Logo Balanga

Saat Asam Pedas Patin Khas Melayu “Merantau” ke Pulau Jawa

 Saat Asam Pedas Patin Khas Melayu “Merantau” ke Pulau Jawa

Panik, itulah yang saya rasakan sebulan yang lalu ketika mendapatkan info bahwa arisan kumpulan marga suami akan diadakan di rumah saya. Duh, bingung mau menjamu apa untuk para teman dan rekan.

“Mau masak apa ya? Mereka suka nggak dengan masakanku nanti?” Begitulah kekhawatiran saya pada saat itu.

Ketika saya berdiskusi dengan suami, dia mencetuskan ide, kenapa tidak asam pedas patin masakan khas melayu Riau? Karena kami tumbuh dan besar di Pekanbaru daerah melayu, Riau, lalu merantau dan menetap ke pulau Jawa, tentunya makanan asam pedas patin memberikan kenangan khusus di lidah kami.

Saya mengatakan kepada suami, “Kita sih suka asam pedas patin, tapi apa orang yang sudah menetap lama di pulau Jawa akan suka makanan itu?”

“Pasti suka.” Suami saya menjawab dengan yakin. Akhirnya, saya menyediakan masakan asam pedas patin sebagai salah satu menu di arisan. Selera melayu merantau ke pulau Jawa. Hahaha.

Masakan asam pedas merupakan jenis masakan dengan ciri khas dan cita rasa asam dan pedas. Masakan ini sangat terkenal di daerah Sumatra dan semenanjung Melayu.

Masakan khas melayu banyak dipegaruhi oleh cita rasa masakan khas Tiongkok, Arab dan India yang menggunakan banyak bumbu dan rempah. Kemungkinan karena area Sumatra dan semenanjung melayu menjadi area persinggahan para pedagang Tiongkok, Arab dan India pada zaman dahulu.

Di daerah Riau, masakan asam pedas patin menjadi ciri khas dan identitas kuliner daerah itu. Banyak restoran ataupun rumah makan di Riau yang menyajikan asam pedas patin sebagai menu andalannya.

Menu ini terkenal mulai dari kalangan bangsawan pada zaman dulu sampai rakyat biasa. Selain kaya rasa dari bumbu rempahnya, asam pedas patin juga kaya gizi dari kandungan yang terdapat di dalam ikan patin. Kandungan gizi yang terdapat di dalam ikan patin, yaitu:

  1. Protein. Protein penting bagi perkembangan sel tubuh dan pertumbuhan otak.
  2. Omega 3. Ibu hamil sangat dianjurkan untuk mengonsumsi ikan karena ikan mengandung omega 3. Omega 3 dibutuhkan dan baik untuk membantu pertumbuhan dan kesehatan janin.
  3. Kalsium dan fosfor. Kalsium dan fosfor dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan gigi.
  4. Lemak. Kandungan lemak tidak jenuh dapat mencegah penyakit kardiovaskular.

Cara membuat asam pedas patin tidaklah sulit. Bahan-bahan yang dibutuhkan pun tidak sukar dicari. Berikut saya paparkan cara pembuatan asam pedas patin untuk 1 kg ikan. Jika ingin memasak porsi lebih, tentu bumbunya bisa disesuaikan.

Bahan:

2 sdm minyak goreng untuk menumis

1 kg ikan patin yang sudah dilumuri garam dan diberi potongan jeruk nipis

500 ml air

Bumbu:

8 cabai merah keriting

5 cabai rawit

6 siung bawang merah

4 siung bawang putih

4 buah asam kandis

5 buah belimbing wuluh

2 buah tomat

3 cm lengkuas, iris tipis

2 cm jahe, memarkan

1 batang serai, memarkan

2 lembar daun salam

3 lembar daun jeruk

Garam secukupnya

Gula secukupnya

 

Cara membuat:

  1. Saya menggunakan ikan patin yang sudah digoreng terlebih dahulu agar ikan tidak terlalu berlemak dan mudah hancur. Namun, dapat juga menggunakan ikan yang belum digoreng, tergantung selera masing-masing.
  2. Panaskan minyak goreng, lalu tumis bumbu yang sudah dihaluskan, kecuali garam dan gula.
  3. Tambahkan air dan aduk rata.
  4. Masak sampai mendidih, lalu masukkan ikan patin sambil diaduk.
  5. Kemudian, tambahkan garam dan gula sesuai selera.
  6. Angkat dan sajikan.

Ternyata, ide memasak asam pedas patin di acara arisan tidaklah salah. Saya menuai pujian dari para tamu. Mereka mencicipi dengan lahap hingga ada yang menambah porsi makannya.

Saya sangat senang, melihat mereka makan dengan lahap merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya. Saya berhasil mengenalkan menu khas Riau kepada teman-teman. Asam pedas patin khas Riau berhasil merantau ke Jawa barat.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *