Teh Susu Aceh, Pembuatannya Unik dan Harus ‘Ditarik-tarik’

teh susu aceh
Teh susu dari ujung barat Indonesia.

“Ini teh, susu”. Angkat tangan jika kamu pernah mendengar kata-kata barusan dari sebuah iklan televisi tahun 2000-an.

Teh susu ini bukan celotehan saja, lho. Tahun 2017 silam, minuman teh susu banyak diminati anak muda. Minuman gaul yang juga populer di Thailand ini banyak dijual di pusat perbelanjaan modern.

Tapi ternyata, teh susu sudah cukup lama dikenal masyarakat Medan dan Aceh. Teh susu di Sumatera Utara beda dengan teh susu kekinian.

Di Medan, teh susunya dibuat dengan cara yang unik. Secangkir teh dituang ke dalam secangkir susu secara bergantian dan berulang kali hingga keduanya tercampur rata.

Di Aceh caranya sedikit berbeda, yaitu teh bubuk diseduh air panas dulu, kemudian dicampur susu dan gula secara berurutan. Tekniknya hampir sama dengan Medan, hanya saja satu cangkir sudah berisi teh susu sedangkan cangkir lainnya dibiarkan kosong.

Cara menuangnya pun sangat menarik, yakni jarak cangkir berisi teh susu jauh di atas cangkir kosong. Ketika saling tuang ke dalam cangkir, teh susu ini terlihat seperti “ditarik-tarik”.

Tak heran, teh susu Aceh disebut teh tarik yang tercetus dari proses pembuatannya.

Proses narik pada teh susu ini dilakukan beberapa kali sampai berbusa dan keluar aromanya. Proses penarikan ini juga bisa mendinginkan suhu minuman dan membentuk lapisan foam di bagian atas.

Rasa yang tercipta dari campuran teh dan susu ini ternyata cukup berempah. Pokoknya pas sekali dengan selera orang Indonesia.

Minuman teh tarik merupakan akulturasi dari kuliner India. Bedanya adalah teh tarik India dipanaskan bersama rempah-rempah seperti cengkeh, kapulaga, jahe, dan kayu manis.

Di Indonesia sendiri, teh yang digunakan dalam pembuatan teh tarik bisa berupa teh hitam murni atau teh hitam beraroma mawar. Jenis susunya adalah susu kental manis,

Untuk rempahnya biasa memakai bubuk kayu manis yang juga ditabur di atas foam teh tarik. Namun, ada juga yang pakai batang kayu manis utuh sebagai garnish, pengaduk, juga penambah rasa.

Teh tarik biasa disajikan panas, namun banyak juga orang yang menikmatinya dalam keadaan dingin. Teh tarik juga diproduksi dalam kemasan sachet tinggal seduh. Kamu penasaran mencobanya?

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up