Wedang Ronde, Minuman Hangat yang Punya Makna

wedang ronde
Wedang ronde (Foto: semuaresepibu.blogspot.co.id)

Wedang merupakan minuman Jawa yang didominasi bahan rempah. Secara umum, wedang memiliki rasa dan aroma jahe yang kuat. Kata “wedang” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti minuman hangat.

Salah satu wedang yang terkenal di Indonesia adalah wedang ronde. Wedang ronde merupakan wedang khas Yogyakarta. Ronde sendiri tak ada hubungannya dengan ronda, melainkan adonan dari tepung ketan yang dibentuk bulat kelereng. Adonan tersebut diisi gula jawa dan kacang sangrai yang ditumbuk kasar.

Ronde juga punya filosofi yang diambil dari bahan dasarnya. Misalnya tepung ketan yang lengket memiliki makna perekat kekerabatan serta mempererat hubungan antar keluarga.

Ronde sebenarnya juga berasal dari bahasa Belanda, yakni rond yang berarti bulat. Bagian je di akhir menunjukkan kata jamak dalam bahasa Belanda. Dengan kata lain, rondje berarti “banyak bola”. 

jamak digunakan akhiran sufiks pengecil je sehingga orang Belanda menyebutnya rondje.

Kata rondje agak sulit untuk diucapkan orang Indonesia. Akhirnya, rondje pun latah menjadi “ronde”.

Dalam penyajian wedang ronde, selain menggunakan ronde, ada juga tambahan lain berupa potongan roti tawar, kolang-kaling, dan kacang tanah sangrai. Setelah semuanya masuk dalam mangkuk, air jahe hangat pun disiram di atasnya.

Rasa wedang ronde cenderung manis pedas. Cocok sekali diminum ketika cuaca dingin, turun hujan, maupun di malam hari. Selain segar dan menghangatkan, wedang ronde juga punya banyak khasiat, lho. Wedang ronde sangat baik untuk kesehatan dan meningkatkan stamina. Tak heran, wedang ini kerap diandalkan sebagai penghangat badan, terutama tenggorokan, dada, dan perut.

Selain itu, tahukah kamu kalau wedang ronde terinspirasi dari minuman khas Tiongkok? Minuman tersebut adalah tang yuan, yang kurang lebih berarti kuah ronde.

Aslinya, ronde Tiongkok terbuat dari tepung ketan. Adonannya juga dibulat-bulatkan, tapi diberi aneka pewarna seperti putih, merah, hijau cerah, dan kuning.

Ronde Tiongkok tidak hanya disiram kuah manis, tapi juga kaldu daging. Ronde Selain itu, ronde Tiongkok memang tidak diisi kacang atau gula jawa seperti ronde Jawa. Tak heran jika sajian ini bisa dinikmati manis atau gurih.

Seiring berkembangnya waktu,  orang Tiongkok juga sering menambahkan wijen dan kacang hitam sebagai isian tang yuan.

Ronde atau tang yuang biasanya dinikmati oleh keluarga Tionghoa menjelang perayaan penting dalam tahun penanggalan Imlek, yakni Dongzhi Festival. Perayaan ini biasa dirayakan dengan anggota keluarga besar.

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Shabrina Anggraini
Written by
Doyan nulis, icip-icip makanan, ngemil, dan bereksperimen di dapur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up