Tempe Movement Jadikan Tempe Sebagai Gaya Hidup

Tempe Movement Indonesia

Siapa yang tidak kenal dengan tempe? Hidangan sederhana tapi sehat ini merupakan makanan populer di masyarakat Indonesia. Seiring berjalannya waktu, tempe juga telah berkembang dan menjadi makanan internasional yang disukai oleh wisatawan.

Hal itu dapat terlihat dalam antusiasme pengunjung orang asing atau ‘bule’ yang datang ke acara Tempe Movement Fest & Gast di restoran NUSA Indonesian Gastronomy di Kemang, Jakarta, pada Sabtu lalu (23/3).

Acara ini digelar Indonesian Tempe Movement, organisasi non profit yang memiliki misi untuk mempromosikan tempe sebagai makanan sehat baik di dalam dan luar negeri.

Tempe Movement Indonesia
Driando memberikan sambutannya (23/3). (Foto: Belanga.id/Rikko R.)

“Tempe bukan hanya makanan, tetapi jadikan tempe sebagai lifestyle. Lifestyle tempe,” ujar Founder Indonesian Tempe Movement, Amadeus Driando Ahnan-Winarno.

Maksudnya Driando adalah membuat tempe menjadi makanan yang tidak bisa dilepaskan dari keseharian, seperti kopi.

Kecintaan para bule terhadap tempe juga diamini oleh Co-Founder America Tempe Movement, Mike Hillis.

Menurutnya, masyarakat Amerika Serikat sangat menyukai makanan asli Indonesia ini. Umumnya, olahan tempe dijadikan burger, sushi dan juga salad tempe di negeri Paman Sam sana.

Tempe Movement Indonesia
Para pecinta tempe yang menghadiri acara Tempe Movement Fest & Gast (23/3). (Foto: Belanga.id/Rikko R.)

Dengan pamor yang diapresiasi pasar internasional, penjualan tempe tumbuh dengan rata-rata 8 persen setiap tahunnya.

“Tempe mudah dibuat. Bisa menghemat uang, dan yang mengejutkan tempe bisa membuatmu lebih sehat,” ujar Mike Hills dalam acara tersebut.

Festival ini baru digelar pertama kalinya, dengan mengumpulkan penggemar tempe baik di dalam dan luar negeri.

Para pecinta tempe akan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, inovatif, dan lezat seputar tempe, dari sisi sains dan teknologi, kewirausahaan sosial, hubungan internasional, serta seni dan kerajinan.

Dalam mengenalkan tempe menuju internasional, organisasi yang telah berdiri sejak empat tahun lalu ini menggelar berbagai kegiatan seperti workshop, kampanye di media sosial, food diplomacy, menerbitkan buku, festival makanan dan public talks.

Khusus untuk workshop, Tempe Movement telah menggelarnya di lima negara selain Indonesia, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Belanda dan Australia.

Tempe Movement Indonesia
Tempe yang diolah menjadi hidangan pembuka di Tempe Movement Fest & Gast. (Foto: Belanga.id/Rikko R.)

Acara Tempe Movement Fest & Gast diakhiri dengan fine dining dengan 8 hidangan inovatif yang seluruhnya terbuat dari tempe, termasuk appetizer dan dessert.

Menunya terdiri dari Karabu Tempe Jagung Udang, Lodeh Tempe Kedelai Hitam, Mie Tempe Kuah Soto Ayam, Tempe Kulat Pelawan, Tempe Gembus Masak Bambu Gindara, Tempe Tolo Brogkos Bebek, sampai Tempe Daging Rembige.

Apa olahan tempe favoritmu?

Penulis: Rikko Ramadhana
Editor: Ellen Kusuma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *