Nikmati Roti Bluder Jadul yang Lembut dan Empuk

Roti jadul ini sudah ada sejak awal abad 20 di Indonesia!

roti bluder
Roti Bluder Cokro dalam cup (Foto: bludercokro.com)

Roti bluder merupakan salah satu kuliner Indonesia hasil akulturasi dengan Belanda.

Roti ini populer di zaman kolonial Belanga, seperti  klapertart ataupun kastengel. 

Tak hanya di Belanda, roti bluder aslinya memang terkenal di negara-negara Eropa dengan nama brioche.

Di Eropa, roti adalah salah satu menu karbohidrat utama.

Brioche sendiri biasa disajikan untuk sarapan dengan secangkir teh atau kopi.

Bentuknya pun beragam, mulai dari roti tawar, roti isi, hingga muffin.

Roti bluder dibawa oleh orang Belanda sebagai bagian dari budaya makan mereka.

Tak ada kejelasan darimana nama “bluder” ini berasal.

Namun, roti ini sering dihidangkan untuk mengganjal perut atau bekal tentara Belanda yang sedang bertugas.

Baca juga: Roti Bakar yang Bikin Kangen Mama

Roti bluder terbilang unik dari jenis lainnya.

Ketika dirobek, teksturnya terasa sangat lembut, ibarat memadukan roti dan kue dalam satu makanan.

Serat-serat rotinya panjang dan cantik. Aroma menteganya juga wangi.

Roti bluder sangat tekenal di Madiun.

Saking populernya, roti lembut ini sering dijadikan oleh-oleh khas kota tersebut.

Selain oleh-oleh, roti empuk ini juga bisa dinikmati di kafe-kafe kuno.

Kebanyakan toko atau kafe yang menyajikan roti bluder sudah berdiri sejak awal abad 20.

Roti bluder dibuat dengan bahan sederhana.

Yakni telur, terigu, susu cair, mentega, ragi, dan garam.

Roti ini hanya menggunakan kuning telur dan protein tinggi.

Umumnya diproses manual dengan tangan dan sedikit bantuan mesin.

Ternyata, inilah yang jadi kunci kelembutan roti bluder.

Adonan roti harus diulen hingga benar-benar kalis dan dipanggang matang dalam suhu yang tepat.

Karena itu  roti bluder tidak diproduksi dalam jumlah besar per hari.

Roti ini bisa disantap polos, dengan taburan, atau dengan isian.

Taburan yang biasa dipakai adalah choco chips, parutan keju, kacang, buah kering, dan kismis.

Isiannya biasa memakai selai stroberi, nanas, cokelat, smoked beef, sosis, dan keju.

Harganya pun terhitung murah, di bawah Rp 15.000 per roti bluder berukuran besar.

Keunikan lain dari roti bluder adalah daya simpannya.

Karena dibuat manual dan tanpa bahan pengawet, roti jadi tahan hingga seminggu dalam suhu ruang.

Padahal, roti-roti buatan rumah maksimal tahan lima hari saja, lho.

Di Madiun, toko kue yang masih menjual roti jadul ini terletak di Jalan Cokroaminoto No 36, Kota Madiun, Jawa Timur, yakni Bluder Cokro.

Saat ini makin berkurang toko kue di Madiun yang menjual roti bluder.

Banyak toko dan kafe baru dengan tampilan menarik dan jenis roti yang lebih beragam.

Jadi, sempatkan diri mencicipi roti bluder saat berkunjung ke Madiun ya, sebelum roti ini benar-benar punah!

Suka? Vote Artikel Ini!

0 0
Kaningga Janu Manggarayu
Written by
Penyuka kuliner, sejarah, dan bumbu segar. Berkelana tanpa mengenal arah, pulang ketika merasa lelah.

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Sign Up