Logo Balanga

Ulat Sagu Tak Seburuk Itu

 Ulat Sagu Tak Seburuk Itu

Mendengar nama ulat, pasti setiap orang akan berpikir bahwa ulat adalah hewan yang menjijikkan bahkan aneh. Aku pun berpikir demikian.

Perkenalkan, aku adalah salah satu anak muda yang dibesarkan dengan budaya kuliner yang beragam di Papua. Seperti yang kita tahu, sagu merupakan sumber makanan pokok di daerah Timur yang seluruh bagiannya bisa dimanfaatkan menjadi makanan, salah satunya ulat sagu.

Namun, untuk makanan ini aku baru membiasakan diri untuk memakannya sejak satu tahun belakangan ini. Awalnya aku hanya melihat ibuku merebus ulat sagu dengan rempah-rempah, lalu diberikan untuk Ayah yang dimakannya dengan papeda.

Melihat Ayah yang makan dengan lahap, aku pun tergoda dan memberanikan diri untuk mencicipinya. Pertama yang kucoba adalah kaldunya dan ternyata rasanya lezat. Kemudian, aku mengambil ulat sagu dan ternyata rasanya tidak seburuk yang aku pikirkian selama ini.

Dari situlah aku mulai terbiasa memakan ulat sagu. Oh iya, ulat sagu ini biasanya dihidangkan dengan cara direbus dan juga dipanggang seperti sate. Bahkan sekarang sudah banyak yang membuat resep-resep baru.

Ulat sagu mengandung protein yang sangat tinggi, sehingga tidak jarang juga ada orang yang alergi, seperti halnya ibuku.

Indonesia memiliki keragaman¬† kuliner. Meski ada beberapa yang dianggap aneh, tapi sebenarnya mempunyai rasa yang sangat lezat dan mempunyai gizi tinggi. Pesanku, “Ayo Cintai Kuliner Indonesia!”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *