Selai Srikaya Cocok dengan 7 Kudapan Ini, Coba Deh!

Selai srikaya atau sarikaya? Saya kerap salah mengira bahwa selai kuning dengan rasa manis ini berasal dari buah. Selai srikaya atau sarikaya terbuat dari santan, gula, kuning telur, dan daun pandan. Rasa manisnya begitu khas dan beraroma wangi. Warnanya bisa kuning tua atau muda, tergantung pada jenis kuning telur yang digunakan (bebek atau ayam). Ada pula yang berwarna hijau karena takaran daun pandannya lebih banyak. Tak hanya Indonesia, selai ini juga terkenal di Singapura, Malaysia, Brunei, dan Thailand. Dilansir dari Serious Eats, selai ini diciptakan oleh koki Tionghoa yang bekerja di kapal kompeni Inggris. Para pelaut Inggris yang berlayar ke Asia Tenggara tak bisa melepas ritual sarapan mereka: secangkir teh hangat dan roti panggang selai. Koki Tionghoa pun meracik bahan-bahan lokal Asia Tenggara dan jadilah selai berwarna keemasan yang khas. Karena berwarna emas dan memiliki cita rasa unik, selai ini dijuluki “kaya”. Buah srikaya atau sarikaya bukanlah mitos. Buah yang kerap dijuluki “sugar apple” atau buah nona ini memiliki rasa manis dengan daging putih nan lembut. Kulit buahnya hijau dan berbentuk unik dengan pola yang mirip sisik atau mata. Biasanya, buah ini dinikmati begitu saja atau dibuat campuran es buah. Penasaran dengan selai ini? Kamu bisa “jodohkan” dengan aneka kudapan ini.

1. Roti Bakar Srikaya

Roti bakar dengan selai srikaya
Roti Bakar Srikaya (Foto: foodmolecule.blogspot.com)
Roti adalah pilihan utama untuk menikmati selai srikaya. Awalnya, roti bakar dengan selai srikaya hadir menemani secangkir kopi atau teh di pagi hari. Kedai-kedai kopi sarapan di daerah pecinan seperti Siantar, Belitung, Kelapa Gading, dan Singkawang pasti menyediakan roti ini. Namun, tradisi ini bergeser dengan waktu yang lebih fleksibel. Roti bakar srikaya juga hadir di malam hari dalam tenda-tenda roti bakar. Pada dasarnya, roti dibakar seperti biasa dan dioles mentega. Setelah matang, roti bisa dioles mentega lagi dan selai srikaya.

2. Roti Isi Srikaya

A post shared by BAM (@bunsandmore) on

Selain dibakar, selai srikaya juga sering jadi isian roti. Sebutlah roti bantal, roti susu (bun), roti tawar, hingga roti kukus alias bakpao (pao). Ada berbagai cara memasukkan selai srikaya ke dalam roti. Misalnya roti kukus yang diiris sedikit hingga sedikit terbelah, lalu dioles dengan margarin dan selai srikaya. Atau roti susu yang dibolongi pada satu sisi, lalu dimasukkan selai srikaya dengan alat khusus. Banyak versi roti isi srikaya. Mulai dari yang kekinian seperti thai bun hingga roti maros khas Makassar yang legendaris. 

Kenali roti maros: “Roma” khas Bugis ini Bukan dari Italia

3. Pisang Goreng Srikaya

Pisang Goreng Srikaya (Foto: auliarobbani.blogspot.com)
Penggemar fanatik pisang goreng? Naikkan level cemilanmu dengan olesan selai srikaya yang manis, kental, dan lumer di mulut. Pisang goreng srikaya populer di Pontianak. Padahal, cemilan ini hanyalah pisang goreng tepung yang dilumuri selai srikaya di atasnya. Pisang kepok atau nipah biasa dipilih karena rasa manis yang khas. Pisang ini diiris bentuk kipas dan digoreng dalam adonan tepung. Saat matang, teksturnya benar-benar renyah dengan warna keemasan yang menggoda. Pisang goreng srikaya adalah teman minum kopi atau teh. Kudapan ini mudah ditemukan di kedai-kedai kopi Singkawang dan Pontianak sejak matahari terbit hingga tengah malam.

Baca juga:  Resep Pisang Nugget Kekinian, Dijamin Nagih Nggak Pakai Antri!

4. Ketan Srikaya

Ketan Srikaya Duren (Foto: nesya.blogspot.com)
Ketan putih sering diolah jadi jajanan tradisional Indonesia. Sebutlah lemper, wajik, lupis, dan ketan srikaya. Seperti namanya, ketan srikaya terbuat dari beras ketan putih yang dilapisi selai srikaya. Kue basah ini bertekstur legit dan agak lengket dengan bentuk kubus atau belah ketupat. Namun, ada beberapa daerah yang menyajikan ketan seperti nasi putih yang dituang lelehan selai srikaya. Awalnya, beras ketan putih dikukus hingga matang dan empuk. Kemudian, ketan dicampur dengan santan, gula,dan garam agar bisa dicetak. Tuang selai srikaya di atasnya dan kukus kembali hingga matang. Ketan srikaya atau bulukat sile terkenal di daerah Melayu seperti Aceh, Palembang, Padang, Pontianak, dan sebagainya. Dilansir dari Okezone, ada tradisi menghantarkan ketan srikaya ke rumah mertua saat bulan Ramadhan. Menurut sejarah, ketan srikaya adalah makanan para mertua. Cemilan ini diyakini sebagai perekat hubungan dan menjaga tali silahturahmi antar keluarga.

Baca juga: Lepet Ketan, Kudapan Kebanggaan Tiga Etnis Tanah Jawa

5. Kicang atau Kwe Cang 

A post shared by Binjai / kuliner (@chiauling09) on

Pernah mencoba bakcang? Ternyata, kudapan gurih khas peranakan ini punya kembaran, yaitu kicang atau kwe cang. Pada dasarnya, kicang adalah bakcang tanpa isi. Selebihnya kicang tetap sama seperti bakcang, yakni berbentuk limas dan dibungkus daun bambu. Tekstur kicang lebih kenyal dan berwarna kuning transparan. Kudapan ini terbuat dari ketan putih dan air abu yang dikukus dan dicetak dalam celorot daun bambu. Setelah dikukus lagi , warna kicang yang telah matang akan cenderung pucat. Warna kuning berasal dari saus srikaya yang kental dan manis. Kicang memiliki cita rasa yang agak hambar. Oleh karenanya disajikan dengan saus manis seperti selai srikaya, sirup gula, atau sirup merah.

6. Martabak Srikaya 

Jajanan malam satu ini memang jodohnya segala olesan, tak terkecuali selai srikaya yang manis. Menurut  Belanga, martabak manis pandan adalah pasangan cocok untuk selai srikaya. Lalu, taburan keju parut dan kelapa parut juga terasa nikmat dengan selai srikaya.

Kenali martabak manis: Begini Asal Usul Kue yang Jadi Rebutan Indonesia dan Malaysia

7. Bolu Srikaya

Pillow Cake Pandan Srikaya (Foto: momoirobakes.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *