Sayur Lodeh Jadi Kangen Ibu di Rumah

Masakan sederhana yang penuh cinta.

Sayur Lodeh
Sayur Lodeh (Foto: JadiKangenIbu/Ika Yuni)

Suasana Jogja memang tak pernah luput dari perhatian orang-orang khususnya yang memang bukan berdomisili di sana. Mulai dari destinasi wisatanya, pun sampai kulinernya yang layak dicoba. Penduduk lokal yang ramah membuat saya begitu nyaman untuk tinggal di kota yang mendapati julukan sebagai kota pelajar ini.

Menjadi sepasang suami istri yang mandiri, yang memilih tinggal di sebuah rumah kecil yang sederhana membuat saya tak jarang mau tak mau harus mulai membiasakan diri untuk memasak sendiri.

Suami saya suka makan, namun beruntungnya ia bukan tipikal suami yang suka memilih-memilih jenis makanan. Meskipun tak jarang pula ia merengek minta makan di luar, untuk sekadar mengobati rasa penasaran karena maraknya restaurant-restaurant di Jogja mulai bermunculan.

Jujur, memasak bukanlah passion saya.

Semenjak sebelum menikah saya tak begitu lihai dalam memasak. Memasak tumis, sup ayam, sampai yang digoreng-goreng saja, saya merasa sudah lebih dari cukup.

Namun ternyata memasak adalah bagian dari seni. Rasa yang enak tercipta dari passion dan cinta dari yang memasaknya.

(baca juga : 15 Olahan Rendang yang Rasanya Nendang!)

Menyebalkan sekali ketika saya mencoba memasak sesuai dengan resep namun rasanya tak sesuai dengan harapan. Konon, memasak itu perlu giat berlatih dan harus penuh kesabaran, sayangnya saya tak cukup sabar dalam hal ini. 🙂

Karena saya belum dilimpahi Tuhan seorang anak, saya hanya tinggal berdua saja dengan suami. Sesekali suami tak ingin melihat saya kerepotan untuk memasak, dan lebih sering mengajak saya makan di luar.

Pernah suatu ketika, saya diajaknya ke sebuah rumah makan yang memiliki konsep tradisional, ialah Wedangan Kopi. Terletak tak jauh dari Candi Prambanan, tempat makan ini menyajikan aneka masakan tradisional. Seperti, sayur lodeh, tumis daun pepaya, nasi merah, tumis kacang, baceman, ayam goreng, rawon, dan lain sebagainya.

Menikmati sajian kuliner yang begitu nikmat ala ndeso ini mengingatkan saya akan masakan Ibu. Tatkala saya masih single, beliau selalu membuatkan aneka masakan favorit saya. Saya sendiri bukan tipikal orang yang suka memilih-milih makanan.

Yang membuat jadi kangen ibu itu sayur lodeh dan tempe goreng asinnya atau tumis kacangnya yang lengkap dengan nasi merah dan ikan asinnya. Persis dengan masakan yang dihidangkan di Wedangan Kopi ini.

Meskipun sederhana, saya tahu betul masakan ini dibuat oleh beliau dengan penuh cinta. Pantas saja bapak, saya dan adik laki-laki saya selalu lahap ketika menyantapnya. Karena cinta bisa diungkapkan dari berbagai rasa, seperti layaknya masakan Ibu yang selalu membuat rindu.

Suka? Vote Artikel Ini!

6 0

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up