Sejarah Kue Brownies, Kue “Gagal” yang Lezat

sejarah kue brownies
Kue brownies (Foto: blog.kingarthurflour.com)

Brownies pertama kali ditemukan di Amerika Serikat. Ada berbagai versi cerita dari penemuan kue cokelat ini.

Sejarah kue brownies konon tercipta saat pembuat kue lupa memasukkan bahan pengembang ke dalam adonan cake cokelatnya, sehingga cake menjadi bantat atau bertekstur padat.

Meski begitu, ternyata cake cokelat yang gagal ini terasa sangat lezat. Pada akhirnya si pembuat kue pun memperkenalkan cake tersebut dengan nama baru, yaitu brownies.

Selain itu, ada versi lain dari asal mula brownies.

Alkisah, adonan kue cokelat terjatuh dengan keras saat proses penuangan ke loyang. Hal ini mempengaruhi sifat udara dalam adonan, sehingga cake cokelat tersebut jadi brownies yang kita kenal saat ini.

Namun, di dalam sebuah buku resep tua di Amerika Serikat bagian selatan, pada akhir abad ke-19 terdapat resep chewy chocolate cake atau cake cokelat yang liat saat disantap.

Cake ini sangat mirip dengan resep brownies yang dikenal saat ini.

Brownies sendiri merupakan perpaduan antara cake dan cookies. Teksturnya memang tidak seempuk cake, tapi juga tidak sekeras cookies.

Ada dua versi brownies di Indonesia, yakni brownies kukus dan brownies panggang. Biasanya, brownies kukus memiliki daya simpan yang lebih singkat dibanding brownies panggang.

Salah satu daerah di Indonesia yang terkenal akan sajian browniesnya adalah Bandung.

Inovasi pengembangan citarasa brownies pun terus dilakukan, seiring dengan keinginan penikmat brownies yang semakin beragam. Meskipun berarti “cokelat”, ternyata brownies memiliki varian rasa lain seperti keju, pandan, pisang, ubi jalar, dan masih banyak lagi.

Di daerah lain, brownies telah disesuaikan dengan bahan dasar lokal yang ada di daerah tersebut.

Misalnya di Maluku yang kaya akan tanaman sagu, maka brownies Maluku pun dibuat dari tepung sagu yang dimasak hingga kental. Kemudian, adonan tepung dicampur dengan gula, margarin, cokelat, dan kelapa parut lalu dicetak dalam loyang.

Tak lupa ditaburi choco chips di atasnya, setelah itu dipanggang selama 30 menit hingga matang.

Demikian Sejarah Kue Brownies yang sampai sekarang kita masih nikmati kelezatannya.

Suka? Vote Artikel Ini!

0 1
Shabrina Anggraini
Written by
Doyan nulis, icip-icip makanan, ngemil, dan bereksperimen di dapur.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up