Sop Konro Makassar, Hidangan Khas dari Kota Anging Mamiri

Sop Konro Makassar adalah kuliner khas dari kota yang kerap dijuluki Kota Anging Mamiri. Julukan tersebut diambil dari lagu daerah, yang berarti “angin bertiup”.

Sop konro terbuat dari bahan baku utama berupa iga sapi. Kuahnya berwarna cokelat kehitaman dengan citarasa gurih.

Rasa gurih ini didapat dari kacang tanah yang digunakan sebagai bumbu dasar. Bumbunya pun semakin kaya dengan aneka rempah seperti lada, pala, cengkeh dan sebagainya, yang membuat sop ini makin terasa nikmat dan hangat.

Warna kuah yang kehitaman pun berkat ditambahkannya kluwak.

Pada dasarnya, sop konro adalah kuliner khas Bugis. Sop ini selalu disajikan saat hajatan atau acara daerah yang memakai ritual potong kerbau.

Sejak tahun 1960-an, sop konro mulai dikenal masyarakat Makassar. Sop ini dipopulerkan oleh Bapak Hanafing yang berprofesi sebagai guru. Bapak Hanafing memulai usaha sop konro pada tahun 1962 di dekat Lapangan Karebosi, Kota Makassar.

Sop konro racikan Bapak Hanafing terkenal sangat lezat dan digemari oleh orang Makassar. Kelezatannya kemudian terkenal hingga ke luar kota.

Setelah puluhan tahun berjualan di Makassar, sekitar tahun 1990-an, sop konro Pak Hanafing mulai membuka cabang baru di Jakarta.

Suksesnya sop konro cabang Jakarta mendorongnya untuk memperkenalkan sop racikannya di Kota Surabaya.

Kini, tak hanya di ketiga kota tersebut, berbagai kreasi sop konro dapat ditemui di banyak daerah Indonesia. Tak hanya racikan Bapak Hanafing, tapi banyak restoran dan rumah makan yang menyajikan sop konro sebagai menunya.

Seiring dengan berjalannya waktu, ada kreasi sop konro baru. Sop Konro tidak hanya disajikan dalam bentuk kuah, tetapi ada juga sop konro yang tidak menggunakan kuah. Hadirnya kreasi baru sop konro tidak berkuah ini tidak mengurangi peminat sop konro berkuah.

Sop konro yang tidak berkuah dibagi menjadi dua macam, yaitu sop konro bakar dan sop konro rica-rica.

Meskipun cara penyajiannya berbeda, sop konro tidak berkuah tersebut tetap menggunakan bumbu yang sama, yaitu kacang merah, bawang putih, kayu manis, cabai, cengkeh, kunyit, ketumbar, biji pala, kluwak, dan merica.

Setiap komponen memiliki cita rasa dan aroma yang berbeda. Perpaduannya melahirkan rasa baru yang menggugah selera.

Apalagi di kala musim penghujan, sop konro Makassar ini cocok dijadikan sebagai menu penghangat.

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *