Sejarah Dunia Mie Instan, Katanya Indomie Paling Enak?

Mie instan
Mie instan (Foto: margarettajanet1996.blogspot.co.id)

Siapa sih yang bisa menolak mie instan? Makanan cepat saji ini tidak lepas dari kehidupan sehari-hari.

Saking tak bisa lepas, orang Indonesia pun sampai nyetok mie intan. Fenomena nyetok mie instan ini memang berawal dari kebiasaan. Coba cek rumahmu, ada berapa tumpuk mie instan yang tersimpan di sana.

Pecinta mie instan patut berterima kasih pada Mamofuku Ando, sang inventor jenius yang menciptakan mie instan pada 1958.

Mamofuku Ando adalah seorang berkebangsaan Jepang yang lahir di Taiwan. Ia mendirikan perusahaan Nissin Foods yang memproduksi produk mie instan pertama di dunia, yakni ramen rasa ayam. Produk ini pertama kali diluncurkan di Osaka, Jepang.

Penemuan mie instan dinobatkan sebagai penemuan terbaik di Jepang sepanjang abad 20 oleh Fuji Research Center. Penemuan ini tak hanya berpengaruh di Jepang, tetapi meluas hingga mancanegara. Mie instan diterima baik oleh negara-negara di berbagai belahan dunia.

Baca juga: 

Ando, panggilan akrab kakek yang wafat 2007 silam, mulanya hanya mencoba berbagai metode pembuatan mie instan. Dari teknik pengasapan, penggaraman, hingga penggorengan.

Akhirnya, Ando menemukan cara terbaik untuk membuat mie instan. Yaitu digoreng secara deep fried dalam minyak kelapa sawit sampai mie menjadi kering. Untuk penyajiannya tinggal rebus dalam air panas.

Inspirasi pembuatan mie instan dengan teknik deep fried ini datang dari gorengan tempura, lho. Konon istrinya sedang memasak tempura dan eureka! Ando mendapatkan ilham bahwa mie perlu digoreng dulu supaya awet dan bisa dikemas.

Inovasi selanjutnya ialah pembuatan cup noodles oleh perusahaan Nissin. Cup ini berbahan styrofoam tahan air dan tahan panas. Inovasi ini jadi semakin praktis karena tinggal buka tutup cup-nya dan seduh dengan air panas.

Cup noodles

Cup noodles (Foto: travel.gaijinpot.com)

Mie instan masuk ke Indonesia pada 1960an. Perusahaan pertama di Indonesia yang memproduksi mie instan ialah PT Lima Satu Sankyu pada 1968. Perusahaan ini pun berganti nama menjadi PT Supermi Indonesia.

Setelah Supermi, kemunculan pabrik mie instan lain disusul oleh yang paling terkenal se-Indonesia, yakni Indomie  pada tahun 1972. Produk milik PT Indofood Super Makmur ini sangat populer di Indonesia. Sampai-sampai, Indomie menjadi label semua mie instan saat pembelian.

Mie instan di Indonesia hadir dengan banyak inovasi rasa. Beberapa kali dalam setahun, ada rasa baru yang diluncurkan ke pasaran. Kini, mie instan juga disesuaikan dengan rasa lokal seperti soto, rendang, bakso sapi, cabai hijau, tongseng, hingga sambal matah.

Konon, mie instan Indonesia dinobatkan sebagai mie instan terenak sedunia, lho. The Ramen Rater (ramenrater.com) menobatkan 10 mie instan terenak dalam daftar “Top Ten Reader’s Choice. Berikut daftarnya dengan urutan peringkat terbawah hingga teratas.

10. Paldo Kokomen / Paldo Cheese Ramyun / Paldo Teumsae Ramyun – Korea Selatan

9. Indomie Chicken Curry – Indonesia / Prima Taste Singapore Curry Laksa – Singapura

8. Indomie Soto Mie – Indonesia / Nongshim Neoguri – Korea Selatan

7. MyKuali Penang White Curry – Malaysia

6. Samyang Buldak Bokkeummyun –Korea Selatan

5. MAMA Instant Noodles Shrimp Creamy Tom Yum – Thailand

4. Nongshim Shin Ramyun – Korea Selatan

3. Nongshim Shin Ramyun Black – Korea Selatan

2. Prima Taste Singapore Laksa La Mian – Singapura

1. Indomie Mi Goreng Fried Noodles – Indonesia

Baca juga: 

Penyajian mie instan Indonesia juga sangat bervariasi. Sesederhana ala warkop dengan telur setengah matang dan sawi rebus, hingga dimasak ala carbonara dengan topping keju mozarela atau cheddar. Duh, kebayang sedapnya?

Bagi pecinta pedas, kini banyak penjaja mie instan yang menawarkan tingkat kepedasan. Tak hanya itu, perpaduan rasa pedas ini berasal dari ulekan cabai rawit, saus pedas, atau bahkan kombinasi keduanya. Wow!

Kalau rasa dan penyajian mie instan favoritmu yang mana, nih?

Suka? Vote Artikel Ini!

1 0
Shabrina Anggraini
Written by
Doyan nulis, icip-icip makanan, ngemil, dan bereksperimen di dapur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up