Sego Tumpang, Primadona menu sarapan di Kediri Jawa Timur

Bagi setiap orang yang merantau ke luar daerah asalnya pasti akan meninggalkan berbagai macam hal yang ada di kampung halamannya, mulai dari adat istiadatnya,pakaian daerahnya, bahkan berbagai macam kuliner favorit yang disukai dan belum tentu makanan itu dapat ditemukan di tempat perantauan.

contohnya saya, ikut orang tua merantau dari Kediri yang berada di Jawa Timur ke DKI Jakarta dari tahun 1995, ya dari tahun kelahiran sampai sekarang saya berdomisili di ibu kota tepatnya di Jakarta Selatan. mengapa saya memilih Jakarta sebagai tempat perantauan? jawabannya dikarenakan ayah saya yang lebih dulu merantau pada tahun 1992 dan akhirnya mendapat pekerjaan yang mengakibatkan ayah harus memboyong istri dan anaknya. fyi, cerita sedikit tentang pekerjaan ayah yang berwirausaha membuka bengkel mobil pada tahun 1996! wow umur bengkel ayah dan umur saya tidak beda jauh yang artinya bengkel ayah telah berdiri selama 22 tahun.

kembali ke topik cerita, semenjak saya tinggal di Jakarta saya harus meninggalkan makanan asal kediri atau makanan khas jawa timuran  yang sangat beragam. seperti soto, rawon, tahu takwa, cenil, sate bekicot, sego tumpang, sego pecel dsb. makanan yang saya sebutkan di atas adalah makanan favorit saya, dan yang paling juara dari makanan favorit pilihan saya adalah sego tumpang! mari kita kupas lebih dalam sembari saya akan mengenalkan makanan yang paaaaaaaaaaling juara menurut saya.

mulai dari pengenalan nama “Sego Tumpang” diambil dari kata “Sego” yang dalam bahasa jawa artinya adalah nasi, dan juga “Tumpang” yang diambil dari nama sayur pendampaing nasi tersebut.  sayur rumpang berbahan dasar utama adalah tempe yang sangat mudah didapatkan di tukang sayur manapun, eittssss tapi yang unik dari makanan ini adalah tempe tersebut harus difermentasi atau dibusukan selama 3-4 hari. bagi kalian yang belum pernah mencoba pasti akan merasa jijik dan tidak bisa membayangkan bagaimana makan dengan bahan dasar olahan busuk, tapi tenang guys makanan ini aman kok buktinya makanan ini banyak digemari masyarakat di kediri dan sekitarnya.

sayur tunpang (warga jawa timuran lebih sering menyebunya sambel tumpang) pada umumnya berisikan tempe yang telah dibusukan, bumbu halus (bawang merah putih dan cabai), santan. namun juga dapat ditambah dengan ayam atau rambak (kulit sapi), sambel tumpang identik dengan rasanya yang sangat pedas, karena itu makanan ini tidak populer untuk anak-anak.

sego tumpang  umumnya dijual saat pagi hari waktu sarapan namun seiring berjalannya waktu banyak penjual yang buka dari pagi sampai malam hari. kalian bisa menemukan menu ini di warung makan pinggir jalan. di Kediri sudah sangat banyak penjual sego tumpang ini jadi tidak susah untuk mencarinya. namun sangat berbanding terbalik dengan di Jakarta, sangat susah dicari bahkan bisa dibilang tidak ada yang menjual menu ini, maka dari itu mengapa saya bilang sego tumpang adalah kuliner kampung halaman ya karena memang adanya di kampung saja sangat sulit mencarinya di kota besar.

dengan menulis ini saya jadi membayangkan lezatnya sarapan sego tumpang dipadukan dengan rempeyek yang sangat renyah namun menjadi lembut karena terendam dengan kuah tumpang ditambah lauk tahu setengah matang serta ditutup dengan segelas teh manis hangat ditemani suara kicauan burung dan segarnya angin pagi hari di desa hmmmmmm perpaduan sangat syurgawi yang membuat saya tak henti-hentinya kangen dengan makanan dan suasana desa saya berasal di Petok, Kediri Jawa Timur.

Doraemon, tolong pinjami saya pintu kemana saja.. saya ingin makan sego tumpang sekarang juga!

Disclaimer 
Konten ini merupakan karya Belanga Contributor. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika keberatan dengan konten ini, silakan kontak redaksi melalui e-mail ke belanga.id@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *