Sayur Asem Jakarta, Manisnya Kenangan Masa Kecil

sayur asem jakarta
Sayur asem Jakarta (Foto: JadiKangenIbu/Sapti Nurul Hidayati)
Sayur asem Jakarta adalah masakan pertama yang bisa saya buat. Sayur ini merupakan masakan favorit keluarga yang biasa dihidangkan setiap libur pada saat santap siang.
Kenapa? Karena pada hari biasa ibu lebih sering memasak oseng atau ca sayur yang relatif tidak membutuhkan waktu lama karena ibu wanita pekerja.
Malah kadang-kadang di hari kerja, ibu memilih membeli lauk semacam abon dan sayur matang di warung tetangga karena harus segera meninggalkan rumah ke tempat kerja.
Kebetulan Ibu saya adalah seorang guru yang bertugas di sebuah SD yang jaraknya 15km dari rumah. Sehingga agar tidak terlambat harus berangkat pagi-pagi sekali.
Sebagai anak perempuan, sejak duduk dibangku kelas 3 SD saya selalu dilibatkan di acara masak-memasak. Mulai dari memotong sayuran sampai menggoreng tempe atau telur. Untuk menyiapkan bumbu dan mengolah sayur ini tetap menjadi bagian Ibu.
Karena sering melihat ibu memasak akhirnya saya hafal bumbu dan sayur apa saja yang diperlukan untuk membuat sayur asem. Oh ya, ibu dulu pernah bercerita kalau sayur asem yang menjadi favorit keluarga kami ini ada sejarahnya. Sayur itu sebenarnya adalah kesukaan bapak.
Pada awal menikah, bapak pernah meminta ibu untuk memasak sayur asem. Namun ternyata setelah dihidangkan, bapak merasa rasa sayur asem yang dibuat ibu berbeda dengan yang biasa bapak nikmati, lebih enak sayur asem yang biasa bapak makan.
Sedih dong ibu ketika mendengar itu. Padahal sayur asem yang dibuat ibu adalah sayur asem resep dari nenek.
Usut punya usut, ternyata sayur asem yang dimaksud bapak adalah sayur asem Jakarta yang punya cita rasa asam, segar. Sementara yang dibuat ibu adalah sayur asem khas Jogja yang ada rasa manis-manisnya gitu.
Ibu sendiri sebelumnya belum pernah mencicipi sayur asem Jakarta. Karena kami asli dan tinggal di Jogja. Dan waktu itu belum ada internet yang ketika kita bingung mencari resep, kita tinggal googling atau buka web kuliner seperti di www.belanga.id misalnya.
Jadi akhirnya secara khusus Bapak mendatangkan mentor, istri dari adik bapak yang memang asli Betawi untuk mengajari ibu memasak sayur asem Jakarta.
Bapak dulu sewaktu muda memang lama merantau ke Jakarta, jadi lebih familiar dengan sayur asem ala sana. Baru setelah lebih dari 5 tahun di sana, bapak akhirnya pulang dan membuka usaha sendiri di Jogja.
Ternyata sayur asem jakarta ini sangat mudah membuatnya. Bumbunya juga tidak banyak. Hanya bawang merah, bawang putih, kemiri, daun salam dan lengkuas serta tidak ketinggalan asam jawa.
Biar lebih afdol berikut saya sertakan resep  lengkapnya.
Sayur Asam Jakarta ala keluarga saya
Bahan :
– 1/4 kg Daging sapi bagian sandung lamur atau tetelan
– Labu siam 1 buah
– Terong 1 buah
– Jagung manis 1 buah
– Kacang panjang setengah ikat
– Daun so 2 genggam
– Kulit melinjo segenggan
– Kacang tanah 50 gram
– Air 2 liter
– cabai hijau 2 buah
Bumbu :
– Bawang merah 5 siung
– Bawang putih 3 siung
– Kemiri 2 butir
– Garam secukupnya
– Daun salam 2-3 helai
– Lengkuas 1 ruas jari, memarkan
– Asem jawa menurut selera
Cara :
1. Siapkan sayur, cuci bersih potong-potong.
2. Haluskan semua bumbu, kecuali salam dan lengkuas digeprek saja.
3. Masukkan air ke dalam panci, tambahkan jagung manis yang  sudah dipotong dan kacang tanah, rebus dengan api sedang.
4. Cuci daging sapi dan potong-potong. Masukkan ke dalam panci kalau air sudah mendidih. Kecilkan api agar daging tidak terlalu cepat matang dan sari daging keluar (istilahnya ngaldu). Bersamaan dengan itu masukkan bumbu halus, salam dan lengkuas. Tunggu.hingga kacang tanah, jagung, dan daging empuk.
4. Masukkan sayur, urut sesuai lama matangnya, mulai dari kulit melinjo, kacang panjang, terong, labu siam, cabe hijau yang dipotong bulat dan terakhir daun so. Masukkan juga asam jawa. Tunggu sampai matang.
5. Aduk hingga bumbu tercampur rata, dan lakukan test rasa.
Bila sudah pas, angkat dan hidangkan bersama tempe goreng,  ikan asih goreng, dan sambel terasi. Sayur asem Jakarta siap dinikmati..
Memang kalau dibandingkan dengan sayur asem Jogja rasa dari sayur asem Jakarta ini berbeda, meskipun sayuran yang dipakai hampir sama.  Sayur asem Jogja lebih menonjolkan rasa manis, khas masakan Jogja yang rata-rata bergula. Kalau sayur asem yang bapak suka ini dominan dengan rasa asam segar.
Bagi orang Jogja yang biasa makan sayur asem Jawa, bisa jadi merasa kurang suka dengan sayur asem Jakarta. Seperti Ibu saya, perlu waktu buat beliau untuk beradaptasi dengan cita rasa masakan ini. Namun karena rasa cintanya kepada bapak akhirnya beliau bisa menyesuaikan diri juga.
Momen kebersamaan ketika menikmati sayur asem ini sekarang yang menjadi kenangan indah yang sulit terlupa. Apalagi kedua orang tua saya sudah tiada. Ibu meninggal di tahun 2007, bapak di tahun 2014.
Saat ini dimana saya sudah berkeluarga, bila saya kangen dengan bapak dan ibu saya memasak sayur asem Jakarta, untuk membangkitkan kenangan manis tentang mereka, terutama ibu saya, yang yang sudah mengajari saya memasak sayur ini.
Yang kata alm bapak, rasanya sudah “mendekati” buatan almh. ibu, meskipun tetap enak masakan almh. Ibu tentunya..
Itulah kenangan saya tentang sayur asem Jakarta, masakan yang membangkitkan memori tentang kehangatan dan kasih sayang ibu dalam keluarga kami, sehingga membuat saya selalu #jadikangenibu.
Alfatihah untuk almh. ibu dan alm. bapak, semoga Allah menempatkan keduanya di surga…aamiin…
Demikian cerita saya tentang sayur asem Jakarta, masakan favorit di keluarga kami. Saya yakin masing-masing orang punya cerita tentang hidangan favorit di keluarganya, yang memiliki kenangan yang akan melekat sepanjang masa. Yuk…ceritakan juga, hidangan apa yang membuatmu selalu #jadikangenibu, ditunggu ya…

Suka? Vote Artikel Ini!

18 0

6 Comments

  1. Aroma dan rasa memang membawa kenangan yang tidak mudah dilupa.

    Reply
  2. Iya, betul sekali..terima kasih sudah mampir..

    Reply
  3. Waaah… ada kacangnya.. my favorite banget.

    Reply
  4. Iya…plus sambel sama ikan asin goreng bisa nambah nasi berkali-kali ini…

    Reply
  5. Emang yah masakan ibu tuh gak hilang dilidah, aku jg klo masak sukak dibandingin. Kalah jauh sama masakan emakku hehe

    Enak makan sayur asem ada sambel sama ikan asin, mantab

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up