuk minumnya, akan ada air kelapa segar asli dari pohon kelapa para petani lokal di Ubud yang bisa dijadikan pengganti cairan tubuh alami setelah beryoga seharian.

Editor: Ellen Kusuma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *