“Roma” khas Bugis Ini Bukan dari Italia

roti maros
Roti maros (Foto: babachef.wordpress.com)

Pernah makan biskuit Roma? Kudapan ini memang gampang ditemukan dan sering jadi pengganjal perut. Tapi, ada satu lagi kudapan Roma yang hanya bisa ditemui di Sulawesi Selatan.

Roti maros namanya, tapi sering disingkat ro-ma. Roti khas Bugis ini berbentuk bulat dengan isian selai srikaya. Nama maros diambil dari daerah asal pembuatannya, yakni Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Selain Baruasa, roti ini juga populer dan jadi favorit semua kalangan. Kalau beli, masyarkaat setempat pun lebih sering menyebutnya roma daripada roti maros.

Baca juga: Baruasa, Kudapan Bugis yang Baru Dicoba Langsung Jatuh Cinta

Roti maros beda dengan jenis lainnya. Kalau banyak roti berlomba dengan aneka isian kekinian, roti maros tetap setia dengan isian khas Indonesia seperti duren, nanas, vanila, cokelat, stroberi, dan selai srikaya.

Selai srikaya yang jadi primadona ini terasa manis yang khas. Terbuat dari kuning telur, santan, gula jawa, gula pasir, dan santan. Supaya makin wangi, tambahkan esens vanila dan daun pandan dalam rebusan santan.

Sekilas, kudapan ini terlihat seperti roti biasa. Namun, bisa dipastikan hampir seluruh masyarakat Bugis sudah tahu rasanya.

Banyak orang percaya bahwa menyantap roti sebaiknya dalam keadaan hangat. Teksturnya jadi lebih lembut. Dalam gigitan pertama, kelembutannya menyatu dengan rasa manis legit selai srikaya. Ditambah aroma khas yang wangi dan mengundang selera. Hmm, cocok jadi appetizer!

Baca juga: Asal Usul Kue Bakpao, Kudapan Favorit yang Beragam

Kelezatan roti ini terus bertahan hingga sekarang. Selain kudapan sehari-hari, roti maros juga dijajakan sebagai oleh-oleh atau bekal perjalanan. Banyak masyarakat luar Bugis yang jauh-jauh datang untuk beli roti ini, lho.

Selain bentuk bulat, roti ini juga dijual dalam bentuk kotak-kotak besar dengan ukuran yang lebih besar dari versi bulatnya. Bentuk kotak ini biasa dibungkus dalam wadah plastik. Dalam wadah tersebut, roti sudah dibagi sembilan sehingga lebih mudah diambil dan langsung santap.

Roti maros juga sering disajikan dalam berbagai acara keluarga, adat, maupun hari raya.

Sayang, roti ini makin langka di Kabupaten Maros. Kamu bisa membeli roma di sepanjang Jalan Poros Maros hingga Kota Makassar. Penikmatnya berasal dari Toraja, Sidrap, Wajo, Palopo, Pinrang, dan Pare-Pare.

Baca juga: Kue Bagea, Kudapan Natal Khas Papua dan Maluku

Seiring munculnya aneka roti dengan desain dan rasa beragam, roti maros mulai jarang ditemui. Jadi, kalau kamu pergi ke Sulawesi Selatan, jangan sampai yang ini terlewat ya!

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Shabrina Anggraini
Written by
Doyan nulis, icip-icip makanan, ngemil, dan bereksperimen di dapur.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up