Tahu Gejrot, Kudapan Lezat dari Cirebon

Kudapan ini sudah tercipta sejak pra kemerdekaan Indonesia.

sejarah tahu gejrot
Tahu gejrot (Foto: rizaldosumer.blogspot.co.id)

Tahu gejrot merupakan kudapan khas Cirebon. Asal usul penamaan kudapan ini cukup menggelitik.

Nama tahu gejrot berasal dari bumbu cair berupa gula kelapa encer sebagai penyedap yang dialirkan dari botol kaca dengan cara diguncangkan sehingga menimbulkan bunyi jrot jrot jrot.

Karena yang diberi bumbu adalah tahu, maka orang-orang menyebutnya tahu gejrot atau tahu yang digejrot. Hingga kini, nama itulah yang dikenal masyarakat.

Sejarah tahu gejrot konon tercipta dari dapur pabrik tahu gejrot yang berlokasi di Desa Jatiseeng, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon sejak zaman prakemerdekaan. Pabrik ini dimiliki oleh warga keturunan Tionghoa yang menetap di Indonesia dan rakyat asli Cirebon sebagai buruhnya.

Keterampilan membuat tahu gejrot yang dimiliki oleh orang Cirebon karena kerja pabrik selama bertahun-tahun menjadikan mereka ahli dan melebihi kemampuan si pemilik pabrik. Akhirnya, para buruh pabrik tersebut memutuskan untuk berhenti kerja dan mencoba usaha tahu gejrot sendiri.

Sejak saat itu, keberadaan tahu gejrot pun dilestarikan dan berkembang hingga kini.

Tahu gejrot merupakan olahan tahu yang dapat dijumpai tidak di daerah asalnya saja, tetapi juga banyak dijajakan di berbagai daerah di Nusantara.

Tahu yang dipakai untuk tahu gejrot adalah tahu Sumedang.

Tahu Sumedang digoreng terlebih dahulu, kemudian dipotong-potong dan diberi bumbu khas tahu gejrot, yaitu bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, cabai hijau, gula kelapa, garam, air asam, kecap manis, dan air.

Semua bumbu dihaluskan dan dicampur rata dengan air, lalu dimasukkan dalam botol sebelum dituang ke tahu gejrot.

Pada penyajiannya, setiap pedagang tahu gejrot memiliki ciri khas tersendiri. Misalnya menyajikan tahu gejrot dengan bumbu cairnya saja. Atau ada juga yang menambahkan bumbu lain, yaitu bawang putih dan cabai rawit yang diiris atau diulek.

Pilihan bumbu dapat disesuaikan dengan minat pembeli. Terdapat pula pedagang yang menambahkan bawang goreng sebagai taburan di atas tahu gejrot.

Penyajian tahu gejrot tidak menggunakan piring kaca sebagaimana peralatan makan pada umumnya, melainkan dengan piring tanah liat berukuran kecil.

Beberapa pedagang juga melampirkan selembar daun pisang di atasnya sehingga dapat menambah aroma wangi khas.

Untuk menyantapnya, tahu gejrot tidak biasa memakai sendok, tapi sebuah potongan lidi atau tusuk gigi. Dua alat tersebut menjadi ciri khas dalam penyajian dan cara menikmati tahu gejrot khas Cirebon yang tidak ditemukan pada kudapan gurih lain.

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Shabrina Anggraini
Written by
Doyan nulis, icip-icip makanan, ngemil, dan bereksperimen di dapur.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up